<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592</id><updated>2011-08-04T04:24:58.152+07:00</updated><category term='Getaran Nurani'/><category term='d&apos; Inspirations'/><category term='Biografi'/><category term='Mutiara Hadis'/><category term='Kuliah Hukum Islam'/><category term='Cinta dan Cita'/><category term='Ulil Albab'/><title type='text'>- -:: &lt;&lt; My Qaaff &gt;&gt; ::- -</title><subtitle type='html'>"Lakukan Segala Hal Dengan Niat Tulus dan Seikhlas Mungkin, dan Biarkan Allah yang Mengatur Setelahnya..."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-8545394806513261717</id><published>2011-03-29T12:54:00.001+07:00</published><updated>2011-03-29T12:57:49.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>Lelaki Pengembara dan PakTua di Lampu Merah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Apapun yang terjadi, teruslah menjadi orang baik, dengan niat baik dan dengan cara-cara yang baik,  yakinlah Allah akan selalu ada untuk memberikan jalan terbaik agar kita jadi hambanya yang lebih baik”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin rapat merajut gelap. Hujan semakin mesra memandikan alam. Motor dan mobil berkejaran menyibak jalan yang penuh genangan air., kemudian segera hilang dalam kejauhan. Tak bisa dipungkiri, hujan yang telah mengguyur Jogja sejak siang hari, masih setia hadir hingga malam gelap yang memuncak. Angin kencang yang menari, kilatan petir yang terus berkedip, hingga dingin yang menyayat-nyayat kulit, membuat siapa saja akan berpikir dua kali untuk setia berada di luar rumah. Lihat saja kendaraan yang berkejaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seorang tidak bagi seorang pemuda dengan tas hitam dipunggungnya itu. Ia telah berada di emperan apotek di ujung perempatan Ring Road Utara, tepat dipersimpangan jalan menuju Kaliurang itu sejak sore tadi. Saat hujan turun dengan amarahnya. Bajunya telah basah. Bahkan seuruh pakaiannya sudah teramat basah. Yah, sejak turun dari Trans Jogja di Shelter Kentungan sore tadi, ia seakan telah terjebak dalam hujan. Wajahnya pucat sayu. Beberapa kali mencoba menghentikan mobil yang lewat, tapi sayang, semua tak bisa mendengarkan. Mereka melaju seakan tak pernah melihat aku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pengembara, pemuda yang sedang kehabisan bekal itu sejatinya hanya akan berteduh sejenak, sambil menunggu hujan sedikit bersahabat dengannya. Ia menunggu hujan reda, paling tidak hanya menyisakan tetesan lembut gerimis. Sayangnya, hingga jalanan mulai sepi, ia masih saja disana. Jangankan naik angkot Jogja-Kaliurang, untuk membeli sepotong roti pengganjal perut saja ia tak punya. Perutnya semakin melilit dengan udara yang semakin dingin menusuk tubuh. Ia hanya bisa menguatkan pijakan kakiknya, mengurangi kepenatan dan kelaparannya, begitu yang ada di benaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum hilang rasa lapar dan lelahnya, ia juga diliputi kebingungan, bagaimana ia akan pulang nanti, sementara malam semakin larut dan hujan pun tak kunjung reda. Jarak yang harus dia tempuh untuk sampai rumahnya, masih sekitar delapan kilometer lagi. Cukup dekat jika hanya ditempuh dengan kendaraan, tentu saja bukan untuknya. Dia hanya seorang pengembara yang masih setia bertumpu pada kakinya. Ia hanya seorang pejalan kaki. Apalagi dengan kondisi jalan yang menanjak. Berharap suatu saat dia akan berada di puncak tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja tak ada keyakinan yang begitu kuat dalam jiwa raganya, mungkin sudah sejak lama ia akan menyerah pada keadaan yang masih selalu tak memihak pada orang-orang kecil sepertinya. Yah, ia hanya punya sebuah keyakinan, keyakinan yang telah mendarah daging dalam setiap sel-sel tubuhnya, ia hanya yakin bahwa Allah ‘Azza wa Jalla, Tuhannya, selalu punya rencana yang jauh lebih baik untuk setiap hambanya. Karena itu, dalam kesepiannya, ia selalu merasa Allah selalu bersamanya. Bahkan saat ia sedang melakukan banyak kesalahan, Allah selalu membimbingnya. Aku sendiri sering mendengar ia berdo’a, hanya satu do’a yang ia panjatkan, “Allah Tuhanku, Bimbing Langkah aku dalam Keindahan-MU..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama berselang, datang seorang lelaki tua dengan motor tuanya, berhenti tepat di depan apotek. Sejenak sebelum masuk apotek, lelaki tua itu melihat ke arah si pemuda itu, lantas tersenyum. Beberapa saat lelaki tua itu keluar, lalu menuju motor tuanya. Sebelum menstarter motornya, ia melihat lagi ke ara pemuda yang duduk tertunduk, sedang merapatkan kakinya. Lelaki tua itu lantas tersenyum dan menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nunggu siapa, Nak?”&lt;br /&gt;“eh, bapak,.. ndak kok pak, ndak nunggu siapa-siapa, Cuma nunggu hujan.”&lt;br /&gt;“Hujan kok ditunggu... memangnya mau kemana, Nak? Sampeyan mau ke atas nggih?”&lt;br /&gt;“Iya, pak. Sebenarnya mau ke atas.  Tapi  masih hujan.”&lt;br /&gt;Lampu merah menyala. Menghentikan beberapa mobil dan motor yang melaju. &lt;br /&gt;“Memangnya di atasnya daerah mana, nak..?”&lt;br /&gt;“e.. jakal Km 13, pak. Di daerah Besi.”&lt;br /&gt;“Ya sudah, ayok, bareng bapak saja. Bapak mau ke rumah kontrakan menantu bapak, di Km.12. besok pagi rencananya mau pindahan. Ayo, nak..” bapak itu melangkah menuju motornya.&lt;br /&gt;“wah, ngerepotin, Pak. Nggak apa-apa, biar saya nunggu hujan agak reda saja.”&lt;br /&gt;“Sudah, nggak ada yang direpotin. Terus, nanti kalau hujannya berhenti, mau naik apa ke atasnya, jam segini sudah nggak ada angkutan yang ke atas kan.. Hujan juga nggak bakalan reda. Sudah ayo..” Lelaki tua itu mulai menyalakan motor tuanya.&lt;br /&gt;Pemuda itu bangkit. Dengan langkah malu-malu ia menuju motor Pak tua, lalu duduk. Motor itupun melaju. Berjalan perlahan membelah jalanan yang basah an licin disapu gulungan hujan. Perlahan mengiris jalan kaliurang.&lt;br /&gt;Sepanjang jalan bapak itu bercerita panjang lebar tentang banyak hal. Cerita tentang isterinya yang setia, atau anak sulungnya yang sudah enam tahun tak pulang, sejak pertama kali merantau ke Jakarta. Cerita-ceritanya dalam bahasa jawa mengalir begitu saja. Seperti aliran hujan. Tak jarang terselip petuah-petuah bijak nan ajaib. Bahkan dibumbui guyonan-guyonan segar. &lt;br /&gt;Tepat di pom bensin di Jakal Km. 12, motor pak Tua yang membawa kami berdua mogok. Lihat apa yang dikatakan Pak Tua itu:&lt;br /&gt;“Maap,nak, maklum motornya setua pemiliknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kubantu mendorngnya, si bapak malah nggak membolehin. Tapi aku tetap saja memaksa mendorongnya, sampai di rumah kontrakan anak keduanya di dusun candisari. Besok pagi mereka akan pindah ke Bantul, ke rumah pak tua. Mendorong motor tua, malam-malam, bersama seorang bapak tua yang menyenangkan, membuat pemuda itu bahagia. Ia dapat belajar banyak. Bahwa kebaikan itu, sekecil apapun, tetap bernilai. Tak peduli kau orang kaya, tak pedulu kau orang tak punya, tetap saja jadi orang baik. Wong kita punya Gusti Pengeran, kata bapak itu bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sang pemuda hendak pamit untuk meneruskan perjalanan, bapak tua itu memberikan sedikit tambahan bekal. Beberapa buah pisang rebus hangat. “Biar nggak masuk angin,” katanya. Dengan sebuah senyuman penuh keikhlasan. Menambah kekuatannya untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang masih sangat panjang. Sebuah pesan mengiringi langkah pertamanya. “Nak Mas, Apapun yang terjadi, teruslah menjadi orang baik, dengan niat baik dan dengan cara-cara yang baik,  yakinlah Gusti Allah akan selalu ada untuk memberikan jalan terbaik agar kita jadi hambanya yang lebih baik”  luar biasa Pak, begitu kira-kira hatinya berteriak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan semakin merajam gulita malam. Memenjarakan setiap makhluk dalam kedinginan. Pemuda itu tetap terus berjalan menerobos hujan yang semakin mengganas. Meneguhkan kaki agar tetap memiliki tujuan. Dalam hatinya, kebaikan bapak tua dengan kesederhanaannya yang sempurna itu, akan selalu melekat adlam ingatannya. Sebuah janji yang akan ia pegang erat. “Pak, kita akan bertemu lagi.” Lalu ia menghilang ditengah hujan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammad van Tovich&lt;br /&gt;Besi, Saturday, 19032011/11:07:15 PM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-8545394806513261717?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/8545394806513261717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2011/03/lelaki-pengembara-dan-paktua-di-lampu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8545394806513261717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8545394806513261717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2011/03/lelaki-pengembara-dan-paktua-di-lampu.html' title='Lelaki Pengembara dan PakTua di Lampu Merah'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-8700264517922377005</id><published>2011-03-19T16:16:00.000+07:00</published><updated>2011-03-19T16:33:36.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta dan Cita'/><title type='text'>Sebuah Harapan by Ansyada</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wONg_0D3w1c/TYR4SFPuoLI/AAAAAAAAAG0/x4L07pFr1ZQ/s1600/siluet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wONg_0D3w1c/TYR4SFPuoLI/AAAAAAAAAG0/x4L07pFr1ZQ/s320/siluet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585721689887383730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seuntai kata demi kata&lt;br /&gt;Yang terlintas dalam hati&lt;br /&gt;Ku ungkap dalam doa&lt;br /&gt;menghadap pada Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur hatiku berkata&lt;br /&gt;Hati nurani manusia&lt;br /&gt;Tak bisa hamba pungkiri&lt;br /&gt;Putih cinta yang hakiki&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat malam ku terus terjaga&lt;br /&gt;Ku bersimpuh mengadahkan tangan&lt;br /&gt;Ku bermohon dan ku berdo'a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku berlinang air mata&lt;br /&gt;Datang semua resah&lt;br /&gt;Ku kenang semua gundah&lt;br /&gt;Ku berharap kasihmu &lt;br /&gt;Semoga dirinyalah yang terbaik&lt;br /&gt;Dan berilah untuknya yang terbaik&lt;br /&gt;Jadikanlah dirinya salah satu&lt;br /&gt;dari bidadari syruga cintamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ho-hoho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malam ku terus terjaga&lt;br /&gt;Ku bersimpuh mengadahkan tangan&lt;br /&gt;Ku bermohon dan ku berdo'a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku berlinang air mata&lt;br /&gt;Ku ungkapkan semua resah&lt;br /&gt;Ku kenang semua gundah&lt;br /&gt;Ku berharap kasihmu &lt;br /&gt;Semoga dirinyalah yang terbaik&lt;br /&gt;Dan berilah untuknya yang terbaik&lt;br /&gt;Jadikanlah dirinya salah satu&lt;br /&gt;dari bidadari syruga cintamu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-8700264517922377005?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/8700264517922377005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2011/03/sebuah-harapan-by-ansyada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8700264517922377005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8700264517922377005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2011/03/sebuah-harapan-by-ansyada.html' title='Sebuah Harapan by Ansyada'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wONg_0D3w1c/TYR4SFPuoLI/AAAAAAAAAG0/x4L07pFr1ZQ/s72-c/siluet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3877168622746200767</id><published>2010-09-13T16:17:00.000+07:00</published><updated>2010-09-13T16:28:12.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>Kaaf-Qaaf Reality University, For Better Life : Just Thank's To Allah</title><content type='html'>I used to think that I could not go on&lt;br /&gt;And life was nothing but an awful song&lt;br /&gt;But now I know the meaning of true love&lt;br /&gt;I'm leaning on the everlasting arms&lt;br /&gt;If I can see it, then I can do it&lt;br /&gt;If I just believe it, there's nothing to it&lt;br /&gt;I believe I can fly&lt;br /&gt;I believe I can touch the sky&lt;br /&gt;I think about it every night and day&lt;br /&gt;Spread my wings and fly away&lt;br /&gt;I believe I can soar&lt;br /&gt;I see my running through that open door&lt;br /&gt;See I was on the verge of breaking down&lt;br /&gt;Some times silence can seem so loud&lt;br /&gt;There are miracles in life I must achieve&lt;br /&gt;But first I know it starts inside of me.&lt;br /&gt;Oh I believe I can fly&lt;br /&gt;Cause I believe in me&lt;br /&gt;   (R. Kelly – I believe I can Fly)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, di akhir April, Hujan turun malam ini, beriringan, teratur membasahi gelap malam yang seharusnya purnama. Bahkan bintang pun tidur dengan pulasnya. Hanya angin yang menyertai hujan, menarikan tarian kesepian mereka. Kulihat dari sisi kaca jendela bis “Mira” yang membawaku dalam perjalanan ke Lawang, kota kecil yang kucinta. Kecamatan kecil yang mampu menjadi urat nadi bagi kehidupan ribuan orang di sini. Kota yang menyimpan eksotisme tersembunyi. Kota dimana pertama kali aku belajar hidup.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahun ke tiga di Jogja; kota wisata, kota gudeg, kota koskosan, kota budaya dan pendidikan. Meniti jalanan masa depan yang penuh debu, kelokan, dan ribuan kerikil dan batu-batu besar. Selangkah demi selangkah. Setapak demi setapak. Banyak air mata yang mengiringi langkah kecilku. Literan keringat yang mengucuri rajutan perjalanan ini. Banyak luka yang harus dibalut dengan senyuman, entah ini kemunafikan atau ketegaran. Entahlah, tak ada kepedulian, hanya berjalan, dan akan terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saat pertama kali datang, di pertengahan tahun 2007, hanya ada seorang anak ingusan, yang belum tahu banyak tentang jalan-jalan kehidupan, tak tahu arah mana yang harus disusuri, tak tahu untuk berapa lama bisa bertahan di tanah sultan ini, tak tahu bagaimana cara menjalani hari-hari, bahkan tak tahu, apakah sanggup menjalani semuanya. Hanya satu hal yang membuatku memiliki kekuatan, saat keberangkatan, kulihat tatapan mata sepasang orang tua, bapak ibu, tatapan penuh do’a restu, hanya ada keinginan untuk tahu apa yang mereka impikan. Karena itulah, kekuatan besar tertanam untuk bertahan, untuk mewujudkan impian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitungan hari-hari awal, hanya bisa mencoba menemukan puluhan ribu rumus kehidupan, upaya kecil untuk menemukan takdir yang Allah telah tuliskan. Mengais rezeki di tengah-tengah jadwal adaptasi di bangku kuliah. Awal-awal dimana diri berada di bawah naungan “Kubah Kuning”, meski pada akhirnya berakhir tak begitu baik, dengan cara yang paling tak kusuka, aku pergi setelah dua tahun belajr banyak di sana. Belajar semangat dalam luka, senyuman dalam kepedihan, tangisan dalam bahagia, kebohongan dalam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, takdir itu tak sederhana yang dikatakan orang. Aku tahu akan hal itu, yah setelah tiga tahun di bangku kuliah dan sepanjang hidup yang telah dijalani ini. Tapi berapa usiaku? Aku bahkan tak pernah peduli dengan usiaku, yang kutahu aku telah cukup tua di dunia, dua puluh satu tahun lima bulan, sudah cukup menandakan aku masih harus banyak belajar, dua puluh satu tahun juga aku belum bisa membanggakan dan membagiakan bapak dan ibu. Ironi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe orang yang tak mudah berkata menyesal, tapi, kini untuk pertama kalinya aku ingin katakan “Aku menyesal”. Menyesal karena banyak menyia-nyiakan hidup. Menyesal karena belum mampu mewujudkan impian orang tua. Menyesal karena belum cukup mampu menjadi orang yang baik. Menyesal karena masih menjadi pribadi yang tak cukup baik bagi agama. Menyesal karena belajar agama tapi belum memahami secara kaffah, mengamalkan dengan baik, dan mengajarkannya dengan ikhlas serta menjadikannya rahmatan lil ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan saja tak cukup. Penyesalan terbaik adalah perubahan. Perubahan terbaik adalah menjadi lebih baik. Menjadi pribadi yang lebih baik yang paling baik adalah yang semakin mendekatkan diri pada Allah. Pendekatan yang terbaik adalah yang didasari keikhlasan. Ya Allah tunjukkan yang baik itu baik, dan berilah kekuatan untuk melaksanakannya, dan tunjukkanlah yang buruk itu buruk, dan berilah kekuatan untuk menjauhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali merasa diriku begitu lemah tak berdaya. Sering kali masih menyulitkan dan membebani orang lain. Sering kali tak terima dengan hidup yang Allah berikan. Sering kali melupakan nikmat dan hidayah Allah. Sering kali mengeluh dalam menjalani hidup. Sering kali masih bimbang dengan hidup yang kupilih. Bahkan, beberapa kali merasa hampir putus asa, dengan masalah yang sebenarnya teramat sangat kecil, yang tentu saja sebenarnya telah Allah sesuaikan dengan kemampuan. Aku begitu kerdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ingin menjalaninya seperti orang lain menjalani hidupnya, seperti teman-teman yang lain. Bisa kuliah dengan tenang, tanpa memikirkan masalah pembayaran. Kuliah dan bisa mengikuti berbagai seminar, organisasi, dan berbagai kegiatan dengan tenang, saat aku memikirkan hal ini, aku hanya bisa tersenyum dan menertawakan diriku sendiri. Kadang banyak hal yang menggelikan yang terjadi pada diri kita sendiri, tanpa pernah kita sadari. Ikut kursus dan pelatihan dari lembaga-lembaga yang memang berkompeten dan berkualitas. Aku sadar aku belum bisa. Itu nyata, harus disadari dan dijalani. The Life is reality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah telah memberikan ku kesempatan dengan orang-orang yang luar biasa. Mengikuti seminar di lorang-lorong pasar dengan para pedagang daging, Pak Man, Pak Abdul, Pak Rosyidin dan masih banyak yang lainnya. Dengan penjaga parkir, Pak Sanaji dan kawan-kawan, dengan para security, bos sayur dan buah, Haji Bambang. Dan semua orang-orang luar biasa yang berjuang dengan keikhlasan dan kesederhanaan. Diskusi mulai dari politik, keamanan, olah raga, agama, budaya, ekonomi, isu-isu internasional maupupun berita-berita gosip para artis. Itu sudah cukup untuk memberiku pelajaran berharga pada hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun itu cukup lama jika dihitung dengan kalkulator, tapi kini hanya terasa hanya seperti tiga hari saja. Sejauh ini aku sudah membuktikan, bahwa orang desa, dari tempat yang tak banyak dikenal, dari latar pendidikan yang masih jauh dari lembaga-lembaga dan sekolah-sekolah favorit, dengan modal sekedarnya, dapat memperjuangkan takdirnya sendiri. Tapi itu belum cukup, orang-orang dikampung menanti, sangat mengharapkan anak rantau ini mampu membaw perubahan, menjadikan keluarga, teman-teman dan tetangga mampu menjadi lebih berdaya. Tidak tertindas oleh kemelaratan dan kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri tak tahu pasti darimana keberanian dan kekuatan ini. Yang kutahu, seperti yang dikatakan oleh Pak Mario Teguh, Bagaimana cara terbaik untuk mewujudkan impian kita? tak ada kata lain selain kita harus bangun dari tidur. Karena keberhasilan itu tak ada dalam dunia mimpi. Kemudian melakukan satu langkah awal, niat yang kuat. Karena kita tak akan bisa melangkah seratus langkah, jika kita tak pernah melakukan langkah pertama. I believe I can Fly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi terbesar datang dari tatapan ibu bapak, yang mereka tahu tak bisa berbuat banyak dan memberikan semua hal yang terbaik. Ibu bapak yang meskipun tak pernah berkata sayang padaku, aku tahu mereka adalah orang yang paling menyayangiku. Lewat semua doa dan tangisan mereka, lewat semua nasehat dan amarah mereka, lewat tiap keping uang yang mereka berikan, lewat semua usaha keras dan tak mengenal lelah mereka. Mereka, yang meski kutahu serba dalam keterbatasan, selalu ingin memberikan yang terbaik padaku; anak mereka yang paling nakal dan begitu susah diatur. Aku ingin tahu impian dalam tatapan mereka. Dan aku berjanji, jika Alla mengijinkan, akan kuwujudkan semua impian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari merekalah aku tahu, bahwa begitu besarnya kasih sayang semua orang tua di dunia. Dari merekalah aku belajar memahami, bahwa merka hanya salah satu dari sekian puluh juta orang tua di Indonesia dan ratusan juta di dunia, yang ingin memberikan semua yang terbaik bagi anak-anak mereka, tapi mereka tidak mampu. Terkurung dalam jeruji keterbatasan, tetapi masih mampu memberikan yang terbaik. Ibu, bapak, I Love You All...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasiku berasal dari Orang tua keduaku, Bapak Ibu Guru, Ustadz dan Pak Yai, Serta Para Dosen yang senantiasa mengisi kekosongan ilmu pengetahuanku. Mengasah pemikiranku. Mengajariku pentingnya Ilmu pengetahuan. Lewat petuah-etuah dan nasehat. Lewat keteladanan. Lewat Kebijaksanaan. Melalui transfer pengetahuan. Mengajariku bukan untuk hidup di masa sekarang, tapi membuatku percaya bahwa aku berhak punya masa depan, masa depan yang jauh lebih baik. Terimakasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasiku juga datang dari sahabat-sahabat yang menganggap bahwa diriku ini adalah sosok yang kuat dan cukup berhasil, juga adik-adikku yang menjadikan aku panutan. Padahal aku begitu lemah dan tak cukup pantas untuk menjadi acuan. Mereka semua yang untuk sementara tak dapat mewujudkan impiannya melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Orang-orang yang memiliki impian dan harapan yang besar untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Aku tak ingin mematikan semangat mereka yang mulai tumbuh. Aku tak bisa lupakan, saat katakan mereka ingin masuk ke bangku kuliah, saat mereka katakan kekagumannya padaku. Aku tak ingin mereka mtikan lagi Jika aku gagal dan mundur, maka bagaimana dengan mereka? Padahal aku tahu mereka jauh lebih tangguh dan pintar dariku, tapi mereka tak mendapatkan kesempatan. Seperti jutaan anak Indonesia yang juga tak memiliki kesempatan. All my lovely friends and brothers, I believe We Can Fly. Let’s Do Our Best. Don’t be afraid.&lt;br /&gt;Inspirasiku datang dari teman-teman seperjuangan. Orang-orang luar biasa yang kutemui, yang juga memiliki tujuan yang luar biasa. Orang-orang yang tentu saja sangat berarti dalam hidup ini, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan berbagai macam latar belakang. Dengan berbagai macam kisah perjuangannya masing-masing. Dengan berbagai macam pemikirannya. Dengan berbagai pengalaman masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Abang, sahabat, dan guru sekaligus. Dengan perjuangan luar bisanya yang mampu memompa semngatku yang pernah hancur dan jatuh ke titik nadir. Melihat perjuangan dalam beban yang begitu besar, engkau mampu bertahan. Beban dan masalahku sendiri tak sebesar itu, tapi aku masih sempat mengeluh. Terimakasih, aku telah belajar tentang kekuatan dan karakter membangun pribadiku sendiri.&lt;br /&gt;Aku juga tak bisa membayangkan, bagaimana jika seandainya tak ada pertemuan dengan orang-orang luar biasa ini. Baik yang baik, maupun yang kurang baik. Untuk mereka, rekan-rekan luar biasa, teruskan perjuangan hidup kalian...Ataupun Teman, Adik dan Saudaraku yang selalu berjuang demi cita-citanya, dan juga hidupnya yang selalu terkait dengan cinta. Cita dan Cinta. Semoga tercapai Apa yang kau Impikan. Engkau juga mengajariku banyak hal. Buat bangga Orang Tuamu... dan Daerahmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi terakhirku, datang dari bidadari yang pernah membuatku begitu bersinar, begitu kuat, bangkit dari keterpurukan. Sosok yang juga sangat berarti bagi membangun sendi-sendi kehidupanku, dengan asa, cita, dan tentu saja pelita cinta. aku sadar aku bukan segalanya bagimu, dan mungkin tak pernah berarti. Setitik kebersamaan kita yang tak menentu, tentu saja tak kan pernah cukup untuk merentangkan cinta di dadamu. Aku sangat senang dengan pilihanmu, walau ada rasa sakit menghujam di hati, itu yang kuperlukan. Karena, kuyakin pilihanmu adalah yang terbaik, semoga kau bahagia. Maka terbanglah. Raih kebahagianmu dengan caramu sendiri, cara yang kau suka. Aku mencintaimu, meski aku tahu, mencintaimu itu bukan perkara yang mudah. I love U but I know it’s not so Easy. Aku belajar banyak darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculah kesadaran, menjalani hidup itu hanya Lillahi Ta’ala. Tak mau berhenti berusaha karena tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Semakin tak pasti masa depan, maka semakin harus pastikan diri ini benar-benar berkualitas. Keadaan yang tidak pasti berpihak pada orang yang berani. Miliki Niat Baik, lakukan yang terbaik, semaksimal dan seoptimal mungkin, dan biarkan Allah yang Menentukan Setelahnya. Dan Selalu yakin, bahwa Allah selalu menganugerahi makhlukNYA dengan hal yang dibutuhkan mereka dengan berlimpahnya hikmah dan karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon kekuatan, dan Allah memberiku kesulitan-kesulitan untuk membuat diriku lebih kuat. Aku mohon kebijakan, dan Allah memberikanku persoalan untuk diselesaikan. Aku mohon kemakmuran, dan Allah menganugerahkan kepadaku otak dan tenaga untuk bekerja. Aku mohon keteguhan hati, dan Allah memberiku bahaya untuk diatasi. Aku mohon cinta, dan Allah menghadirkan kepadaku orang-orang bermasalah untuk ditolong. Aku mohon ketulusan cinta, dan Allah memberikanku hati untuk merasakannya. Aku mohon kemurahan/kebaikan hati, dan Allah memberiku kesempatan-kesempatan.Aku tak memperoleh apa yang kuinginkan, tetapi Allah berikan segala yang aku butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I found myself today,Oh, I found myself and ran away. Something pulled me back, a Voice of reason I forgot I had. All I know is you're not here to say,What you always used to say. And it's written in the sky tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So I won't give up. No, I wont break down. Sooner than it seems life turns around. And I will be strong Even if it all goes wrong When I'm standing in the dark I'll still believe, I can do it.&lt;br /&gt;I've seen that bright light And it's shining on my destiny. Shining all the time. And I won't be afraid to follow everywhere it's taking me. All I know is yesterday is gone And right now I belong, To this moment, To my dreams. For My Bright Destiny....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank You Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Van Tovich's Secret... Malang-Jogja, 29 April to 2 Mei&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3877168622746200767?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3877168622746200767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2010/09/kaaf-qaaf-reality-university-for-better.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3877168622746200767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3877168622746200767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2010/09/kaaf-qaaf-reality-university-for-better.html' title='Kaaf-Qaaf Reality University, For Better Life : Just Thank&apos;s To Allah'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-4329143913738753437</id><published>2010-01-11T11:50:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T10:41:03.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>Si Penggembira yang Akhirnya Paling Bergembira</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/S0qutpymxyI/AAAAAAAAAE0/Wa1TVCTnfjM/s1600-h/the+champ.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425340800456640290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 320px; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/S0qutpymxyI/AAAAAAAAAE0/Wa1TVCTnfjM/s320/the+champ.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, hari ketiga di bulan paling awal di tahun 2010. Sebuah sejarah manis nan mengesankan terukir di tanah UII. Sebuah peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan di perjalanan masa studiku di jogja, mungkin tidak hanya aku, tapi juga semua rekan setim, “Tim Hula-Hulu”, HI’07. Sebuah tim penggembira yang akhirnya paling bergembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah itu dimulai pagi ini, pagi penuh awan-awan gelap yang menguasai langit jogja (walau mungkin hanya di langit perumahanku bukan semua jogja). Sebuah pesan singkat masuk mengisi inbox di hape bututku [Asslm. Eh ternyata HI’07 ada jadwal main futsal lawan Tarbiyah 08 di Gor UII tercinta hho...]. tercatat Bahar HI’07 pengirimnya. Ya Allah, aku tidak mungkin mengatakan tidak datang, hanya karena tubuhku yang sejak dua hari ini terserang virus influenza. Badan panas gak karuan, hiung berair, kela nyut-nyutan. Stop. Tapi ini tidak menyurutkanku nyaliku untuk turut memeriahkan pesta kecil persembahan anak Ekis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesiapan mendadakpun harus segera dimulai. Cari pinjaman sepatu. Minum obat, dan pemanasan secukupnya (bersih-bersih rumah). Yah meski kami semua telah sepakat untuk menjadi penggembira pada ajang ini. Tidak ada target khusus. Cukup jadi ajang kebersamaan. Mari lihat dari segi pemilihan nama saja, “Hula-Hulu”, tidak ada keren-kerennya. Dari segi permainan, kumpul aja jarang, bagaimana lagi dengan bermain futsal. Dan, parahnya, dari enam orang yang siap datang, eh ternyata satu dipastikan absen akibat harus memperkuat timnas Indonesia, eh... bukan..bukan... tapi ngantar ceweknya pulang ke Jatim he..he... pas banget deh. Eh, satu lagi, dari lima orang yang hadir, di GOR UII, empat lagi gak enak badan. Pas banget deh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;09.32. Waktu yang sebenarnya pertandingan kami sudah dimulai. Aku berangkat dengan Aroel, transit sejenak di Base Camp, kos Aswin dan tanpa menunggu lama langsung meluncur menuju arena laga Gelanggang Olah Raga Universitas Islam Indonesia. Untuk beberapa saat cuaca berubah, dari mendung gelap di area perumnas, menjadi panas terik di sepanjang jalan Kaliurang dan seluruh area Kampus Terpadu UII termasuk di area GOR UII tempat pertandingan akan berlansung. Senyum dan canda tawa mengiringi perjalanan kami hingga memasuki kawasan GOR UII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;09.47. kami baru sampai di GOR UII. 17 menit lebih lambat dari jadwal pertandingan. Wah parah, pasti pertandingan sudah dimulai, tapi siapa yang main, kalo pemainnya masih di atas motor. Jangan-jangan kami sudah di diskualifikasi...ada sedikit kecemasan. Ternyata kami langsung lolos otomatis ke fase quarter final setelah tim Tarbiyah ’08 tidak kunjung datang. Alhamdulillah, jadi kami ada waktu untuk istirahat memulihkan sedikit kondisi kami. Jadwal terbaru kami akan menghadapi adik angkatan kami , Anthor dan kawan-kawan; tim HI ’08. Selepas sholat dhuhur pukul 12.30. Perang saudara ceritanya. Iseng-iseng kami katakan kecewa harus ketemu lebih awal, harapan kami kita bakal ketemu di final, all HI final...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;12.30. hanya ada satu kata: Play. Bermain. Waktu bertanding tiba juga. Pertandingan pertama yang pastinya akan banyak menguras energi dan emosi. Lawan adik angkatan, yang juga pada beberapa matakuliah justru satu kelas. Beberapa detik menjelang kick off, kubaca sebuah do’a hasil ijazah dari seorang kakak kelas di SMA dulu. Kami menyatukan satu tujuan bermain optimal dan maksimal. Tanpa target yang berlebihan. Hanya bertanding, bermain, dan bertanding... Bismillah... Allahuakbar!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahar sebagai penjaga gawang sekaligus kapten tim, centerback ditempati oleh Pak Guru, mas Jondra, sisi kanan ditempati Aa Aroel dan si Bocah van Tovich di sisi kiri, serta tidak pernah lupa, si otak serangan, playmaker dan striker Aswin. Ditambah Dwika sebagai official dan pendukung utama dan satu-satunya. Di detik terakhir, datang mas Ridho menambah amunisi kami yang limitted. Gairah bermain bolaku kembali menyala, setelah sekian lama aku vakum dari dunia tendang-menendang bola itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada satu perasaan dan keyakinan bahwa kita akan menang dan terus menang hingga pertandingan puncak. Mungkinkah? Perasaan ini lah yang pernah lama kurasakan dengan latar belakang yang hampir sama, di turnamen sepak bola SD Kecamatan Lawang, turnamen di SMP, dan beberapa pertandingan antar SMA dan juga turnamen antar klub, baik di pondok maupun di kampung. Fighting spirit membangkitkan motto lamaku, fun to fight (mirip van tovich). Jadi, mari kita kembali ke pertandingan yang kujamin seru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah lemparan dari Bahar diterima dengan baik oleh Aswin, dengan gocekan yang aduhai layaknya carlos Tevez, dia mampu mengecoh dua pemain HI ’08. Dengan sedikit trik, dia menyodorkan umpan manis ke arah van tovich yang berdiri bebas tanpa kawalan di area pertahanan HI ’08. Insting itu muncul. Satu sontekan indah melayang melewati hadangan dan terjangan Hidayat sang keeper,... Goal... Goal.... 1-0 kami memimpin. Seisi GOR terdiam, kami senang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Operan dari Jondra diterima Aswin dengan begitu baik, sekali lagi, gocekannya mengecoh semua pemain bertahan HI’08, dengan satu tendangan gledek yang mematikan, terciptalah gol kedua bagi kami. Dan keunggulan dua gol itu tak bertahan lama, setelah Aswin menunjukkan skil yang luar biasa, kembali, dia mampu mengacak-acak pertahanan lawan, hingga dia melepas sebuah assist tepat ke mulut gawang yang sudah kosong, si Aan sudah mati langkah, dan tanpa kesulitan Aroel menceploskan sebuah gol. 3-0. Diluar dugaan semua orang, bahkan kami sendiri tak menduga bisa unggul di paruh pertama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sayang sungguh disayang, selepas jeda babak pertama, stamina kami terkuras habis. Dengan kondisi yang tidak seratus persen, empat orang pemain menunjukkan gejala sakit. Aku sendiri hampir-hampir mau muntah, kepala berkunang-kunang, hampir semua pemain kami tk mampu lagi mengejar bola. Rasa capek mulai memuncak. Hal ini menyebabkan Anthor dkk mampu mengembangkan permainan dan terus melakukan serangan dan tekanan. Kami beruntung, memiliki penjaga gawang yang tangguh sekelas Bahar, yang mampu menahan serangan-serangan yang datang bertubi-tubi. Salut. Hingga peluit akhir dibunyikan, mereka hanya mampu membalas dua gol, sehingga kami lolos ke babak semi final. 3-2. Perjuangan optimal. Di semi final Tarbiyah 09 sudah menanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;14.15. beberapa detik sebelum kick off semifinal dimulai. Kami hanya ingin bermain. Menjaga gairah kebersamaan dan kekeluargaan. Sebuah strategi kami rancang demi menahan agresivitas seorang penyerang Ty 09 yang kami anggap sebagai roh permainan mereka. Priitt...Kick off. Silih berganti serangan terjadi, namun tak ada gol yang tercipta. Paruh pertama berakhir kaca mata 0-0. Paruh kedua kami mulai meningkatkan serangan tanpa melupakan pertahanan. Beberapa peluang emas tercipta,baik dari kami maupun tim lawan. Kesigapan kedua penjaga gawang mampu menahan lahirnya gol. Hingga pada menit-menit akhir, tanpa diduga, sebuah akselerasi mengagumkan dilakukan oleh sang Centerback, Pak Guru, mas Jondra. Akselerasi itu mampu membelah pertahanan Ty 09, sebuah tendangan mampu diblok oleh pemain bertahan Ty 09, bola liar menuju ke arah Aswin, dalam kondisi tertekan dan dalam posisi ruang yang sempit, dengan ketenangannya, dia melepaskan sebuah tendangan yang meluncur deras membobol gawang anak-anak Ty 09. Goal... 1-0 cukup untuk membawa kami melaju ke partai puncak. Syukur Alhamdulillah....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Final akan dilangsungkan pada pukul 18.30. rentang waktu ini akan kami jadikan sebagai momentum untuk mengembalikan kondisi yang sempat drop. Dengan segenap kelelahan yang menguasai diri kami. Terjadilah revolusi target. Ternyata kami mampu menjadi juara. Kita mempunyai kemampuan untuk menjadi sebuah tim juara. Kami memiliki cukup semangat. Yang paling tidak kami pastikan akan mendapat satu trofi. Paling tidak kami telah menjadi juara, entah kesatu atau kedua. Calon lawan kami sudah terlihat, dengan permainan yang dahsyat, dengan seorang anak HI di dalamnya, Tarbiyah ’06 adalah calon terkuat yang akan kami hadapi di final. Terbukti. Tarbiyah 06, kami lawanmu....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;17.43. Aku, mas Jond, Aroel dan Dwika berkumpul di kos Aroel. Bercanda dan berbincang apa saja, melepas rasa lelah dan rasa sakit yang medera. Sejenak kami menonton film yang sempat menggemparkan, 2012. Rasa lelah menyebabkan bakteri-bakteri didalam sistem pencernaan memberontak. Aroel sudah makan mie ayam. Tinggal giliranku, pak guru dan Dwika yang masih belum terisi. Kami putuskan untuk membeli nasi di salah tempat satu favorit ku, warung Nasi Padang, yang sering kusebut, “PAIJO” alias Padang Jowo, yah menu yang dijual bener menu nasi padang, tapi penjualnya orang Jawa dengan sistem penjualan orang Jawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;18.25. setelah kami berempat selesai sholat berjamaah di rumah Dwika, kami bergegas menuju GOR UII yang hanya berjarak sekitar seratus meter. Diluar dugaan, kondisi GOR masih sepi, bahkan pintu masuk masih terkunci rapat. Hanya satpam pengelola yang ada disana. Terpaksa kami harus menunggu. Kondisi kami tidak berubah masih lelah, bahkan semakin sakit. Aku sendiri badan panas dingin, pusing tiada tara. Dengan kondisi ini, kami sempat bersenda gurau, bahwa mungkin kita mengalah saja, juara dua kami rasa sudah sangat bagus bagi tim seperti kami. Tertawa lepas, membuat kami lebih enjoy menghadapi partai final.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terlebih, setelah mas Ridho memberikan satu kalimat penyemangat, “ loh kenapa harus kalah, kita sudah sampai di sini, final, kita harus menang!!!” hal ini didasari bahwa kami merasa bakal kalah, mungkin dengan margin yang lumayan besar. Tak apalah, kita pasti menang. Dengan strategi yang telah kami rancang, kami yakin pasti bisa membawa kemenangan. Terlebih dengan adanya oknum HI yang berbelot ke tim lawan, padahal tim kita juga butuh pemain. Sudahlah. Di luar arena kita tetap temen, tapi di atas lapangan kita adalah lawan. Kita akan buktikan HI khususnya HI 07 mampu berprestasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;19.00. setengah jam melewati jadwal yang semestinya. Pertandingan baru dimulai. Zona deep marking, man to man marking, dan direct passing kami lakukan. Tiga pemain bertahan, hanya menyisakan Aswin sebagai lone striker. Terbukti jitu, dalam waktu singkat tiga gol tercipta dengan proses yang hampir sama. Bola dialirkan langsung dari el-capitano, Bahar, menuju ke Aswin. Kontrol bola yang sempurna, dilanjutkan dengn skil individu mumpuni, cukup untuk mengecoh pemain bertahan- salah satu yang terbaik di FIAI- dan menceploskan canon ball yang menghujam deras gawang Tarbiyah 06. 3-0 cukup membuat kami yakin gelar juara bakal kami bawa ke Base Camp. Kekompakan kami di lini belakang juga mampu membuat serangan Ty 06 mengalami kebuntuan. 3-0 menutup akhir babak pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Babak kedua berlangsung lebih seru dan menegangkan. Tidak mau malu, Ty 06 meningkatkan serangan. Tapi sekali lagi determinasi tinggi kami mampu meredam keampuhan permainan mereka. Permainan mereka tidak sebaik di babak-babak awal. Kami pun dengan mulus menggenggam title juara FKEI Cup. Skor akhir HI 07 vs Ty 06 4-1. Kemenangan mengharukan dan jelas membanggakan. Ini kemenangan bersejarah. Senyum cerah menghiasi wajah kami. Kami abadikan momen ini dengan berfoto bersama dengan trofi perjuangan kami. Sebuah momen indah. Tak mungkin dapat kami lupakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perjuangan kami hari ini mungkin hanya sebagian kecil dari apa yang dinamakan perjuangan oleh sebagian orang. Kami tahu, perjuangan ini bukan apa-apa, yang kami tahu kami telah memberikan permainan terbaik. Kami belajar beberapa hal hari ini. Tentang arti perjuangan dan kebersamaan. Pengorbanan dan kebanggaan. Kemenangan dan Optimalisasi diri. Gairah untuk menang dan juga Semangat pantang menyerah. Bahagia dan Senyuman. Biarlah kami catat dalam sejarah perjalanan hidup kami. Satu hal yang pasti; Kami Juara!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada akhirnya Allah lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lakukan semua denga baik dan ikhlas, biarkan Allah yang mengatur setelahnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Djangkang, Djogja, 3 januari 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;van tovich&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-4329143913738753437?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/4329143913738753437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2010/01/si-penggembira-yang-akhirnya-paling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4329143913738753437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4329143913738753437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2010/01/si-penggembira-yang-akhirnya-paling.html' title='Si Penggembira yang Akhirnya Paling Bergembira'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/S0qutpymxyI/AAAAAAAAAE0/Wa1TVCTnfjM/s72-c/the+champ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3270522051144346515</id><published>2009-09-17T19:10:00.000+07:00</published><updated>2009-09-17T19:14:05.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Getaran Nurani'/><title type='text'>Sebuah Lagu dari Daniel Powter : Love U Lately</title><content type='html'>You packed your last two bags&lt;br /&gt;A taxi's 'round the bend.&lt;br /&gt;You used to laugh out loud,&lt;br /&gt;but you can't remember when.&lt;br /&gt;You lost your lies.&lt;br /&gt;It's like your moving out of time,&lt;br /&gt;And the whole word&lt;br /&gt;crumbles right beneath you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, I might've made a few mistakes,&lt;br /&gt;but that was back when you would smile,&lt;br /&gt;And we would go everywhere,&lt;br /&gt;but we ain't been there for awhile.&lt;br /&gt;And this I know,&lt;br /&gt;there's a place that we can go-&lt;br /&gt;A place where I can finally let you know.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cause I'm the one that loves you lately.&lt;br /&gt;You and me, we got this great thing.&lt;br /&gt;We're the only one's that around,&lt;br /&gt;We're the only one's that around this Babylon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hope you find&lt;br /&gt;whatever you've been lookin' for.&lt;br /&gt;Just remember where you're from&lt;br /&gt;and who you are,&lt;br /&gt;'Cause there's a thousand lights&lt;br /&gt;that'll make you feel brand new,&lt;br /&gt;But if you ever lose your way,&lt;br /&gt;I'll leave one on for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cause I'm the one that loves you lately.&lt;br /&gt;You and me, we got this great thing.&lt;br /&gt;So, come back and you sit down. Relax.&lt;br /&gt;Everything's to see&lt;br /&gt;that you've come a long, long way,&lt;br /&gt;And it's the place that you should be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Cause I'm the one that loves you lately.&lt;br /&gt;You and me, we got this great thing.&lt;br /&gt;'Cause I'm the one that loves you lately.&lt;br /&gt;You and me, we got this great thing.&lt;br /&gt;And we're the only one's that around,&lt;br /&gt;We're the only one's that around this Babylon&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3270522051144346515?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3270522051144346515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/09/sebuah-lagu-dari-daniel-powter-love-u.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3270522051144346515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3270522051144346515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/09/sebuah-lagu-dari-daniel-powter-love-u.html' title='Sebuah Lagu dari Daniel Powter : Love U Lately'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-8730494598079523960</id><published>2009-05-09T18:45:00.000+07:00</published><updated>2009-05-09T19:05:25.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Getaran Nurani'/><title type='text'>Aku Hanya Pejalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SgVxN3zjyxI/AAAAAAAAAEo/ICGMxvTiywA/s1600-h/do%27a.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SgVxN3zjyxI/AAAAAAAAAEo/ICGMxvTiywA/s320/do%27a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333793816822663954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya pejalan&lt;br /&gt;yang mungkin hanya sejenak saja&lt;br /&gt;Merasakan semilir angin persahabatan&lt;br /&gt;yang engkau hembuskan &lt;br /&gt;dengan setengah hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diamku,,,&lt;br /&gt;ada seribu tanya tak terjawab&lt;br /&gt;Tapi...Ahh..&lt;br /&gt;Aku rasa tidak akan ada ruang&lt;br /&gt;untuk merentangkan tanya itu padamu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam diammu..&lt;br /&gt;ada sejuta harapan yang tak mungkin kuraih,,,&lt;br /&gt;sikapmu...bekukan magma di kalbu&lt;br /&gt;diamku adalah sendu dan rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Kelak&lt;br /&gt;segalanya akan tersingkap&lt;br /&gt;sebagaimana pagi pun&lt;br /&gt;pasti datang menjelang&lt;br /&gt;setelah gulita malam&lt;br /&gt;ketika gelap menyempurnakan gelisahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sepiku, aku sadar&lt;br /&gt;aku begitu bodoh&lt;br /&gt;untuk melupakan&lt;br /&gt;ada Dzat yang senantiasa&lt;br /&gt;selalu bersama diriku&lt;br /&gt;meski aku sering menjauhi-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku lupa...&lt;br /&gt;tapi DIA tak pernah melupakanku&lt;br /&gt;DIA yang senantiasa menyayangiku&lt;br /&gt;DIA yang senantiasa menjagaku&lt;br /&gt;DIA yang senantiasa mengerti akan kelemahanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah...&lt;br /&gt;sekarang aku yakin&lt;br /&gt;Hanyalah ALLAH yang selalu&lt;br /&gt;bersamaku...&lt;br /&gt;walaupun seluruh dunia menjauhiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah dari orang-orang mungkin menyukaiku, &lt;br /&gt;setengah yang lain mungkin tidak. &lt;br /&gt;atau bahkan semua orang membenciku&lt;br /&gt;Tapi sepanjang hidup saya, &lt;br /&gt;ada ekspektasi tinggi yang saya miliki untuk bisa berusaha &lt;br /&gt;membuat mereka yang tidak percaya (pada saya) menjadi percaya&lt;br /&gt;Biarkan semua pergi...&lt;br /&gt;seperti bulan april..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA ALLAH...&lt;br /&gt;bimbinglah hamba hina-MU ini&lt;br /&gt;Aku...hamba-MU yang lemah&lt;br /&gt;Ingin Selalu Memperbaiki Diri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diedit dari http://terminalkatabijak.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-8730494598079523960?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/8730494598079523960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/05/aku-hanya-pejalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8730494598079523960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8730494598079523960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/05/aku-hanya-pejalan.html' title='Aku Hanya Pejalan'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SgVxN3zjyxI/AAAAAAAAAEo/ICGMxvTiywA/s72-c/do%27a.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-702226081208120227</id><published>2009-05-03T11:38:00.000+07:00</published><updated>2009-05-09T19:15:10.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Frank "Bilal" Ribery : Muslim yang Bersinar di Tengah Lapangan Hijau Eropa</title><content type='html'>kabar menghebohkan datang dari klub kesayanganku, Mnachester United, salah satu klub terbaik sepanjang sejarah. klub berjuluk the red devils itu dikabarkan tertarik untuk memboyong pemain muslim, Frank "Bilal" Ribery dari Fc Hollywood. Dan harga yang diajukan juga tidak main-main, sekitar 61,5 juta pounds atau setara dengan unag 1 trilliun rupiah!!! hal inilah yang memantik pikiranku untuk memposting pemian muslim dengan skil yang mengagumkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/Sf0gpZJfE-I/AAAAAAAAAEg/pfwV3Lu4xjs/s1600-h/Ribery-doa-bundesliga-de.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 285px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/Sf0gpZJfE-I/AAAAAAAAAEg/pfwV3Lu4xjs/s320/Ribery-doa-bundesliga-de.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331453429373932514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Franck Ribéry (lahir pada tanggal 7 April 1983, di Boulogne-sur-Mer) adalah seorang pemain sepak bola Perancis yang bermain untuk Olympique Marseille pada posisi tengah menyerang atau sayap kiri dan kanan, dan baru-baru ini dinobatkan oleh beberapa media Perancis sebagai penerus dari pemain legenda Zinedine Zidane, karena penampilannya yang terus membaik. Pada usia mudanya dia mengalami kecelakaan sehingga meninggalkan bekas di bagian kanan muka dan dahinya. Ribery kini bermain bagi FC Bayern Muenchen dengan mengenakan nomor punggung 7. Ribéry memeluk agama Islam dan menjadi Muslim setelah menikah dengan istrinya yang keturunan Maroko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franck Ribery, punya kebiasaan baru sebelum merumput. Pemain muda berusia 26 tahun yang disebut-sebut sebagai pengganti Zinedine Zidane, ini, selalu menengadahkan tangan ke langit sebelum berlaga bersama Les Bleus di Piala Dunia. Dia berdoa layaknya seorang Muslim. Benarkah pemain termuda di tim Prancis ini seorang Muslim?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kabar Ribery masuk Islam, menyeruak sejak awal tahun 2006. Kabar itu mula-mula dilansir L’Express. Majalah ini menyebut adanya pemain nasional Prancis yang secara teratur beribadah di masjid di selatan Marseille. Mingguan itu tak menyebut nama secara eksplisit, namun yang dimaksud adalah Ribery. Kendati aksi berdoanya di lapangan hijau telah menarik perhatian publik Prancis, Ribery yang merupakan pencetak gol pertama plus optimisme bagi Prancis saat melawan Spanyol, itu, tetap enggan mengemukakan keyakinan barunya itu secara terbuka. Gelandang kanan klab Olympique Marseille, ini, mengatakan keimanan barunya adalah perkara pribadi, tak perlu publikasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alhasil, sejumlah spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut isteri Ribery yang asli Maroko memainkan peran penting terhadap perubahan Ribery. Ada pula yang menyebut perubahan itu terjadi sejak Ribery membantu klab Turkish Galatasary pada tahun 2005 lalu. Ribery memang setahun tinggal di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu, dan membantu tim itu memenangi Piala Turki 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi tak selamanya Ribery bisa diam. Baru-baru ini, dia bersedia diwawancarai majalah Paris Match. Apa katanya? ”Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan,” Dia menambahkan, ”Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Dan akhirnya saya menemukan Islam" kata Ribery penuh keyakinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanggal lahir 7 April 1983 (umur 26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tempat lahir Boulogne-sur-Mer, Perancis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tinggi 175 cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Panggilan akrab Scarface ("Si Codet"),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The Magician (Sang Pesulap), FerraRibery&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Informasi klub&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Klub sekarang Bayern Muenchen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Posisi Gelandang Menyerang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Klub profesional*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2001-2002&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2002-2003&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2003-2004&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2005-2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2007- US Boulogne&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Olympique Alès&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Stade Brestois 29&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;FC Metz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Galatasaray&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Olympique Marseille&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bayern Muenchen 24 (5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;18 (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;35 (3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;20 (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;14 (0)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;54 (12)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4 (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tim nasional**&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2006 - Perancis 19 (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Jumlah penampilan klub profesional dan gol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dihitung hanya untuk liga domestik dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;benar pada 2 September 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;** Jumlah penampilan dalam tim nasional dan gol benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pada 2 September 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-702226081208120227?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/702226081208120227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/05/frank-bilal-ribery-muslim-yang-bersinar_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/702226081208120227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/702226081208120227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/05/frank-bilal-ribery-muslim-yang-bersinar_02.html' title='Frank &quot;Bilal&quot; Ribery : Muslim yang Bersinar di Tengah Lapangan Hijau Eropa'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/Sf0gpZJfE-I/AAAAAAAAAEg/pfwV3Lu4xjs/s72-c/Ribery-doa-bundesliga-de.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3457624543340108361</id><published>2009-04-05T13:51:00.000+07:00</published><updated>2009-04-06T11:31:47.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta dan Cita'/><title type='text'>Kekasih Hujan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah kisah yang kutemukan dalam segala kebimbangan hati yang tak pernah menentu. Aku ingin menjadi semua musim. Tapi kau hanya ingin aku menjadi sebatas hujan. hanya hujan...Aku mencoba mengerti...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BEGINILAH cara kita berpisah kekasih. Mungkin kelak aku hanya mengingatmu sebagai hujan. Kau. Wanita dengan nama yang indah.Wanita dari langit ke-4. Sekali waktu bahkan kau benar-benar ingin kupanggil: Hujan. Sesuatu yang terasa kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpisahan kita adalah juga pertemuan tak bernama. Entah mengapa kita harus membuat janji menziarahi pantai dan laut itu. Kaukatakan bahwa perjumpaan terakhir, barangkali penting untuk sepasang kekasih, kalau tidak, kau tidak bisa bayangkan bagaimana cara menempatkanku dalam kenangan nanti, saat aku memilih kehidupan lain bersama seseorang yang kuyakini lebih mencintaiku daripada kau, sebagaimana juga kau pun akan begitu. Kukira, kau memang benar. Kita harus menjaga diri dari rasa saling benci, sebab kita pernah begitu mencintai (itu pun kalau kau tak berbohong. Aduh. Aku sungguh tak bisa bayangkan cintamu sebuah kebohongan. Tidak mungkin. Kau mencintaiku, aku merasa begitu. Kedalaman matamu sering bicara padaku. Mata yang kukira sesuatu yang paling jujur dalam dirimu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pantai dan laut, kekasih. Kita berbagi. Di sini. Ada sekelopak tangis. Ada cerita canda. Ada tawa getir. Kita seperti sengaja menghibur diri. Membangun suasana sehangat mungkin, dekat dan penuh bunga. Kau membujukku untuk mengatakan apa aku benar-benar akan meninggalkanmu. Dengan manja, kukatakan, benar, aku akan segera pergi, barangkali ke negeri yang penuh bunga dan malam selalu purnama. Kau menatap, matamu mengiris mataku. Kubiarkan. Aku ingin teriris. Terbelah dan sakit. Aku. Kau. Memang harus membiarkan luka itu mengalir indah, menjadi rindu yang nanti akan kita simpan diam-diam. Hanya begitu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan, marilah, pecah suaramu, kita masuk dalam rimba cerita. Maka kau minta aku mengurai kembali tentang seorang kekasih yang terlalu sering memetik pagi pada subuh dingin dan mengirimnya untuk wanita yang bahkan tidak mengerti bagaimana cara menjaganya. Wajahku bersemu. Setengah jengah dan malu. Aku merasa kau begitu tahu seluruh rahasiaku, termasuk bagaimana cara aku mencintai. Haruskah aku ceritakan lagi. Tentu saja, katamu tegas. Untuk apa. Untuk membahagiakan hatiku yang luka, kau berbisik. Siapa yang sesungguhnya luka. Aku, bisikmu. Kauremas rambutku. Tidak. Kau berbohong. Luka itu, sesuatu yang kau ingin. Karena itu, jangan pernah merasa terluka, apalagi dilukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah aku bercerita. Hanya saja cerita ini bukan untuk hatimu yang luka, tapi untuk kita. Aku. Kau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu memanggilmu Hujan. Tentu saja karena kau wanita dengan nama yang indah. Tanpa sepenggal ingatan kanak-kanak. Kehadiran yang sering kali kauyakini tak bermula. Kau hanya merasa lahir dari pecahan waktu. Lebih meyakini sebagai sesuatu yang kosong, sunyi. Kemudian sebuah ruang memintamu, hati ini, kekasih, tapi kau selalu mematahkan cintaku dengan cara yang kadang amat melelahkan. Begitulah kau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu. Kuciptakan cinta yang berbeda. Hampir setiap pagi kukirimi kau sekeranjang puisi dan bunga rumput liar yang basah embun. Meski aku tahu, kau tak akan memaknai apa pun dalam kantukmu yang berat. Kekasih. Aku pernah teramat larut dengan debar di dada ini, apa mungkin kau pernah mengingatnya. Sedikit saja. Cobalah kaubuka kembali ruang masa lalu, pernah aku menangis di pelukanmu yang dingin dan menyerahkan sebilah belati sambil berkata gemetar: jika kau ingin membunuhku, bunuhlah aku dengan cara yang indah, mati sempurna sebagai pemuja cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau hanya tertawa ketika itu. Kau kira aku main sandiwara. Atau kau memang memilih menikmati kematianku dalam sekarat yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagiakah kau mendengar cerita ini. Aku tampak tolol bukan. Cinta. Ah, ah. Cinta.&lt;br /&gt;Sudahlah, kekasih. Cukup. Jangan kau minta aku bercerita lagi. Aku tidak ingin sampai pada ingatan yang akan membuatku menciptakan tangisan untuk sekian kali. Lagi pula aku tidak begitu percaya kau benar-benar mendengar ceritaku. Paling kau hanya ingin menguji sedalam apa aku pernah mencintaimu. Wanita, memang begitu, selalu ingin merasa dicintai. Kau menderita saat berpikir aku lebih mencintai wanita lain. Aku tahu. Aku mengenalmu diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Lelaki dapat mencintai dengan lebih sabar. Ia, bukan lagi aku. Untuk itu, hujan, kekasihku. Kau memilih. Walau ternyata bukan aku. Walau pilihanmu bukan harapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh basah. Seluruh.&lt;br /&gt;Hujan. Kita digulung hujan. Pasir. Ombak. Senja. Pulau-pulau hilang dalam sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya kita."&lt;br /&gt;"Ya."&lt;br /&gt;"Semua ditelan hujan."&lt;br /&gt;Aku. Kau. Berpegang tangan. Kita tengadahkan wajah sampai titik-titik hujan meninggalkan rasa nyeri yang menusuk. Kita belajar menghadapi rasa sakit.&lt;br /&gt;"Kau bahagia," tanyaku.&lt;br /&gt;"Kau?"&lt;br /&gt;"Entahlah, mungkin hanya perasaan tak bernama."&lt;br /&gt;Tawamu pecah. Kau memelukku erat.&lt;br /&gt;"Jika mungkin, aku ingin terus melewati hujan bersamamu."&lt;br /&gt;Jika mungkin. Jangan, kekasih. Berhentilah membangun apa pun yang sekiranya hanya akan menipu diri. Pertemuan ini tidak lebih dari perpisahan, kau tahu itu.&lt;br /&gt;"apa kita tidak boleh lagi membangun apa pun yang bisa membuat bahagia."&lt;br /&gt;"Mungkin tidak."&lt;br /&gt;"Mungkin."&lt;br /&gt;"Please....Aku tidak ingin membahas tentang mungkin. Semua selesai setelah ini, sampai hujan reda. Kita akan pulang, melupakan apa pun yang pernah."&lt;br /&gt;"Jika hujan tak pernah reda."&lt;br /&gt;"Sudahlah. Jangan memaksa begitu."&lt;br /&gt;"Kau berharap hujan segera reda. Kita berpisah. Jadi benar kau lebih mencintainya."&lt;br /&gt;"Kau mulai lagi."&lt;br /&gt;"Aku hanya ingin mendengarnya sekali saja."&lt;br /&gt;"Kemarin sudah kukatakan."&lt;br /&gt;"Hanya lewat telepon. Aku ingin kau mengatakannya saat mataku menatapmu."&lt;br /&gt;"Kau keterlaluan."&lt;br /&gt;"Jadi benar."&lt;br /&gt;"Kau tega."&lt;br /&gt;"Aku atau kau."&lt;br /&gt;"Kau."&lt;br /&gt;Diam. Hanyut. Haru, "Aku tidak ingin percaya, tapi ternyata benar kau tak mencintaiku."&lt;br /&gt;"Itu kesimpulanmu, tapi bisa saja benar."&lt;br /&gt;Angin menghempaskan daun-daun ru, jatuh dan terserak. Kau menangkapnya sejarak pandang, "seperti itukah rasanya."&lt;br /&gt;"Apa."&lt;br /&gt;"Terhempas."&lt;br /&gt;"Entah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang ngilu merayap. Menyentuh sepasang hati yang basah. Hujan. Lihatlah kita tergenang kesedihan yang bergelombang-gelombang. Kuyup. Kalau kau memang ingin, bawalah aku mengarungi lautmu yang meluap. Tapi kau tidak berani. Tidak ingin. Kau selalu hanya mampu mengulur mimpi. Hingga saat semua menjadi terlambat. dan semuanya jadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sisa pertemuan yang merupakan perpisahan tak bernama ini, sesaat, kita meyakini bahwa hidup memang hanya serpihan mimpi saja, sedang kenyataan kita sembunyikan dari ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu. Kita membuat dunia dalam hujan. Kau mengajakku bermain dengan pasir. Temani aku menciptakan cinta di laut dan pantai, pintamu. Aku memandang wajah basahmu, kujangkau matamu yang dalam. Hujan. Kau, seseorang yang namanya begitu indah, sekali ini kulihat benar-benar menjadi hujan yang ingin tumpah. Tumpahlah, kekasih. Mari kita bermain-main dalam hujan yang romantis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ingin berkata. Kuyakinkan, berkatalah. Biar kudengar rintik hujan di dadamu. Kuhangati kau dengan kesejatian yang tak pernah terbayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin kau menjadi hujan bersamaku." Kau meminta.&lt;br /&gt;"Jadikanlah aku hujan."&lt;br /&gt;"Kita akan meresap bersama dalam butir-butir pasir."&lt;br /&gt;"Tentu."&lt;br /&gt;"Kebahagiaan hanya milik kita."&lt;br /&gt;"Aku dan kau."&lt;br /&gt;"Sungguhkah."&lt;br /&gt;"Heem."&lt;br /&gt;"Ulurkan tanganmu."&lt;br /&gt;"Untuk apa."&lt;br /&gt;"Kita pergi sebelum hujan usai."&lt;br /&gt;"Hahahaha. Sudah. Sudah." Aku tertawa, kemudian terdiam.Speechless. Kita amat keterlaluan mempermainkan perpisahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ingin aku hilang pada musim lain yang datang bulan depan. Bagaimana bisa begitu. Kau selalu tidak adil. Sekali waktu kau ingin aku terpanggang api, pada saat lain kau pinta aku larut denganmu. Menjadi satu musim, hujan. Lalu ia. Lelaki yang kuyakini lebih mencintaiku, akan selalu menantikan kedatanganku selepas musim hujan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, kekasih. Bukan dendam yang ingin kubawa pada perjalanan yang sedang menungguku. Kita. Mungkin pernah, dan lupakanlah. Aku akan terus menjalani sekian musim. Tidak seperti kau yang hanya ingin menjadi hujan.&lt;br /&gt;Hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Purnama indah, seharusnya April berbunga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat jendela seseorang melempar pesan. Aku terkejut dan melempar pandang. Hanya malam kosong, pesan kosong. Sesuatu yang kosong kembali serasa hadir dengan irama hujan yang semu.kosong dengan mendung, tanpa bulan dan bintang.  Jauh dan sayup.&lt;br /&gt;Kau. Hujan. Tidak mungkin. Musimmu telah jauh meninggalkanku. Mimpi apa lagi yang lupa kau ulurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosong. Hanya sesuatu yang lirih dan nyaris tenggelam dalam kesunyian. Di kejauhan itu kau seperti diri tak berjiwa. Dingin. Berdiri dengan latar malam cekung di bawah bulan. Sesekali seringaimu tertangkap cahaya bulan. Kau mengirim rindu aroma kemboja. Bunga kesukaanmu, seingatku. Lalu. Sesuatu yang bagai lorong menarikmu dengan gerak teramat lambat. Kulihat pias kulit wajahmu dalam remang. Lorong cekung menangkap seluruh tubuhmu. Kau menolak dan berontak. Tanganmu menggapai-gapai. Ada yang ingin kaukatakan dengan gerak jarimu. Aku sungguh tak mampu membacanya. Terlalu absurd dan rumit. Mungkin bahasa hujan. Hujan. Seharusnya kau datang pada musimmu, biar kedatanganmu bisa kupahami dan tidak sekadar hadir sebagai sesuatu yang begini kosong. Sia-sia. Pesan kosong darimu jatuh di bawah bulan. Lihat. Bulan tertawa (Pertunjukkan yang benar-benar sempurna dari sekian purnama yang kusaksikan dari jendela ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesan singkat di HPku kubaca berulang-ulang sebelum kututup malam dan kubayangkan kau berkata: Kekasih, aku ingin menjadi hujanmu.&lt;br /&gt;Hujan. Kau pergi. Dan kau telah memilih untuk pergi dan menjauh.&lt;br /&gt;Dan kenapa terlalu jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Padang, Desember 2004&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cerpen &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A Mustofa Bisri&lt;/span&gt;  dengan beberapa editan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dimuat di Media Indonesia 01/09/2005 Telah Disimak 305 kali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diambil dari : http://www.sriti.com/story_view.php?key=1325&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3457624543340108361?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3457624543340108361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/04/kekasih-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3457624543340108361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3457624543340108361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/04/kekasih-hujan.html' title='Kekasih Hujan'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-6856193588767381116</id><published>2009-04-05T12:25:00.000+07:00</published><updated>2009-04-05T13:01:56.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Getaran Nurani'/><title type='text'>kau tahu itu..kau tahu aku..kau slalu begitu..dan slalu begitu...</title><content type='html'>waktu terus bergulir&lt;br /&gt;meninggalkan cerita&lt;br /&gt;buram dan sesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu terus bergulir&lt;br /&gt;entah hati ini akan memaafkan&lt;br /&gt;dan kau tidak merasakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu terus berlalu&lt;br /&gt;kau tersenyum&lt;br /&gt;aku hanya bisa memandangmu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;waktu terus bergulir&lt;br /&gt;ombakku tlah reda&lt;br /&gt;kapalmu berlabuh&lt;br /&gt;dan aku pun tenggelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu terus bergulir&lt;br /&gt;disini hampa&lt;br /&gt;slamat untukmu&lt;br /&gt;tak tahu kapan kita bertemu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by : Rahman Nur Wahyu di Kemudian.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-6856193588767381116?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/6856193588767381116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/04/kau-tahu-itukau-tahu-akukau-slalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/6856193588767381116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/6856193588767381116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/04/kau-tahu-itukau-tahu-akukau-slalu.html' title='kau tahu itu..kau tahu aku..kau slalu begitu..dan slalu begitu...'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3625517053002852155</id><published>2009-03-23T06:48:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T18:32:21.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta dan Cita'/><title type='text'>Sebuah Cinta Bagi Kehidupan (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta Tumbuh Di Bumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan dari Atsar dan kisah-kisah orang terdahulu, bahwa Adam diturunkan di India, sedangkan Hawa diturunkan di Jeddah. Mungkin dari sinilah asal nama “Jaddah” yang berarti nenek dalam bahasa arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah turun ke bumi, Adam terus mencari Hawa. Menysuri setiap jengkal daratan yang dilalui, membentang mulai dari India sampai ke jazirah Arab. Cinta yang ada pada hati Nabi Adam memberikan kekuatan ekstra yang dapat mengantarkannya menemukan sang pujaan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga, mereka berdua dapat bertemu kembali di gunung di Arafah, yakni Jabal Rahmah yang memiliki makna Gunung Kasih sayang. Jika kita perhatikan, kita akan mendapati bahwa Arafah itu lebih dekat dari Jeddah dan tentu sangat jauh dari India. Jadi Adamlah yang lebih bersusah payah serta lebih banyak mencari dari pada Hawa, hingga ia pun sampai kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekali lagi fitrah manusia bekerja. Dengan fitrah manusia bahwasannya yang melindungi adalah laki-laki, yang menjamin keamanan adalah laki-laki, yang bertanggung jawab untuk memberikan nafkah adalah laki-laki. Maka fitrah dalam diri Nabi Adam membimbingnya untuk segera mungkin menemukan hawa. Bukan Hawa yang harus mencari Adam, tapi adamlah yang mencari Hawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sungguh indah Allah menciptakan manusia. Lihat bagaimana kelebihan yang diberikan kepada Nabi Adam akan melengkapi kekurangan yang ada pada Hawa. Sedangkan kelebihan yang terdapat pada Hawa akan menyempurnakan kekurangan yang ada pada Nabi Adam. Ada ikatan yang jelas pada keduanya… Subhanallah….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa Yang Lebih Cinta?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kita dapati pada kitab-kitab tafsir, sebuah ungkapan yang sangat indah. Topik ini diceritakan dengan tenang, tidak dengan kebencian seperti dikatakan oleh sebagian orang. Al-Qurthubi (seorang ulama’ Tafsir) menyebutkan bahwa malaikat bertanya kepada nabi Adam, “Apakah engkau mencintai Hawa?” Adam menjawab,”Ya, tentu.” Kemudian malaikta bertanya kepada hawa, dengan pertanyaan yang sama,”Apakah engkau mencintai Adam?” Hawa menjawab “Tidak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana mungkin hawa menjawab seperti itu, padahal, di hatinya terdapat cinta yang berlipat-lipat dari cinta Adam kepadanya. Dalam jiwanya terdapat beribu-ribu kali lipat dari cinta Adam padanya… satu hal yang kami ketahui, Allah telah menghiasi dalam setiap diri wanita sebuah rasa malu. Sehingga wanita mampu menyimpan rasa cintanya jauh di dalam hati. Ia bisa berkata tidak, meskipun hatinya dengan lantang mengatakan Ya!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasa malu pada diri wanita inilah yang akan menjadikan wanita tampak lebih mempesona. Tanpa rasa malu, kemungkinan besar wanita akan menjadi makhluk yang rendah. Maka tidak heran, bahwa yang bertugas mengutarakan cinta adalah laki-laki dan yang meminang adalah laki-laki. Laki-laki tidak mungkin sanggup menyembunyikan rasa cintanya. Ia akan menampakkan cintanya secara nyata. Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbicara tentang “Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam,” yang menjadi pertanyaan adalah, “ mengapa hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, pada saat Adam sedang tertidur?” mengapa Hawa diciptakan ketika Adam sedang tidak siuman?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adam tidak merasakan sakit saat penciptaan Hawa. Seolah ia berada dalam pengaruh obat bius. Padahal perempuan, saat ia melaksanakan operasi bersalin, ia dalam keadaan sadar (siuman). Mereka (ulama) mengatakan, karena perasaan Hawa lebih kuat dari perasaan Adam. Ia tidak merasakan susah dengan operasi itu, atau merasakan sakitnya, sedangkan Adam tidak akan tahan dengan rasa sakit itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam diri wanita, akan kita jumpai juga kekuatan yang teramat sangat besar yang bersumber dari betapa kuat perasaannya. Hati wanita yang lebih lembut tersebut, akan sangat berperan bagi keberlangsungan kehidupan umat manusia. Karena jika kita bayangkan, bagaimana kehidupan dunia jika diciptakan dengan satu sisi saja, akan sangat membosankan….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Allah telah menciptakan dunia ini dengan begitu indah, karena Allah Maha Indah, yang menyukai keindahan… jagalah amanah Allah yang sangat indah ini….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Diedit dari Buku Dengarkan Suara hati karya ‘Amru Khalid halaman 101-102&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3625517053002852155?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3625517053002852155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/03/sebuah-cinta-bagi-kehidupan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3625517053002852155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3625517053002852155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/03/sebuah-cinta-bagi-kehidupan-2.html' title='Sebuah Cinta Bagi Kehidupan (2)'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-5423714287751577668</id><published>2009-03-23T06:38:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T18:36:03.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta dan Cita'/><title type='text'>Sebuah Cinta Bagi Kehidupan (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dimana Cinta Berawal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang cinta adalah pembahasan yang tiada akan habis-habisnya. Satu perkara yang paling banyak diperbincangkan oleh pemuda dan pemudi di seluruh dunia. Maka, dimanakah posisi cinta di dalam hati kita? Kita harus benar-benar jujur dan terbuka terhadap hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tentu akan sangat berhati-hati untuk masuk dalam pembahasan ini secara langsung. Sebagian pemuda mungkin akan berkata bahwa mereka telah mengetahui apa yang akan dibahas dalam masalah ini, hingga akan sangat banyak sekali yang tidak akan meneruskan untuk membaca hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada di dunia ini yang akan mampu mengartikan dan memberikan pengertian tentang cinta. Karena ia hanya bisa dirasakan dalam hati. Maka setiap orang berhak memberikan pengertian tentang cinta. Di sini saya hanya kana menyampaikan meneurut pandangan saya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Cinta: Sebuah Fitrah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah cinta merupakan naluri alami yang diciptakan Allah untuk manusia? Apakah manusia mungkin hidup tanpa cinta? Anda tentu tahu, bahwa saat ini berbicara tentang cinta dalam konteks agama. Anda boleh mengira bahwa kita akan mengatakan; ”Cinta adalah cintamu untuk ayah dan ibumu.”  Benar. Itu termasuk salah satu jenis cinta. Asal mula cinta tentu saja dari Allah SWT. Namun biarlah kita menanyakan; “mungkinkah manusia tidak butuh cinta, serta hidup tanpa cinta, tanpa mencintai dan dicintai?. Apakah hal itu mungkin?”  tentu saja jawabannya “Tidak.” Meski akan da yang menjawab “Mungkin.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi patut kita cermati, tak ada seorang pun yang hidup tanpa cinta. Kalau perasaan alami ini tidak Allah ciptakan niscaya manusia tidak akan mempunyai harapan untuk meneruskan hidup atau berkembang biak. Naluri inilah yang menjadi salah satu sebab yang menajdikan kehidupan berlangsung terus. Jadi, mana mungkin kita bisa berpikir untuk menghilangkan ataupun membuangnya dari kehidupan kita. Tidak mungkin juga kita berpura-pura menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagian orang akan mengira, bahwa pada saat kita sedang berbicara dalam konteks agama, maka tidak ada yang namanya cinta. Ini tentu saja merupakan anggapan yang keliru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Naluri untuk mencintai dan dicintai telah ada sejak dimulainya kehidupan; sejak diciptakannya Nabi Adam as. Dalam Hadits telah diceritakan bahwa Nabi Adam, saat ia memasuki surge ia merasa tidak nyaman. Walau ia telah berada dalam kenikmatan surgawi, ia merasakan ada sesuatu yang kurang. Ia merasakan bahwa ia membutuhkan sesosok pendamping. Ini bukan cerita khayalan, melainkan bersumber dari perkataan Nabi SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka tatkala Nabi Adam tertidur, Allah menciptakan sesosok makhluk lain. Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuknya. Saat ia terbangun dari tidurnya, ia melihat Hawa telah berada disampingnya. Nabi Adam berkata,”Siapa kamu?” Ia menjawab, “Aku perempuan”. “Siapa namamu?” “Namaku Hawa”. Mengapa kamu diciptakan?” Hawa menjawab,” Untuk tinggal…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kata “tinggal” ini adalah ketenangan. Hawa bukanlah budak Adam ataupun miliknya. Namun yang dimaksud disini adalah,”Wahai Adam, atau wahai setiap bani adam yang berada dimuka bumi sampai hari kiamat, tidak ada tempat ada tempat tinggal dan ketenangan bagimu, kecuali bila kamu berada disamping Hawa. Itulah agama dan pemahaman kita. Islam menempatkan fitrah sesuai dengan tempatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pandangan Terhadap Perempuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang menakjubkan, jika kita membaca kitab-kitab samawiyyah (agama langit: yahudi dan nasrani) atau kitab-kitab lain selain samawiyyah dalam agama-agama lain. Kita akan mendapati pandangan mereka terhadap kaum hawa sangat buruk dan terkesan dhalim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ia melihat perempuan bukan termasuk jenis manusia. Perempuan mempunyai derajat lebih sedikit dan lebih rendah daripada laki-laki. Diantara kitab-kitab itu ada yang berpandangan, bahwa Hawa-lah yang menyebabkan Adam jatuh ke dalam maksiat, penyebab turunnya Adam ke bumi, serta penyebab Adam memakan buah terlarang yang berarti Adam melanggar perintah Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Padahal, sebenarnya al-Qur’an sama sekali tidak pernah mengatakan seperti itu. Al-Qur’an meletakkan kesalahan itu kepada keduanya (Adam dan Hawa). Keduanya pula yang bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Mari kita renungkan ayat ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya. Dan setan berkata:” Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)&lt;/span&gt;” (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;al-A’raf [7]:20&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ayat ini tidak hanya berbicara mengenai Iblis yang telah menertawakan serta menipu haw saja, tetapi juga berbicara tentang iblis yang telah menggoda dan menggelincirkan mereka berdua. Tanggung jawab tersebut dipikul berdua. Keduanya telah memakan buah yang terlarang dan keduanya juga telah diturunkan ke bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi itu bukan semata-mata kesalahan Hawa saja, melainkan juga kesalahan Adam. Sekali lagi Islam meletakkan perkara ini pada posisi yang tepat. Perempuan diletakkan sejajar dengan kaum laki-laki. Hanya satu hal yang membedakan, hanya tanggung jawab. Wanita berada dibawah tanggung jawab laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bayangkan saja jika itu hanya kesalahan Hawa, maka hanya Hawa yang akan diturunkan ke dunia. Sungguh tidak adil. Hanya iman dan taqwa seseorang lah yang menjadikan Ia mulia…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wallahu a’lam….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Diedit dari Buku Dengarkan Suara hati karya ‘Amru Khalid halaman 99-101&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-5423714287751577668?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/5423714287751577668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/03/sebuah-cinta-bagi-kehidupan-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/5423714287751577668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/5423714287751577668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/03/sebuah-cinta-bagi-kehidupan-1.html' title='Sebuah Cinta Bagi Kehidupan (1)'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-1453991661029038168</id><published>2009-03-15T13:07:00.000+07:00</published><updated>2009-03-15T13:12:37.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Getaran Nurani'/><title type='text'>We'll Not Go Down</title><content type='html'>A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Michael Heart&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-1453991661029038168?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/1453991661029038168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/03/well-not-go-down.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/1453991661029038168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/1453991661029038168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/03/well-not-go-down.html' title='We&apos;ll Not Go Down'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3859469719664769900</id><published>2009-02-28T21:56:00.000+07:00</published><updated>2009-04-05T18:35:21.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>Secarik Pertanyaan Hati; Arti Kesadaran</title><content type='html'>jika kita berdo'a untuk jadi sabar...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita sabar...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa bersabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi hamba yang syukur...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita syukur...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa syukur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi hamba yang ikhlas...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita ikhlas...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa ikhlas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi orang yang bijaksana...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita bijaksana...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa berlaku bijaksana?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi orang yang adil...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita adil...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa berlaku adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk memiliki Ilmu Pengetahuan...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita pandai dan cerdas...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa memiliki Ilmu Pengetahuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi sabar...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita sabar...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa bersabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi berbakti pada orang tua...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita berbakti...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa berbakti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi sukses...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita sukses...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi saling menyayangi...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita saling menyayangi...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa saling menyayangi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk memiliki cinta...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan memberikan orang yang mencitai kita...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa memiliki cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi orang baik...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan menjadikan kita baik...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan kita untuk bisa berbuat baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita berdo'a untuk jadi memilikimu...&lt;br /&gt;apakah ALLAH akan mengabulkannya...&lt;br /&gt;ataukah memberikan kesempatan untuk memilikimu dengan jalan yang jauh lebih baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkanlah...&lt;br /&gt;Percayalah hidayah ALLAH dalam hatimu&lt;br /&gt;maka dengarkanlah kata hatimu&lt;br /&gt;Niscaya kau akan merasakan...&lt;br /&gt;Niscaya kau akan memahami...&lt;br /&gt;Niscaya kau akan menjadi lebih baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hikmah...&lt;br /&gt;ada banyak Kesempatan...&lt;br /&gt;kesempatan yang selalu ada...&lt;br /&gt;tinggal bagaimana... kita mengambil hikmah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MaHa Benar ALLAH...&lt;br /&gt;Aku Sungguh Mencintai-MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3859469719664769900?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3859469719664769900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/secarik-pertanyaan-hati-arti-kesadaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3859469719664769900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3859469719664769900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/secarik-pertanyaan-hati-arti-kesadaran.html' title='Secarik Pertanyaan Hati; Arti Kesadaran'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3573530867811792310</id><published>2009-02-27T16:01:00.000+07:00</published><updated>2009-03-05T20:28:32.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>Kau Saudaraku, tapi bukan Mahramku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Persaudaraan adalah nikmat terbesar yang dilimpahkan Alloh kepada setiap hambaNya yang beriman. Nikmat inilah yang terasa dimiliki oleh mereka yang berkecimpung dalam aktivitas da’wah. Dan ia akan terasa manis ketika bunga-bunga persaudaraan menghiasi kerja da’wah dalam sebuah organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak layak rasanya semua jika membuat kita terlena tatkala menikmati persaudaraan dalam kerja da’wah yang diamanatkan Alloh itu. Kita, terutama ikhwan-akhwat harus tetap waspada agar nikmat itu tidak menjelma menjadi laknat yang justru akan mencelakakan dan memerangkap kita ke dalam lembah fitnah yang mengancam setiap aktifitas da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin besar dan meluasnya kerja da’wah akhir-akhir ini, menuntut berbagai strategi baru di kalangan aktivis da’wah, yaitu ikhwan-akhwat juga sulit untuk dielakkan. Karena memang ruang lingkup kerja yang makin luas dan besar menuntut hal itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan ikhwan-akhwat yang bukan mahram dan belum menikah, tuntutan untuk “saling-salingan” pun muncul mengiringi perkembangan situasi itu. Saling menasehati, saling tolong-menolong , saling berpesan, saling telepon,saling misscalled, saling sms dan saling-saling lainnya. Hal ini tentu tidak terlepas dari alasan bahwa kita bersaudara dan ini berkaitan dan demi kerja da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu alasan ini bisa dibenarkan, karena memang seorang saudara memilikihak ukhuwah atas saudaranya. Namun, kita juga mesti waspada agar salin-salingan itu tidak menyeret para ikhwan dan akhwat ke sebuahlembah yang jauh dari kemuliaan dakwah di mata Allah SWT. Karena jika kita mau jujur, dalam interaksi keduanya , sangat tipis sebenarnya jarak yang membedakan mana yang memang murni da’wah dan menunaikan hak ukhuwah, dengan mana yang interaksi berbumbu niat-niat lain. Hanya diri kita sendiri dan Allah sajalah yang tahu maksud kita sesungguhnya (”Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati” Al-Mukmin : 19). Oleh sebab itu kita harus banyak bertanya dan jujur pada hati nurani sendiri. SMS atau Missed call misalnya, bukankah SMS atau missed call rindu bisa saja berjubah SMS atau Missed Call amanah da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekirannya fenomena itu memang ada atau memang sudah mulai mengemuka, maka suatu hal yang mesti kita sadari adalah, bahwa kita hanya terikat karena dan dalam da’wah. Dan kita menyadari bahwa ada aturan ikatan kekerabatan (mahram) diantara kita. Oleh sebab itu kita perlu “pemurnian” agar interaksi ikhwan dan akhwat itu betul-betul interaksi da’wah yang tak secuil apapun disekutui niat lain didalamnya. Kitalah yang harus cerdas membedakan, mana interaksi da’wah yang memang mesti ditunaikan dan mana interaksi yang menyimpang yang mesti tak kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini tidak bermaksud menggurui dan bukan pula bertujuan untuk mengajak kita memutus interaksi antara keduanya. Kami hanya menuntut proposionalitas menghadapi fenomena yang berpeluang menjadi fitnah ini. Kita mesti menempatkan segalanya sesuai porsi mereka masing-masing. Kita tidak bisa menafikkan bahwa kita juga sering lupa. Dan ingatlah, bahwa fitnah itu juga bersemi diladang-ladang kebaikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah Bahwa Allah Bersama Anda Dimana pun Anda Berada. Dia Mengawasi Anda dan Apa Saja Yang terlintas dipikiran Anda Pasti di KetahuiNya” (Hasan Al Banna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohu’ alam Bisshowab.&lt;br /&gt;sumber: myquran.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3573530867811792310?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3573530867811792310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/kau-saudaraku-tapi-bukan-mahramku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3573530867811792310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3573530867811792310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/kau-saudaraku-tapi-bukan-mahramku.html' title='Kau Saudaraku, tapi bukan Mahramku'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-7741723979614893305</id><published>2009-02-26T16:12:00.000+07:00</published><updated>2009-03-05T20:32:07.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>Kisah Indah Sang Khalifah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Siang di bumi Madinah, suatu hari. Matahari tengah benderang.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriknya sungguh garang menyapa hampir setiap jengkal kota dan pepasir lembah. Jalanan senyap, orang-orang lebih memilih istirahat di dalam rumah daripada bepergian dan melakukan perniagaan. Namun tidak baginya, lelaki tegap, berwajah teduh dan mengenakan jubah yang sederhana itu berjalan menyusuri lorong-lorong kota sendirian. Ia tidak peduli dengan panas yang menyengat. Ia tak terganggu dengan debu-debu yang naik ke udara. Ia terus saja bersemangat mengayun langkah. Sesekali ekor matanya berkerling ke sana ke mari seperti tengah mengawasi. Hatinya lega, ketika daerah yang dilewatinya sentosa seperti kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga ketika ia melewati salah satu halaman rumah seorang penduduk, tiba-tiba ia berhenti. Langkahnya surut. Pandangannya tertuju pada anak kecil di sana. Ditajamkan pendengarannya, samar-samar ia seperti mendengar suara lirih cericit burung. Perlahan ia mendatanginya dan dengan lembut ia menyapa bocah laki-laki yang tengah asyik bermain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Nak, apa yang berada di tanganmu itu?” Wajah si kecil mendongak, hanya sekilas dan menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paman, tidakkah paman lihat, ini adalah seekor burung,” polosnya ringan. Pandangan lelaki ini meredup, ia jatuh iba melihat burung itu mencericit parau. Di dalam hatinya mengalun sebuah kesedihan, “Burung ini tentu sangat ingin terbang dan anak ini tidak mengerti jika mahluk kecil ini teraniaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bolehkah aku membelinya, nak? Aku sangat ingin memilikinya,” suaranya penuh harap. Si kecil memandang lelaki yang tak dikenalnya dengan seksama. Ada gurat kesungguhan dalam paras beningnya. Lelaki itu masih saja menatapnya lekat. Akhirnya dengan agak ragu ia berkata, “Baiklah paman,” maka anak kecil pun segera bangkit menyerahkan burung kepada lelaki yang baru pertama kali dijumpainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu, lelaki ini merogoh saku jubah sederhananya. Beberapa keping uang itu kini berpindah. Dalam genggamannya burung kecil itu dibawanya menjauh. Dengan hati-hati kini ia membuka genggamannya seraya bergumam senang, “Dengan menyebut asma Allah yang Maha Penyayang, engkau burung kecil, terbanglah…terbanglah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sepasang sayap itu mengepak tinggi. Ia menengadah hening memandang burung yang terbang ke jauh angkasa. Sungguh, langit Madinah menjadi saksi, ketika senyuman senang tersungging di bibirnya yang seringkali bertasbih. Sayup-sayup didengarnya sebuah suara lelaki dewasa yang membuatnya pergi dengan langkah tergesa. “Nak, tahukah engkau siapa yang membeli burung mu itu? Tahukah engkau siapa lelaki mulia yang kemudian membebaskan burung itu ke angkasa? Dialah Khalifah Umar nak…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Malam-malam di kota Madinah&lt;/em&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih seperti malam-malam sebelumnya, ia mengendap berjalan keluar dari rumah petak sederhana. Masih seperti malam kemarin, ia sendirian menelusuri jalanan yang sudah seperti nafasnya sendiri. Dengan udara padang pasir yang dingin tertiup, ia menyulam langkah-langkah merambahi rumah-rumah yang penghuninya ditelan lelap. Tak ingin malam ini terlewati tanpa mengetahui bahwa mereka baik-baik saja. Sungguh tak akan pernah rela ia harus berselimut dalam rumahnya tanpa kepastian di luar sana tak ada bala. Maka ia bertekad malam ini untuk berpatroli lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah sudah tersusuri, malam sudah hampir di puncak. Angkasa bertabur kejora. Ia masih berjalan, meski lelah jelas terasa. Sesekali ia mendongak melabuhkan pandangan ke langit Madinah yang terlihat jelita. Maka ia pun tersenyum seperti terhibur dan memuja pencipta. Tak terasa Madinah sudah ditinggalkan, ia berjalan sudah sampai di luar kota. Dan langkahnya terhenti ketika dilihatnya seorang lelaki yang tengah duduk sendirian menghadap sebuah pelita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum wahai fulan,” ia menegur lelaki ini dengan santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah yang engkau lakukan malam-malam begini sendirian,” tambahnya. Lelaki itu tidak jadi menjawab ketika didengarnya dari dalam tenda suara perempuan yang memanggilnya dengan mengaduh. Dengan tersendat lelaki itu memberitahu bahwa istrinya akan melahirkan. Lelaki itu bingung karena di sana tak ada sanak saudara yang dapat diminta pertolongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah berlari maka ia pun pergi, menuju rumah sederhananya yang masih sangat jauh. Ia menyeret kakinya yang sudah lelah karena telah mengelilingi Madinah. Ia terus saja berlari, meski kakinya merasakan dengan jelas batu-batu yang dipijaknya sepanjang jalan. Tentu saja karena alas kakinya telah tipis dan dipenuhi lubang. Ia jadi teringat kembali sahabat-sahabatnya yang mengingatkan agar ia membeli sandal yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umm Kultsum, bangunlah, ada kebaikan yang bisa kau lakukan malam ini,” Ia membangunkan istrinya dengan nafas tersengal. Sosok perempuan itu menurut tanpa sepatah kata. Dan kini ia tak lagi sendiri berlari. Berdua mereka membelah malam. Allah menjadi saksi keduanya dan memberikan rahmah hingga dengan selamat mereka sampai di tenda lelaki yang istrinya akan melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umm Kultsum segera masuk dan membantu persalinan. Allah Maha Besar, suara tangis bayi singgah di telinga. Ibunya selamat. Lelaki itu bersujud mencium tanah dan kemudian menghampirinya sambil berkata, “Siapakah engkau, yang begitu mulia menolong kami?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki ini tidak perlu memberikan jawaban karena suara Ummi Kultsum saat itu memenuhi lengang udara, “Wahai Amirul Mukminin, ucapkan selamat kepada tuan rumah, telah lahir seorang anak laki-laki yang gagah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, betapa terpesona, mengenang kisah indah Khalifah Umar bin Khatab. Ia adalah seorang pemimpin negara, tapi sejarah mengabadikan kesehariannya sebagai orang sederhana tanpa berlimpah harta. Ia adalah orang yang paling berkuasa, tapi lembaran kisah hidupnya begitu penuh kerja keras dalam mengayomi seluruh rakyatnya. Ia adalah orang nomor satu tapi siang dan malamnya jarang dilalui dengan pengawal. Ia seorang penyayang meski kepada seekor burung. Ia sanggup berlari tanpa henti demi menolong seorang perempuan tak dikenal yang akan melahirkan. Dan ia melakukannya sendiri. Ia melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Indah Sang Khalifah&lt;br /&gt;eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-7741723979614893305?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/7741723979614893305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/kisah-indah-sang-khalifah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7741723979614893305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7741723979614893305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/kisah-indah-sang-khalifah.html' title='Kisah Indah Sang Khalifah'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-8974444418607427322</id><published>2009-02-24T16:59:00.000+07:00</published><updated>2009-03-14T08:58:25.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Hukum Islam'/><title type='text'>PEMBARUAN HUKUM KELUARGA DI DUNIA MUSLIM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PEMBARUAN HUKUM KELUARGA DI DUNIA MUSLIM :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah, Gerakan dan Perbandingan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Yusdani&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abstract &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The modern legislation in the field of law, especially in the family law at beginning of twentieth century entered and influenced on the Moslem family law. The characteristics of modern legislation was unification, codification, written,  and the certainty of law. Toward the demand and the challenge of modern legislation, Moslem Countries have applied the books of fiqh that produced in the classical and the medieval period emerged ambivalent attitude. On one hand a group of Moslem scholar of fiqh thought that they must be guided by the books of fiqh school. On the other, they thought, they needed to harmonize the materials of law in the books of fiqh school with demanding modern legislation, for instance that conducted by Egypt, Pakistan, and Indonesia.  So in the context of how to place the position of the result of thinking in family law in modern of Moslem world proportionally, it is urgent to research why and what background of the family law reform in Egypt, Pakistan, and Indonesia by using historical and comparative approach. The result of this research indicates that (1)the reason for Egypt, Pakistan and Indonesia to reform the family law is to fulfill the demand and the challenge of modern legislation,(2) the method of family law  reform in three countries above combines the principle of the public interest and the method of siyasah, tatbiq, takhayyur and tajdid, (3) the materials of family law in three countries, either in the Marriage act, in heritance law, in testament law or the others remove from the books of fiqh, and in many cases of the materials differ from the books of fiqh fundamentally.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key  words : Modern Legislation, Moslem Family Law, Reform&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Pada zaman modern, khususnya abad ke-20, bentuk-bentuk literatur hukum Islam telah bertambah dua macam, selain fatwa, keputusan pengadilan agama, dan kitab fiqh. Adapun yang pertama ialah Undang-Undang yang berlaku di negara –negara muslim khususnya mengenai hukum keluarga. Sedangkan yang kedua adalah Kompilasi Hukum Islam yang sebenarnya merupakan inovasi Indonesia. kompilasi bukan kodifikasi, tetapi juga bukan kitab fiqh (Mudzhar, 1999:113).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sikap para ulama terhadap diundangkannya materi-materi hukum keluarga di negara-negara muslim telah menimbulkan pandangan pro dan kontra, bahkan perdebatan sengit antara ulama-ulama yang tetap ingin mempertahankan ketentuan-ketentuan hukum yang lama dengan kalangan pembaru baik dalam persoalan-persoalan, baik yang menyangkut metodologi maupun substansi hukumnya (Donohue dan Esposito,1995: 365-366). Sebagai contoh misalnya, dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Undang-Undang No.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, umat Islam Indonesia telah memiliki peraturan perundang-undangan yang memadai untuk mengatur masalah-masalah keluarga, perkawinan, perceraian dan warisan. Sementara sebagian ulama tradisional Indonesia masih ada yang belum sepenuhnya memahami atau menyetujiui berbagai aturan dalam kedua undang-undang tersebut karena dianggap tidak selamanya sesuai dengan apa yang termuat dalam kitab-kitab fiqh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Akan tetapi sebagian ulama lain merasa bangga dengan lahirnya kedua undang-undang itu karena dianggap sebagai kemajuan besar dalam perkembangan pemikiran hukum Islam di Indonesia. Apalagi dengan disepakatinya hasil Kompilasi Hukum Islam oleh para ulama Indonesia pada tahun 1988 yang kemudian diikuti oleh Instruksi Presiden No. 1 tanggal 10 Juni 1991 untuk menyebarluaskan dan sedapat mungkin menerapkan isi kompilasi tersebut, hal ini telah menandai lembaran baru dalam perkembangan pemikiran Islam di Indonesia khususnya dalam bidang hukum keluarga (Mudzhar,1999 : 173).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk meletakkan hasil pemikiran hukum Islam dalam bidang hukum keluarga di dunia muslim secara benar dalam perspektif perkembangan pemikiran hukum Islam,  penelitian terhadap materi-materi atau naskah-naskah kitab undang-undang hukum keluarga yang berlaku di negara-negara muslim menjadi penting. Oleh karena itu, penelitian ini diberi judul Pembaruan Hukum Keluarga di Dunia Muslim : Sejarah, Gerakan dan Perbandingan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PERMASALAHAN     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berpangkal tolak dari dasar-dasar  pemikiran di atas, yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Mengapa  kaum muslim pada era moderen di satu pihak melakukan pembaruan hukum keluarga sedangkan di sisi lain kaummuslim masih terikat dengan fiqh mazhab ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.Bagaimana  negara-negara muslim di atas melakukan mereformasi hukum keluarga mereka ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.Materi-materi  apa  dalam undang-undang hukum keluarga  yang berlaku di negara-negara muslim berbeda secara fundamental dengan kitab-kitab fiqh ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;STUDI PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Negara-negara muslim di dunia ini dalam hubungannya dengan reformasi hukum keluarga dapat dikategorikan menjadi (1) Negara muslim yang sama sekali tidak mau melakukan pembaruan dan masih tetap memberlakukan hukum keluarga sebagaimana yang tertuang dalam kitab-kitab fiqh dari mazhab yang dianut. Saudi Arabia merupakan contoh dari negara muslim yang termasuk kategori ini, (2) Negara muslim yang sama sekali telah meninggalkan hukum keluarga Islam (fiqh) dan sebagai gantinya mengambil hukum sipil Eropa. Turki adalah contoh negara yang termasuk kelompok ini, dan (3) Negara-negara muslim yang berusaha memberlakukan hukum keluarga Islam setelah mengadakan pembaruan. Di antara negara yang termasuk kelompok ini adalah Mesir, Tunisia, Pakistan dan Indonesia (Anderson, 1975:82-91).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pembaruan dalam bidang hukum keluarga di dunia muslim ditandai tidak saja oleh penggantian hukum keluarga Islam (fiqh) dengan hukum-hukum Barat, tetapi juga oleh perubahan-perubahan dalam hukum Islam itu sendiri yang didasarkan atas reinterpretasi (penafsiran kembali) terhadap hukum Islam sesuai dengan perkembangan penalaran dan pengamalannya. Dengan cara inilah hukum keluarga di dunia muslim  mengalami perubahan. Tujuan utama pembaruan hukum keluarga tersebut adalah meningkatkan status atau kedudukan kaum wanita dan memperkuat hak-hak anggota keluarga (Donohue dan Esposito,1995:364-365). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di samping itu, ada juga pembahasan persoalan gender dan dampaknya terhadap perkembangan hukum Islam” yang memfokuskan pada permasalahan bahwa pembaruan hukum keluarga di dunia muslim bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan derajat kaum wanita (Mudzhar,1999:121). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pembahasan pembaruan hukum keluarga di negara-negara muslim tersebut ada penelitian atas 22 negara muslim yang terdiri dari 13 negara Arab dan 9 negara non-Arab. Pembahasan di atas meliputi latar belakang sejarah pembaruan hukum keluarga di negara-negara muslim, teks-teks perundang-undangan masing-masing dari 22 negara, dan mempergunakan analisa perbandingan (Mahmood,1987). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penelitian-penelitian di atas belum membahas secara rinci mengenai hal-hal yang melatarbelakangi munculnya pembaruan pemikiran hukum keluarga di dunia muslim, sifat dan metode ijtihad yang dipergunakan kaum muslim dalam mereformasi hukum keluarga dan bagaimana meletakkan hasil pemikiran hukum Islam dalam bidang hukum keluarga di dunia muslim secara benar dan bertanggungjawab dalam perspektif perkembangan pemikiran hukum Islam.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KERANGKA TEORI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam perspektif historis, pembaruan hukum Islam menampakkan diri dalam bentuk (1) kodifikasi (pengelompokkan hukum yang sejenis ke dalam kitab undang-undang) hukum Islam menjadi hukum perundang-undangan negara, yang dinamakan sebagai doktrin siyasah,(2) tidak terikatnya umat Islam hanya pada satu mazhab hukum tertentu, yaitu disebut doktrin takhayyur(seleksi) pendapat yang paling dominan dalam masyarakat, (3) penerapan hukum terhadap peristiwa baru, yang disebut doktrin tatbiq, dan (4) perubahan hukum dari yang lama kepada yang baru yang dinamakan tajdid-reinterpretasi(Coulson,1994:149-185). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;METODE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penelitian ini bersifat penelitian pustaka (library research) yang sumber utamanya adalah buku Personal Law in Islamic Countries : History, Texts and Comparative Analysis karya Tahir Mahmood yang diterbitkan di New Delhi oleh penerbit Academy of Law and Religion 1987. Di samping sumber tersebut juga didukung buku-buku dan jurnal yang secara langsung berhubungan dengan pokok permasalahan penelitian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Negara muslim yang peneliti teliti dalam penelitian ini adalah tiga negara, yaitu Mesir mewakili negara muslim Timur Tengah yang termasuk negara muslim yang memperbarui hukum keluarga periode awal, Pakistan mewakili negara muslim Asia Selatan yang melakukan pembaruan hukum keluarga periode kedua dan Indonesia mewakili kawasan Asia Tenggara yang memperbarui hukum keluarga termasuk periode akhir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini mengkombinasikan pendekatan normatif dan pendekatan historis. Pendekatan normatif  adalah melihat aturan-aturan yang terkandung dalam hukum keluarga Mesir, Pakistan dan Indonesia. Sedangkan yang dimaksud dengan pendekatan historis yaitu melihat bagaimana latar belakang sejarah timbulnya pembaruan hukum keluarga di Mesir, Pakistan dan Indonesia dahulu, bagaimana perkembangannya masa kini dan bagaimana pula prospeknya pada masa mendatang, dengan kata lain pendekatan yang peneliti pergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah sosial (Mudzhar,1998:105). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Metode analisis yang peneliti pergunakan dalam  penelitian ini adalah content analysis atau analisis isi (Muhajir,1993:49) terhadap materi-materi perundang-undangan hukum keluarga yang berlaku di Mesir, Pakistan dan Indonesia. Analisis isi tersebut dilakukan dengan langkah-langkah atau prosedur ekstraksi dan reduksi data  yang memperhatikan obyektivitas, sistematis dan generalisasi. Kemudian dilakukan interpretasi, abstraksi (Mahfud,1999:14) dan penjabaran (Sutiyoso,1999:133) terhadap isi atau kandungan yang terdapat dalam perundang-undangan hukum keluarga Mesir, Pakistan dan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Di samping itu, peneliti juga menggunakan analisa perbandingan  antarmateri perundang-undangan hukum keluarga yang berlaku di negara-negara muslim dan antara perundang-undangan hukum keluarga yang sekarang berlaku di Mesir, Pakistan dan Indonesia dengan kitab-kitab fiqh, dan akhirnya peneliti membuat kesimpulan.     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.Hukum Keluarga Mesir,  Pakistan dan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Undang-undang yang terbit di bidang hukum keluarga di Mesir adalah Ordonansi Susunan Pengadilan Agama tahun 1897, Undang-Undang No. 25 tahun 1929 tentang Beberapa Ketentuan Hukum Keluarga, Undang-Undang No. 78 tahun 1931 tentang Susunan Pengadilan Agama, Undang-Undang Kewarisan dan Wasiat dan Undang-Undang Wakaf yang terbit tahun 1943 dan 1946, dan Undang-Undang No. 44 tahun 1979 tentang Beberapa Ketentuan Hukum Keluarga. Sedangkan undang-undang terpenting mengenai keluarga di Pakistan adalah Child Marriage Restraint Act,1929, Dissolution of Muslim Marriages Act, 1939 dan Muslim Family Laws Ordinance,1961(Siraj,1993:104).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Asal muasal pengadilan agama di Indonesia dapat ditelusuri dari penghulu atau kepala administrasi masjid daerah, yang mengurusi urusan keluarga serta warisan dari sejak abad ke-16. Pada saat itu. Pengadilan agama dilaksanakan di serambi masjid dan keputusannya didasarkan pada mazhab Syafi’i ( Cammack,1992 :30). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada tahun 1882 dikeluarkan dekrit yang menetapkan pengadilan dalam bentuknya yang sekarang. Dekrit ini menetapkan bahwa pengadilan agama harus didirikan di daerah yang telah mempunyai pengadilan pemerintah dan wilayah yuridiksi pengadilan agama harus pula bersinggungan dengan wilayah pengadilan pemerintah (Cammack,1992:30). Pada tahun 1946 pemerintah Indonesia menetapkan suatu keputusan agar umat Islam mencatatkan perkawinan dan perceraian mereka ( UU No,22/1946).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pada tahun 1974  pemerintah Indonesia bersama DPR menetapkan UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan sebagai undang-undang perkawinan nasional Indonesia, yang kemudian disusul dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No.9 tahun 1975 sebagai petunjuk pelaksanaan UU No.1 tahun 1974 tersebut ( Mahmood, 1987 : 207 dan 212). Kemudian pada tahun 1983 keluar Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1983 tentang peraturan Poligami bagi Pegawai Negeri Sipil Indonesia (Mudzhar,1999: 117).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Perkembangan selanjutnya adalah pada tahun 1989 Pemerintah Indonesia bersama DPR mengesahkan UU No. 7 tahun 1989 tentang UU Peadilan Agama yang berisi berbagai peraturan beracara di pengadilan Agama. Kemudian disusul dengan terbitnya Kompilasi Hukum Islam (KHI). Kompilasi Hukum Islam tersebut didukung oleh Inpres No. 1 tahun 1991 sebagai peraturan untuk pemasyarakatannya.  Kompilasi di atas sebenarnya adalah inovasi Indonesia. Kompilasi bukan kodifikasi, tetap juga bukan kitab fiqh ( Mudzhar,1999 :113).  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.Masalah batas umur untuk kawin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pasal 7 ayat (1) Undang-undang perkawinan No. 1 tahun 1974 menyatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun. Sedangkan  Hukum Keluarga di Mesir menjelaskan bahwa perkawinan hanya dapat diizinkan jika laki-laki berumur 18 tahun dan wanita berumur 16 tahun, demikian juga dalam Hukum Keluarga di Pakistan dinyatakan bahwa  perkawinan dapat dilakukan jika laki-laki sudah berumur 18 tahun dan wanita berumur 16 tahun (Mahmood, 1987 :270).  Batas umur kawin untuk Indonesia di atas, jika dibandingkan dengan batas umur kawin  baik di Mesir maupun Pakistan sebenarnya sama, kecuali untuk laki-laki  relatif tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3..Masalah pencatatan perkawinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pasal 2 ayat (2) UU Perkawinan No.1 tahun 1974 menyatakan bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Usaha untuk menetapkan pencatatan perkawinan di Mesir dimulai dengan terbitnya Ordonansi Tahun 1880 yang berisi ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan pegawai-pegawai pencatat nikah dan dasar-dasar pemilihan dan pengangkatan mereka serta menyerahkan pelaksanaan pencatatan nikah itu kepada kemauan para pihak yang berakad dan pertimbangan kepentingan mereka. Ordonansi Tahun 1880 itu didikuti dengan lahirnya Ordonansi Tahun 1897 yang pasal 31-nya menyatakan bahwa gugatan perkara nikah atau pengakuan adanya hubungan perkawinan tidak akan didengar oleh pengadilan setelah meninggalnya salah satu pihak apabila tidak dibuktikan dengan suatu dokumen yang bebas dari dugaan pemalsuan. Sedangkan di Pakistan telah timbul pemikiran tentang kewajiban mencatatkan perkawinan dengan ditetapkannya suatu ketentuan yang termuat dalam pasal 5 Ordonansi Hukum Keluarga Islam Tahun 1961 (Muslim Family Laws Ordinance,1961). Dalam pasal ini ditegaskan bahwa yang berwenang mengangkat pejabat-pejabat pencatat nikah dan mengizinkan mereka untuk melakukan pencatatan akad nikah adalah Majelis Keluarga(Union Council) dan bahwa majelis ini memberi izin untuk melakukan pekerjaan tersebut hanya kepada satu orang pada setiap daerah tertentu. Sesuai dengan pasal tersebut, perkawinan yang tidak dicatat tidaklah dianggap batal. Hanya saja para pihak berakad dan saksi yang melanggar ketentuan ordonansi itu dapat dihukum karena tidak mencatatkan nikah itu, dengan hukuman penjara selama-lamanya tiga bulan dan hukuman denda setinggi-tingginya seribu rupiah. Ketentuan hukuman ini sama sekali tidaklah bertentangan dengan dengan asas-asas pemikiran hukum pidana Islam, yang justru memberi hak kepada penguasa untuk memberikan hukuman ta’zir bila diperlukan guna mempertahankan kepentingan-kepentingan yang dikehendaki oleh syara’ (Siraj,1993:106). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Dari tiga negara tersebut terdapat kesamaan pandangan tentang perlunya akad nikah diaktakan. Pentingnya diaktakan akad perkawinan di atas karena menyangkut persoalan asal-usul anak, kewarisan dan nafkah. Akan tetapi tiga negara di atas belum sampai kepada sikap dan pandangan bahwa pencatatan nikah termasuk rukun baru dari akad nikah. Hal ini dapat dilihat dari masih dianggap sah suatu pernikahan yang tidak dicatat.          &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Masalah cerai di depan pengadilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pasal 39 ayat (1) UU Perkawinan No. 1 tahun 1974 menyatakan bahwa perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Aturan ini berbeda dengan kitab-kitab fiqh klasik yang menyatakan bahwa talak dapat terjadi dengan pernyataan sepihak  dari suami, baik secara lisan maupun  tertulis, secara bersungguh-sungguh atau bersenda gurau (Mudzhar,1999:116). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di Pakistan, menurut UU tahun 1961 dinyatakan bahwa seorang suami masih dapat menjatuhkan talak secara sepihak di luar pengadilan, tetapi segera setelah itu ia diwajibkan melaporkannya kepada pejabat pencatat perceraian yang kemudian akan membentuk Dewan Hakam (Arbitrasi) untuk menengahi dan mendamaikan kembali pasangan suami isteri itu. Jika setelah 90 hari usaha perdamaian itu gagal, talak itu berlaku.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di Mesir sampai terbitnya Undang-Undang Tahun 1979 tentang beberapa ketentuan hukum keluarga  menghendaki dibatasinya hak talak suami dengan cara mewajibkannya mencatatkan talak pada waktu dijatuhkan dan memberitahukan kepada isterinya. Jika tidak, ia dapat dikenai hukuman kurungan selama-lamanya enam bulan dan denda sebanyak-banyaknya dua ratus pound, dan talak hanya menimbulkan akibat hukum sejak dari tanggal diketahuinya oleh isteri. Undang-undang itu juga menetapkan untuk janda yang ditalak setelah dicampuri suatu pemberianmutah yang besarnya sama dengan nafkah selama dua tahun (Mahmood,1987: 31-32).       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Poligami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pasal 3 ayat (1) dan (2) UU Perkawinan No. 1 tahun 1974 menyatakan bahwa pada dasarnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri. Juga seorang wanita hanya bolaeh mempunyai seorang suami. Pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Kemudian dalam PP No.9 tahun 1975 pasal 40 dinyatakan bahwa apabila seorang suami bermaksud untuk beristeri lebih dari satu, ia wajib mengajukan permohonan secara tertulis kepada pengadilan. Ketentuan-ketentuan tersebut pada dasarnya mempersulit terjadinya poligami, bahkan bagi pegawai negeri berdasarkan PP No. 10 tahun 1983 poligami praktis dilarang.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Di Mesir menurut pasal 6 Undang-Undang tahun 1979 dan Ordonansi tahun 1929 (Mahmood,1987 :273-274)poligami dianggap sebagai menyakiti isteri sehingga memberinya hak untuk meminta pemutusan perkawinan selama ia tidak setuju atau belum lewat waktu satu tahun sejak ia mengetahui kejadian pernikahan suaminya dengan wanita lain. Hal ini berbeda dengan keadaan sebelumnya hak minta pemutusan perkawinan itu diberikan kepada isteri apabila dengan poligami itu terbukti adanya kesakitan yang dialami isteri (Siraj,1993 : 108-109).      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Hukum Pakistan mengikuti garis perkembangan yang sama dalam masalah poligami. Dalam Undang-Undang Pemutusan Perkawinan Islam Tahun 1939 dinyatakan bahwa wanita berhak minta pemutusan perkawinan apabila terbukti ia mendapat kesakitan karena poligami. Kemudian diterima pandangan yang membatasi poligami, akan tetapi dilakukan dengan cara yang berbeda dengan cara yang diambil oleh hukum Mesir. Ordonansi Pakistan Tahun 1961 menyatakan wajibnya seorang yang ingin melakukan poligami memperoleh persetujuan majelis keluarga yang akan mengangkat suatu badan arbitrasi yang mencakup wakil isteri , dan badan arbitrasi ini tidak akan mengeluarkan persetujuan sang suami mengambil satu isteri lagi sebelum ia yakin betul terhadap keadilan dan perlunya suami kawin lagi. Pasal 6 Ordonansi Pakistan Tahun 1961 itu menetapkan bahwa suami yang melakukan perkawinan kedua dengan wanita lain tanpa memperoleh persetujuan tersebut, dapat dikenakan hukuman penjara selam-lamanya satu tahun dan denda sebanyak-banyaknya lima ribu rupiah, dan isteri terdahulu memperoleh hak atas talak (Mahmood,1987:245-246).   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dari sudut pandangan fuqaha modern, dengan menetapkan hukuman seperti itu atas semata-mata poligami, ordonansi tersebut telah sampai pada batas pelanggaran terhadap filsafat fiqh yang menegaskan bahwa tidak ada hukuman dalam melakukan perbuatan yang dibenarkan syara’(Siraj,1993:109). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6.Bagian warisan anak laki-laki dan perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pasal 176 Kompilasi Hukum Islam Indonesia menyatakan bahwa jika anak perempuan menjadi ahli waris bersama-sama anak laki-laki, bagian anak laki-laki adalah dua berbanding satu dengan anak perempuan. Kemudian pasal 183 Kompilasi Hukum Islam tersebut menyatakan bahwa para ahli waris dapat bersepakat melakukan perdamaian dalam pembagian harta warisan setelah masing-masing menyadari bagiannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ide pokok dari kedua diktum  di atas adalah bahwa sesuai dengan ajaran Alquran, bagian anak laki-laki adalah dua kali lipat bagian anak perempuan, tetapi untuk memberikan bagian yang sama kepada ahli waris laki-laki dan perempuan asalkan para ahli waris itu sendiri sepakat demikian. Demikianlah cara ulama Indonesia melakukan kompromi dengan budaya lokal ( Mudzhar,1999:119). Di Mesir dan Pakistan tidak ada yang mempersoalkan masalah besarnya bahagian laki-laki dan wanita, dua berbanding satu ini  (Mudzhar,1998:184).        &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. Wasiat wajib  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pada tahun 1946 lahir Undang-Undang Kewarisan Mesir yang berisi pemecahan fiqh terhadap masalah tidak diberikannya bagian warisan kepada cucu-cucu yang ayah atau ibu mereka telah meninggal lebih lebih dahulu dari kakek atau nenek mereka, dan tertutupnya cucu-cucu tersebut oleh orang-orang dari lapisan yang lebih di atas dari mereka. Pemecahan cemerlang yang diberikan oleh undang-undang ini tercermin dalam konsep wasiat wajib yang didasarkan pada pengandaian bahwa kakek atau nenek telah berwasiat untuk cucu-cucunya dengan sejumlah peninggalan yang besarnya sama dengan bagian yang sedianya akan diterima oleh ayah atau ibu mereka yang telah meninggal semasa hidupnya kakek atau nenek mereka ( Mahmood,1987 : 303 dan Siraj,1993:112-113).  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sedangkan di Pakistan, Ordonansi 1961 berpegang kepada prinsip penggantian tempat  secara penuh oleh para cucu terhadap orangtua mereka yang sudah meninggal sewaktu kakek/nenek masih hidup. Cucu-cucu tersebut mengambil bagian ayah mereka seandainya ia masih hidup pada waktu meninggalnya kakek/nenek. Oleh karena itu, seandainya seseorang wafat dan meniggalkan seorang anak lelaki dan seorang anak lelaki dari anak lelaki yang ayahnya telah meninggal lebih dahulu dari seorang, serta anak perempuan dari anak perempuan yang ibunya juga telah meninggal lebih dahulu dari seorang yang wafat tersebut, harta peninggalan dibagi lima bagian :anak lelaki simati mengambil dua bagian, cucu lelaki dari pancaran anak lelaki mengambil dua bagian juga dan cucu perempuan pancaran perempuan mengambil satu bagian yang sedianya akan diambil oleh ibunya seandainya ibunya masih hidup (Siraj,1993:114 dan Mahmood,1987:303). Ketentuan yang dipegangi oleh Ordonansi Pakistan ini, seperti dikatakan Coulson, sangat kontras dibandingkan dengan cara undang-undang Mesir menangani problem yang sama melalui wasiat wajib, suatu sistem yang jelas dapat ditemukan dasar-dasarnya dalam sumber-sumber fiqh tradisional ( Coulson,1994:203).   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengenai wasiat wajib terhadap  cucu yatim, pasal 185 Kompilasi Hukum Islam Indonesia menyatakan bahwa ahli waris yang meninggal lebih dahulu daripada si pewaris, kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya. Pasal ini sesuai dengan ijtihad para ulama Mesir yang melalui Hukum Waris tahun 1946 menyatakan bahwa seorang anak yang lebih dahulu meninggal dunia dan meninggalkan anak pula, cucu itu mengantikan ayahnya dalam mewarisi kakeknya atau neneknya dengan cara memperoleh wasiat wajib tidak lebih  dari sepertiga harta. Dalam kitab-kitab fiqh klasik tentu saja ketentuan-ketentuan demikian itu tidak ada, karena warisan pada dasarnya hanya untuk ahli waris yang masih hidup. Langkah Mesir itu dipandang lebih mendekati keadilan (Mudzhar,1998:184)                                                                                                           &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai penutup dari pembahasan-pembahasan terdahulu, dapat  dikemukakan kesimpulan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.Bahwa reformasi hukum keluarga yang dilakukan oleh Mesir, Pakistan dan Indonesia merupakan upaya menjawab tantangan modernitas dalam bidang hukum keluarga, karena pemahaman konvensional  yang mapan tentang berbagai ayat Alquran, hadis dan kitab-kitab fiqh tidak mampu menjawab tantangan dan problema hukum keluarga yang muncul pada era moderen. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.Bahwa metode ijtihad yang dipergunakan oleh Mesir, Pakistan dan Indonesia dalam memperbarui hukum keluarga adalah mengkombinasikan berbagai metode ijtihad yang biasanya dipergunakan oleh ulama usul al-fiqh -maslahat- dengan mempertimbangkan tuntutan legislasi modern.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.Bahwa materi-materi  hukum keluarga di Mesir, Pakistan dan Indonesia baik dalam bidang perkawinan, warisan, wasiat dan lain-lain telah bergeser dari kitab-kitab fiqh mazhab bahkan dalam hal-hal tertentu materi-materi hukum keluarga tersebut berbeda secara fundamental dari kitab-kitab fiqh.       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abdullah, Sulaeman.1996. Dinamika Qiyas dalam Pembaharuan Hukum Islam: Kajian Konsep Qiyas Imam Syafi’i. Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abdurrahman.1992. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta : Akademika Pressindo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ahmad, Amrullah dkk (Ed.). 1996. Dimensi Hukum Islam  dalam Sistem Hukum Nasional: Mengenang 65 Th Prof.Dr.H. Bustanul Arifin, SH. Jakarta: Gema Insani Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anderson, J.N.D 1975. Islamic Law in the Modern World. New York :New York University Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anderson, J.N.D. . 1976. Law Reform in the Muslim World. London : University of London Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cammack,Mark.1993. “Hukum Islam dalam politik Hukum Orde Baru “ dalam Sudirman Tebba (editor ) Perkembangan Hukum Islam di Asia Tenggara Studi Kasus Hukum Keluarga dan Pengkodifikasiannya. Bandung : Mizan. Hlm. 27-54. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Coulson, N.J. 1969.  Conflicts and Tensions in Islamic Jurisprudence. Chicago dan London: the University of Chicago Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Coulson, N.J.1994. A History of Islamic Law. Edinburgh: Edinburgh University Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Donohue, John J.. dan John L. Esposito.1995. Islam dan Pembaharuan Ensiklopedi Masalah-Masalah. Kata Pengantar M. Amin Rais.Terj.Machnun Husein dari judul asli Islam in Transition : Muslim Perspective. Jakarta : Radjawali Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Esposito, John L..1982. Women in Muslim Family Law. Syracus: Syracus University Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Faruki, Kemal.1965. “ Orphaned Grandchildren in Islamic Succession Law”, dalam  Islamic Studies. Karachi, Vol.3, hlm.262. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Islam, Negara dan Hukum.1993. – Kumpulan karangan  di bawah redaksi Johannes den Heijer dan Syamsul Anwar. Jakarta : INIS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jauziyah, Ibn al-Qayyim al. 1955. A’lam al-Muwaqi’in. Mesir: Maktabah at-Tijariyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jaziri,Abd al- Rahman al-. Tanpa Tahun. al-Fiqh ala Mazahib al-Arba’ah. Mesir : Maktabah al-Tijariyah al-Kubra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Khallaf, Abdul Wahhab.Tanpa Tahun. Ilm Usul al-Fiqh. Mesir : Maktabah ad-Dakwah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mahmood, Tahir.1972. Family Law Reform in the Muslim World. Bombay:Tripathi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mahmood, Tahir.1987. Personal Law in Islamic Countries : History, Text and Comparative Analysis. New Delhi : Academy of Law and Religion.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;MD. Moh. Mahfud, Sidik Tono dan Dadan Muttaqien (Editor).1993. Peradilan Agama dan Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia. Yogyakarta : UII-Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;M.D. , Moh. Mahfud.1999. Karakter Produk Hukum Zaman Kolonial dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karakter Produk Hukum pada Zaman Penjajahan di Indonesia. Yogyakarta :UII-Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mu’allim, Amir  dan  Yusdani. 1999. Konfigurasi Pemikiran Hukum Islam. Yogyakarta : UII-Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mudzhar, M. Atho. 1998a. Pendekatan Studi Islam  dalam Teori dan Praktek. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mudzhar, M. Atho.1993. Fatwa-Fatwa Majelis Ulama Indonesia : Sebuah Studi Hukum Islam di Indonesia 1975-1988. Disertasi pada UCLA Terj.Soedarso Soekarno dari judul Bahasa Inggris Fatwas of The Council of Indonesian Ulama : A Study of Islamic Legal Thought  in Indonesia 1975-1988. Edisi Dwibahasa (Indonesia dan Inggris ). Jakarta :INIS.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mudzhar, M. Atho.1999. Studi Hukum Islam dengan  Pendekatan Sosiologi, Pidato Pengukuhan  Guru Besar Guru Besar Madya Ilmu Sosiologi Hukum Islam,  15 September 1999. Yogyakarta : IAIN Sunan Kalijaga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mudzhar, M. Atho’.1998. Membaca Gelombang Ijtihad : Antara Tradisi dan Liberasi. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mudzhar, M. Atho’.1999. “ Dampak Gender Terhadap Perkembangan Hukum Islam” dalam Profetika Jurnal Studi Islam, Vol.1 No.1  1999. Hlm.110-123.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Muhajir, Noeng. 1993. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta :Rake Sarasin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nasution, Harun.1982. Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Jakarta : Bulan Bintang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Powers, David S. 1986. Studies in Quran and Hadith : The formation of Islamic of Inheritance, Berkley: University of California Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rahardjo, Satjipto. 1980. Hukum dan Masyarakat. Bandung : Angkasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rahman, Fazlur.1970. Toward Reformulating the Methodology of Islamic Law : Shaikh Yamani on Public Interest in Islamic Law. International Law and Politic.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rahman, Fazlur.1980. Major Themes of the Quran. Chicago : Bibliotheca Islamic. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasyid, Roihan A.. 1998. Hukum Acara Peradilan Agama. Jakarta : Rajawali Pers. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sabuni, Muhammad Ali as-. 1972. Rawai’ al Bayan :Tafsir Ayat al-Ahkam min Alquran. Kuwait : Dar Alquran al-Karim. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Schacht, Joseph.1960. “Problems of Modern Islamic Legislation”. Dalam Studica Islamica, vol. 12, hlm. 120.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Schacht, Joseph.1971. An Introduction to Islamic Law. London :Oxford at the Clarendon Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Siraj, Muhammad. 1993. “ Hukum Keluarga di Mesir dan Pakistan “ dalam Islam, Negara dan Hukum.  Seri INIS XVI Kumpulan Karangan di Bawah Redaksi Johannnes den Heijer, Syamsul Anwar. Jakarta : INIS. Hlm. 99-115.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sutiyoso, Bambang.2000. “ Kemandirian Hakim dan Implikasinya Terhadap Penegakan Hukum”., dalam Jurnal Penelitian Logika – Logika, Hipotetiko, Verifikasi, Volume 3, Nomor 4, 1999. Yogyakarta : Lembaga Penelitian Universitas Islam Indonesia, hlm, 105-118.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Syahrastani, asy-. Tanpa Tahun. Al-Milal wa an-Nihal.  Beirut : Dar al-Fikr.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Syahrur, Muhammad. 1990.al-Kitab wa Alquran Qiraah Mu’asirah. Qahirah : Sina li al- Nasyr wa al-Ahali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Syatibi, Asy.Tanpa Tahun. Al-Muwafaqat fi Usul asy- Syari’ah. Kairo : Mustafa Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Syawaf, Munir Muhammad Tahir.1993. Tahafut al-Qira’ah al-Mu’asirah. Limassol – Cyprus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Thalib, Sajuti.1982. Receptio a Contrario (Hubungan Hukum Adat dengan Hukum Islam). Jakarta : Bina Aksara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tim Redaksi. 1996.Insklopedi Islam. Jakarta: P.T. Ichtiar Baru van Hoeve&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahjono, Padmo.1996. “Budaya Hukum Islam dalam Perspektif Hukum di Indonesia Masa Datang, dalam Amrullah ahmad dkk (Ed.) Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional Mengenang 65 TH Prof. Dr. H. Busthanul Arifin SH. Jakarta : Gema Insani Press. Hlm.167-176. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yusdani. 2000. Peranan Kepentingan Umum Dalam Reaktualisasi Hukum : Kajian Hukum Islam Najamuddin At-Tufi. Yogyakarta : UII-Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Zahrah, Muhammad Abu. Tanpa Tahun.Usul al-Fiqh. Mesir : Darul Fikr al-Arabi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   ----------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-8974444418607427322?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/8974444418607427322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/embaruan-hukum-keluarga-di-dunia-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8974444418607427322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8974444418607427322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/embaruan-hukum-keluarga-di-dunia-muslim.html' title='PEMBARUAN HUKUM KELUARGA DI DUNIA MUSLIM'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-7452317457682658395</id><published>2009-02-24T16:52:00.000+07:00</published><updated>2009-03-14T09:17:54.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Hukum Islam'/><title type='text'>COURSE OUTLINE OF ISLAMIC FAMILY LAW  IN INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islamic Family Law In Indonesia explores&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The principles of Islamic  law that derived from Quran and Prophet Tradition, and family law  that implemented in history and muslim world nowadays including Indonesia. Besides, this subject tries to answer  the empirical problem of family in the contemporary society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Objective&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The students of The Faculty of Law of UII can be able to :&lt;br /&gt;1. Understand The development of Islamic Family Law  in Indonesia &lt;br /&gt;2. Explain how to apply Islamic Law in the field of Family Law in Indonesia&lt;br /&gt;3. Analyse problems of Family law in contemporary world from Islamic point of view&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Subject Matters&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. The modern legislation in the field of the family law at beginning of twentieth century which entered and influenced on the Moslem family law.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. The modern legislation in the field of the family law at beginning of twentieth century which entered and influenced on the Moslem family law in Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. The characteristics of modern legislation was unification, codification, written  and the certainty of law&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. The method of family law  reform&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Law  on Marriage 1974, Law on Marriage Implementing Regulation No. 9/1975    and The Compilation of Islamic Law in Indonesia Book 1 including :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Foundation of Marriage, Prerequisite for Marriage, Prevention of Marriage, Dissolution of Marriage, Marriage Contract, Rights &amp;amp; Responsiblities of Husband  &amp;amp; Wife, Property Acquired during Marriage, Dissolution of Marriage and Its Consequences, Position of Children, Rights and Responsibilities between Parents and Children, Guardianship, Miscellaneous Provision, Transitional Provisions, Final Provisions. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. Inheritance Law covering:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Inheritance Relation, The Estate and Related Right, The Law of Will, The Classification of Inheritors, The Step to count the Cases  in Islamic Inheritance Law, Asabah,  the Problems That Emerge in Islamic Inheritance Law, The Comparative  Perspective  Between Sunni School and Islamic Law Compilation of Indonesia     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;REFERENCES AND THE SOURCES FOR WRITING Book Review &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.Abdullahi Ahmed an- Na’im. 2002. Islamic Family Law in a Changing World: A Global Resource Book. London – New York: Zed Books Ltd.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.Abdurrahman.1992. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3.Asma Barlas.2003. Cara Alquran Membebnaskan Perempuan, terj. dari  Believing Women in Islam oleh R. Cecep Lukman Yasin. Jakarta: Serambi Alam Semesta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4.Husein Muhammad.2001. Fiqh Perempuan Refleksi Kiai  atas Wacana Agama dan Gender. Yogyakarta: LKiS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5.Khoiruddin Nasution.2002. Status Wanita di Asia Tenggara: Studi terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Kontemporer di Indonesia dan Malaysia. Jakarta-Leiden: INIS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6.M. Atho’ Mudzhar.1998. Membaca Gelombang Ijtihad antara Tradisi dan Liberasi. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7.Muhammad Amin Summa.2005. Hukum Kelurga Islam di Dunia Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8.Mun’im A. Sirry.2004. Fiqh Lintas Agama Membangun Masyarakat Inklusif-Pluralis. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina dan The Asia Foundation.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;9.Tahir Mahmoud 1987. Personal Law in Islamic Countries ( History, Text and Comparative Análysis). New Delhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;10.Tahir Mahmoud.1972. Family Law Reform in the Muslim World. New Delhi: The Indian Law Institute&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;11.Ziba Mir Hossein.2005. Perkawinan dalam Kontroversi Dua Mazhab Kajian Hukum Keluarga dalam Islam terj. dari Marraige An Trial A Study of Islamic Family Law oleh Abu Bakar Eby Hara, Nurhidayah, dan Syafiq Hasyim. Jakarta: ICIP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;12.Ziba Mir Hosseini.1999. Islam and Gender The Religious Debate in Contemporary  Iran. London – New York University Press.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;13.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;14.Idris Djakfar dan Taufik Yahya.1995. Kompilasi Hukum Kewarisan Islam.Jakarta : Pustaka Jaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;15.J.N.D. Anderson. 1959. Islamic Law in the Modern World. New York : Greenwood Press. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-7452317457682658395?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/7452317457682658395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/course-outline-of-islamic-family-law-in.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7452317457682658395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7452317457682658395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/02/course-outline-of-islamic-family-law-in.html' title='COURSE OUTLINE OF ISLAMIC FAMILY LAW  IN INDONESIA'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-4493070200258401563</id><published>2009-01-29T07:35:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T18:45:53.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Getaran Nurani'/><title type='text'>Apakah Aku Hijau Daun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SX-nX7VUSxI/AAAAAAAAADA/4LzD-VapM7U/s1600-h/IMG_0025.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SX-nX7VUSxI/AAAAAAAAADA/4LzD-VapM7U/s320/IMG_0025.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296135716316924690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kudapati diriku dalam&lt;br /&gt;lumpur menjijikkan&lt;br /&gt;meronta mencari tempat&lt;br /&gt;untuk sekedar bersembunyi&lt;br /&gt;dari setiap kenyataan&lt;br /&gt;aku pengecut...&lt;br /&gt;tanpa sedikitpun ilmu...&lt;br /&gt;hampa dalam keterpurukan...&lt;br /&gt;tanpa kesadaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Kau Yang Maha Sempurna&lt;br /&gt;kirimkan pada setitik&lt;br /&gt;hidupku berbaju hijau daun&lt;br /&gt;walau hanya berbilang hari...&lt;br /&gt;akhirnya kau tampilkan&lt;br /&gt;dia yang penuh senyuman&lt;br /&gt;dia yang berbalut pesona&lt;br /&gt;dia indah, penuh keindahan,&lt;br /&gt;dan menghadirkan &lt;br /&gt;sekelebat keindahan&lt;br /&gt;perasaan menjulang,&lt;br /&gt;merubah perputaran waktu hidupku&lt;br /&gt;memacu semangat untuk maju&lt;br /&gt;aku bangkit untuk itu&lt;br /&gt;menghadapi masa depanku&lt;br /&gt;karena....&lt;br /&gt;tumbuh cinta di hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai kegersangan hatiku&lt;br /&gt;menghijau daun, menghampar kesejukan&lt;br /&gt;menempati setiap pori-pori&lt;br /&gt;ha..ha..&lt;br /&gt;ini terasa begitu indah, Nisa...&lt;br /&gt;hingga aku kehabisan kata2&lt;br /&gt;hingga aku tak pernah berani menatapmu&lt;br /&gt;hingga saat itu...&lt;br /&gt;saat kau menghapus sejarah asaku&lt;br /&gt;saat kau sadarkan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua cinta, asa dan harapan&lt;br /&gt;kuletakkan tepat di atasku&lt;br /&gt;agar aku selalu bisa mengingatmu&lt;br /&gt;meski kau tak akan mengingatku&lt;br /&gt;agar aku dapat membahagiakanmu&lt;br /&gt;meski tak akan sempurna bagimu&lt;br /&gt;agar aku dapat menjadi&lt;br /&gt;satu orang di hatimu&lt;br /&gt;yang akan selalu menjagamu&lt;br /&gt;meski diriku tak ada di hatimu&lt;br /&gt;agar sejarah indah berjumpa denganmu&lt;br /&gt;terpatri dan terukir kokoh dihatiku&lt;br /&gt;meski aku bukan bagian&lt;br /&gt;dari sejarah di hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi...ahhh...&lt;br /&gt;aku lupa pijakan kakiku, Nisa&lt;br /&gt;terlampau jauh aku memandang langit&lt;br /&gt;yang ternyata lebih jauh dari yang kukira&lt;br /&gt;bekal untuk perjalananku&lt;br /&gt;menuju bidadari di lapisan tujuh bintang&lt;br /&gt;pasti tak akan cukup&lt;br /&gt;bercermin pada aliran waktu&lt;br /&gt;ternyata aliran keindahan, dari&lt;br /&gt;perasaan yang terus kujaga&lt;br /&gt;hanyalah bagian indah, dari&lt;br /&gt;setiap manisnya harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aliran waktu,&lt;br /&gt;membawaku ke tahun ketujuh&lt;br /&gt;dari rindangnya hijau daun&lt;br /&gt;yang datang bersama hadirmu&lt;br /&gt;aku bangun dari sebuah ayunan&lt;br /&gt;gumpalan ombak keindahan&lt;br /&gt;Hijau daun dengan kesejukkannya&lt;br /&gt;telah raib bersama kesadaranku&lt;br /&gt;atas harapan indah bersamamu&lt;br /&gt;ternyata ini hanya bisa &lt;br /&gt;menjadi kenangan dan harapan&lt;br /&gt;Seperti harapan seorang "Lintang" &lt;br /&gt;yang berbenturan kenyataan&lt;br /&gt;Hijau daun...&lt;br /&gt;semakin layu bersamaan&lt;br /&gt;dengan Global Warming &lt;br /&gt;di birunya dunia&lt;br /&gt;pastinya aku terpinggirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku...&lt;br /&gt;ini bukan sebuah lukisan&lt;br /&gt;ini sebuah ukiran...&lt;br /&gt;yang takkan terhapus&lt;br /&gt;bagiku...&lt;br /&gt;ini bukan kabut kelam&lt;br /&gt;yang bercadar gulita malam&lt;br /&gt;ini sebuah fajar harapan&lt;br /&gt;untuk kupasung di masa depan&lt;br /&gt;sampai ketetapan Allah Azza Wa Jalla&lt;br /&gt;datang...membuka semua mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak pernah tahu...&lt;br /&gt;apakah semua yang terjadi&lt;br /&gt;adalah penuh kesia-siaan?&lt;br /&gt;apakah semua yang berlalu&lt;br /&gt;hanya menempati ruang kehampaan?&lt;br /&gt;yang kutahu...&lt;br /&gt;Aku berusaha memberikan yang terbaik&lt;br /&gt;dari yang terbaik yang kumiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang...&lt;br /&gt;biarlah dirimu dalam waktu&lt;br /&gt;yang mengiringi langkahmu&lt;br /&gt;yang akan menjawabnya,&lt;br /&gt;selagi Sang Pencipta&lt;br /&gt;akan menggoreskan ketetapan-NYA&lt;br /&gt;Sekrang...&lt;br /&gt;biarlah dirimu&lt;br /&gt;merentangkan sayap-sayap&lt;br /&gt;untuk masa depan&lt;br /&gt;menjadi sebaik-baik perhiasan dunia:&lt;br /&gt;"Wanita Shalihah"&lt;br /&gt;Untuk Orang tuamu...&lt;br /&gt;dan juga untuk seseorang di hidupmu&lt;br /&gt;kelak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarlah aku&lt;br /&gt;Disini...&lt;br /&gt;di sisi dunia yang lain&lt;br /&gt;menempa diri...&lt;br /&gt;berbekal semangat&lt;br /&gt;yang terus berkobar...&lt;br /&gt;laksana pejuang Palestina&lt;br /&gt;menjaga harapan &lt;br /&gt;dan senyum indahmu&lt;br /&gt;agar tak padam dalam diriku...&lt;br /&gt;biarlah kelebat senyummu&lt;br /&gt;yang mengiringi langkah pahitku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarlah sabar...&lt;br /&gt;usaha...&lt;br /&gt;do'a...&lt;br /&gt;tak pernah kering&lt;br /&gt;biarlah...&lt;br /&gt;hijau daun&lt;br /&gt;yang menjaga kelestarian dunia&lt;br /&gt;memberikan kesejukan &lt;br /&gt;bagi setiap jiwa&lt;br /&gt;terutama untukmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah dunia tetap hijau&lt;br /&gt;dengan iman...&lt;br /&gt;dengan islam...&lt;br /&gt;dengan ihsan...&lt;br /&gt;dengan cinta...&lt;br /&gt;:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agar selalu ada harapan menjulang...&lt;br /&gt;agar senyuman tetap terkembang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   by: Mohammad Qaaf van tovich&lt;br /&gt;       27 jan 09 16.12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-4493070200258401563?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/4493070200258401563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/01/apakah-aku-hijau-daun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4493070200258401563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4493070200258401563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/01/apakah-aku-hijau-daun.html' title='Apakah Aku Hijau Daun'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SX-nX7VUSxI/AAAAAAAAADA/4LzD-VapM7U/s72-c/IMG_0025.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-4189728830903220641</id><published>2009-01-28T07:36:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T18:46:28.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Getaran Nurani'/><title type='text'>Cinta Sang Pencipta</title><content type='html'>Setapak terlangkah,&lt;br /&gt;menjejaki bumi&lt;br /&gt;Mengarungi arus kehidupan&lt;br /&gt;yang penuh misteri&lt;br /&gt;Kutatap langit&lt;br /&gt;yang masih setia memayungi&lt;br /&gt;Dan gunung-gunung&lt;br /&gt;yang masih menguati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;Aku masih di sini&lt;br /&gt;Terkadang lesu,&lt;br /&gt;namun coba bertahan&lt;br /&gt;Dengan Kekuatan-NYA,&lt;br /&gt;kutegas berjalan&lt;br /&gt;Karena Kuasa-NYA,&lt;br /&gt;aku mampu berlari&lt;br /&gt;Mengejar impian yang tertunda&lt;br /&gt;Karena hampir tenggelam,&lt;br /&gt;dalam luapan masalah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusedih, Kubahagia&lt;br /&gt;Ujian akan tetap ada&lt;br /&gt;Cinta Sang Pencipta, &lt;br /&gt;selalu memberi asa&lt;br /&gt;menitip ilmu&lt;br /&gt;pada seluruh ciptaan-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlirik pohon hijau,&lt;br /&gt;yang terus memberi semangat&lt;br /&gt;Bersama air mengalir,&lt;br /&gt;mengajarkan hidup optimis&lt;br /&gt;Kesetia kawanan,&lt;br /&gt;semu untuk berbagi&lt;br /&gt;Dan kegigihan elang,&lt;br /&gt;untuk mencari makan &lt;br /&gt;di perut bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cipta tiada sia&lt;br /&gt;Adalah karena IA Maha Tahu&lt;br /&gt;Tak perlu sesal yang terjadi&lt;br /&gt;Hanya perlu mengoreksi diri&lt;br /&gt;Tetap tegar kaki berdiri&lt;br /&gt;Setipa sabar dan do'a di hati&lt;br /&gt;Adalah kekuatan&lt;br /&gt;untuk bangkit kembali&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;     by: Irdawati Daming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-4189728830903220641?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/4189728830903220641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/01/cinta-sang-pencipta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4189728830903220641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4189728830903220641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2009/01/cinta-sang-pencipta.html' title='Cinta Sang Pencipta'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-4086777061307488760</id><published>2008-12-08T17:26:00.000+07:00</published><updated>2009-03-07T20:31:49.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>Nilai2 dan Berkurban</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata kita:&lt;br /&gt;Hidup adalah perjuangan.&lt;br /&gt;Dalam perjuangan ada impian.&lt;br /&gt;Untuk impian selalu dibutuhkan ketabahan dan kesabaran.&lt;br /&gt;Dalam kesabaran penuh dengan pengorbanan...&lt;br /&gt;Dan sering kali kita harus&lt;br /&gt;mengorbankan apa yang sangat kita impikan.&lt;br /&gt;mengorbankan apa yang kita cintai...&lt;br /&gt;mengorbankan segala yang berharga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pengorbanan,&lt;br /&gt;meski identik dengan kepahitan&lt;br /&gt;Selalu ada hikmah yang tersimpan.&lt;br /&gt;Nilai2 Mulia itu takkan ada habisnya...&lt;br /&gt;Jika semua hanya karena ALLAH Ta'ala...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1429, Dzulhijjah... mengisyaratkan bulan akhir dari kalender hijriah edisi 1429 H. Pada bulan inilah dilaksanakan ibadah yang berlangsung selama beribu-ribu tahun sejak zaman nabi Ibrahim as. Ibadah haji bagi saudara kita yang diberikian kesempatan melaksanakannya. tapi bukan itu yang ada dalam benak asaya skrg ini, karena "belum pernah berhaji"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban... entah berapa ribu hewan kurban yang disembelih tiap tahunnya. Entah berapa yang telah melaksanakannya. hitung-hitungan dari lembaga2 zakat maupun dati depa Ri, belum bisa menjamin jumlah pastinya. Meskipun dalam masa "resesi ekonomi" yang berdampak pada dunia, maupun di Indonesia. Toh minat untuk berkurban tidak mengalami perubahan yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fakta mengagumkan di atas, kita bisa sedikit menganalisa. Dengan cara yang amat sederhana. yakni berkenaan dengan nilai dari kurban itu sendiri... Ibadah agung guna mendekatkan diri kepada Allah Swt tsb, seakan hilang setelah hari tasyrik (13, 14, 15 Dzyulhijjah) dalam penghabisan. Toh keadaan umat tetap dalam kejahiliyaan modern. Masyarakat masih tetap hidup jauh dari nilai suci agama Islam. Termasuk kita sbg mahasiswa muslim, dari Universitras Islam, dan bahkan dari Prodi Hukum Islam (Syari'ah. Padahal ibadah telah kita lalui. Kurban yang telah dilaksanakan hilang nilai2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang mahasiswa jika ingin mendapatkan nilai yang memuaskan, perlu "berkurban" waktu, pikiran, tenaga, harta dan jiwanya. Caleg harus berkurban jika ingin duduk di senayan. untuk menjadi pengusaha sukses juga berkurban dengan segalanya. dan kalw boleh dimasukkan, cinta diperoleh dg berkurban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nilai2 murni dari kurban itulah yang seharusnya bisa kita cari. Nilai ajaran murni yang diajarkan nabiyullah Ibrahim as hingga Rasulullah Saw. mari kita perbaiki ibadah kurban yang mapu menghadirkan semua itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nabi Ibrahim as. berani untuk mengurbankan anaknya Isma'il as yang tidak lain adalah anak yang didamba selama 80 tahun. Dengan Ikhlas, tanpa ada keraguan, melaksanakan perintah ALLAH. Walaupun itu adalah sesuatu yang teramat dicintainya. Rasulullah berkurban dengan harta, jiwa, pikirannya, semuanya untuk Allah dan AjaranNYA. demikian juga para sahabat, tabi'in... dan bahkan para pejuang Bangsa INi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mulai menata niat...Ikhlas, murni, semata2 hanya karena ALLAH. jagn pernah dicampuri dengan niat lain. mungkin dengan niat yang dibawa dari Instansi yang berkurban, sbg sarana promosi misalnya..hingga kurban yang mampu mendidik umat untuk semakin sadar akan Islamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi dari nilai kurban yang identik hanya bagi2 daging hewan, menjadi nilai murni ajaran Ikhlas taqarrub Ilallah... Kasihan Umat yang semakin jauh dari ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a'lam...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani HIdup, Tak Takut Mati&lt;br /&gt;Takut Mati, Jangan Hidup.&lt;br /&gt;Takut Hidup, MAti Saja...&lt;br /&gt;Mari Meraihnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar...&lt;br /&gt;Allahu Akbar....&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-4086777061307488760?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/4086777061307488760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/12/nilai2-dan-berkurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4086777061307488760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4086777061307488760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/12/nilai2-dan-berkurban.html' title='Nilai2 dan Berkurban'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-813680017436538661</id><published>2008-12-07T19:09:00.000+07:00</published><updated>2009-03-07T20:48:12.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah membuang-buang waktu. Hanya demi melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak memiliki arti cukup penting dalam hidup. Hanya karena sebuah cinta yang membuat aku terlarut kedalamnya, membuatku tergila-gila,s ehingga aku tidak dapat melepaskan diri dan lari dari belenggu cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena hal-hal itu saja aku menyia-nyiakan waktu? Memang, aku pernah dengar bahwa kata orang, hidup itu tak ada artinya tanpa sebuah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Y&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kuakui itu memang benar, karena cinta adalah hal terindah dalam hidup, dalam sebuah cinta kita akan merasakan rasa sayang dari pasangan kita, karena itulah cinta menjadi sebuah hal yang indah dan disukai orang-orang,anak-anak dibawah umur pun sudah banyak yang merasakan cinta,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; walaupun sebenarnya cinta membutuhkan pengorbanan yang besar,bahkan waktu rela dikorbankan, hanya demi mendapatkan sebuah kesempurnaan cinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kini aku sadar bahwa cinta tidak dapat hidup tanpa waktu, karena tanpa waktu tak akan pernah ada cinta, karena dengan waktu kita dapat menjalankan kisah cinta kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku pun mulai sadar, bahwa aku masih belum membutuhkan cinta,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; karena aku bukanlah seseorang yang tak bisa hidup tanpa cinta, memang kuakui aku masih menginginkan cinta, tapi mengapa? setiap aku merasakan cinta, waktu selalu tak mengizinkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memang hidup tanpa cinta akan membuatku sengsara,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; karena dengan cinta kita dapat menemukan pasangan hidup kita, kita juga pasti akan menemukan cinta sejati kita, bahkan aku pun berangan-angan dapat menjalankan kisah cinta dengan pasanganku tetapi itu tak berjalan sesuai dengan angan-anganku sebab waktu tidak mengizinkan, tidak apa-apa memang mungkin itu sudah nasibku untuk tidak boleh mengalami sebuah cinta, baiklah itu aku terima.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetapi hidup tanpa waktu adalah hidup yang tak memiliki arti dan tujuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; hanya ada kekosongan dalam hidup tanpa waktu, hanya ada kesendirian dan kesunyian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan mulai sekarang aku akan menghentikan kisah cintaku, lalu akan memulai hidup tanpa cinta dan aku akan berusaha membahagiakan diriku walau hanya dengan sebuah waktu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-813680017436538661?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/813680017436538661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/12/waktu-aku-telah-membuang-buang-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/813680017436538661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/813680017436538661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/12/waktu-aku-telah-membuang-buang-waktu.html' title=''/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-7614283637077510960</id><published>2008-12-07T18:08:00.000+07:00</published><updated>2009-03-07T20:54:27.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>Usia....dan Cerminan Hidup Dalam Perubahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/STu8w6HX24I/AAAAAAAAABo/H2C2BbZs1Bg/s1600-h/26.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/STu8w6HX24I/AAAAAAAAABo/H2C2BbZs1Bg/s320/26.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277018936814590850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;07 December  1988 - 07 December  2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUp... tak terasa atau mungkin tak pernah aku rasakan...Usia terus berkurang. Tapi amalan Ibadah tak kunjung bertambah kualitasnya. Ilmu juga hanya sekedarnya saja. Tapi kenapa aku masih enggan untuk bangkit... memperbaiki diri...Meningkatkan kualitas ilmu..bangkit....dan bangkit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Usia tak pernah kembali lagi. Yang pergi akan terus pergi. yang hilang tanpa pernah dikendalikan, akan mengendalikan kita. Umur akan mengejar kita...Padahal Usia adalah amanah besar dari Allah SWT. Surat al-Ashr, al-Qiyamah, an-Naba', adh-Dhuha, al-Fajr dan masih banyak yang lainnya mengingatkan kita akan waktu. Sekali lagi ini adalah amanah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diusia yang bilangannya bertambah, tapi kuantitas terus berkurang ini,Allah SWT masih memberikan Kesempatan untukku. Walau aku adalah hamba yang sering kali lalai. Walau Terlampau banyak aku bermaksiat padaNYA. ALlah...Allah,,,,Allahummah dini Shirathal Mustaqi,,,m. Tunjukkan jalan yang lurus...Jalan Ridha-Mu. Tunjukkanlah yang benar itu benar,dan berikanlah kami kekuatan untuk melaksanakan dan membelanya.&lt;br /&gt;Dan tunjukkan yang salah itu salah, serta berilah kami kemampuan untuk merubah dan menjauhinya. Jangan pernah Engkau jauhkan TAUFIQ, HIDAYAH mu dari jiwa hamba....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekali kali aku coba untuk bercermin lebih lama. Memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi pada kita. Kita tentu akan menjumpai banyak hal. Kumis dan jenggot yang dua tahun lalu tak pernah ada, kini dengan setia menghiasi wajah kita. Jerawat juga ada, yang sepuluh tahun yang lalu tak ada. jika kita bercermin lebih sering dan lebih lama lagi, entah berapa tahun kedepan, akan kita dapati rambut mulai menipis, kulit mulaimengendur, tubuh yang mulai tambun, pipi tembam dan masih banyak lagi. Pendek kata,telah banyak yang berubah dari kita. Perhatikan juga orang di sekitar, niscaya akan kita temui hal yang sama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada bayi yang baru lahir, sahabat yang kini tinggal nama,kawan seasrama yang baru pindah, atau pendatang baru yang datang .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekarang kita arahkan pandangan kita ke lingkungan. Dari lingkungan asrama, kos, kampus, kantor, masjid, kampung, kota, hingga negara dan bahkan dunia. Niscaya perubhan itu akan kita dapati dimana-mana. Persawahan menjadi Perumahan atau pabrik,kebun jadi villa dan hotel,atau danau menjadi perhotelan dan apartemen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti kata orang bijak:"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perubahan itu memang sesuatu yang niscaya. Satu-satunya yang tetap di dunia ini adalah Perubahan itu sendiri.&lt;/span&gt; Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, kita harus berhadapan dengan perubahan itu. Jika kita siap dan cerdas menyikapi perubahan, niscaya kesuksesan akan dapat diraih.Tapi jika sebaliknya, kita tidak siap, maka pasti akan khawatir, takut, dan kemudian akan terbentur dan terpukul oleh perubahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umat sudah berubah, Dunia berubah, Iklim berubah, Politik berubah, Ekonomi Berubah,,, semua berubah. Kini perubahan ke arah global gencar di gaungkan, bergerak dengan cepat di depan kita.Amerika yang super power dan digdaya, hancur digilas krisis dan resesi Ekonomi yang mereka ciptakan dari keserakahan mereka sendiri. Harga minyak yang enam bulan lalu begitu tinggi menjulang, membuat negara pengekspor minyak mengeruk keuntungan, kini bahkan tidak berani dengan leluasa menjual minyaknya. Harga minyak jatuh 50% karena rendahnya permintaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertanyaannya, Bagaimana menyikapi semua perubahan itu dengan cerdas?  Jawabannya adalah pandai-pandailah mengambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;i'tibar&lt;/span&gt;. Menemukan esensi kehidupan sebagai hasil adari proses muhasabah dalam semangat Ibadah kepada Allah SWT. I'tibar pertama yang kita temukan adalah perubahan itu adalah karena kuasa Allah. Kesuksesan, kejayaan, keberhasilan,  kehancuran, kegagalan, kebinasaan adalah sunnatullah yang pasti akan terjadi. Siapa yang hidup berpegang teguh akan ajaran-NYA, hidup dalam pola sunnah yang ditetapkannya, cepat atau lambat pasti akan menemukan kejayaannya. sebaliknya jika melanggar dan mengabaikan bahkan menentang ketetapan-NYA, baik secara perlahan atau tiba-tiba, akan hancur lebur. Padahal perubahan itu cenderung mengarah ke arah kejahiliyyaan dan kesesatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"...dan demikianlah hari2 (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)...." [Q.S. Ali Imran (3):141]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I'tibar kedua, Allah tidak akan merubah dan mencabut nikmat-NYA, sampai kita sendiri yang mengubahnya dengan pola hidup penuh kesyirikan, kebathilan, kemunafikan, dan jauh dari ajaran Islam. Nikmat sehat akan dicabut lantaran kesehatan digunakan untuk maksiat kpada Allah, minum alkohol, begadang tanpa arti (kongkow, disko, dugem dll, makan tanpa batas, dll. Nikmat bahagia akan hilang, karena lalainya kita bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan kepada kita. kita lebih dekat dari kesesatan dari pada berusaha mendekati Agama ALLAh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pilihan ada pada kita. Tetap teguh di jalan-Nya, sehingga nikmat itu akan senantiasa bersama kita dan bertambah karena keberkahannya hingga hari akhir kelak. atau hidu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencong kanan- mencong kiri&lt;/span&gt; menjauh dan semakin jauh dari ajaranNYa. maka Allah tak akan segan mencabut nikmat-Nya bahkan melontarkan Adzab pedih-NYa. Fa'tabaru Ya Ulil Abshar la'allakum turhamun. Panadai-pandailah bersyukur dan mengambil pelajaran Wahai orang-orang yang mempunyai visi agar kalian mendapat rahmat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hamba yang lemah tanpa &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Taufiq&lt;/span&gt;-MU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-7614283637077510960?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/7614283637077510960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/12/usiadan-cerminan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7614283637077510960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7614283637077510960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/12/usiadan-cerminan-hidup.html' title='Usia....dan Cerminan Hidup Dalam Perubahan'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/STu8w6HX24I/AAAAAAAAABo/H2C2BbZs1Bg/s72-c/26.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3853362568966755665</id><published>2008-12-01T22:23:00.000+07:00</published><updated>2009-03-07T20:55:39.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulil Albab'/><title type='text'>Rektor UII Masuk Top 100 Educators of the Year versi Majalah Campus Asia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Satu-satunya Rektor PTS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) yang juga adalah ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) 2008-2009, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.&lt;/span&gt; kembali meraih pengakuan tingkat nasional atas prestasinya dalam memimpin perguruan tinggi. Adalah majalah CampusAsia yang membuat peringkat tersebut dalam edisi November-Desember 2008. Prof. Edy masuk bersama 15 tokoh lainnya sebagai Great Achievers from State Universities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menentukan sejumlah tokoh pendidikan menurut versinya, CampusAsia terlebih dahulu melalui beberapa tahapan, yaitu menentukan profil 500 pendidik dari survei, polling, latar belakang penelitian, dan rekomendasi dari panel ahli. Screening pun dilakukan antara lain untuk melihat kapasitas masing-masing kandidat untuk kemudian dinilai berdasarkan ranking. CampusAsia menggunakan delapan kriteria dalam memberikan peringkat Top 100 Educators bagi para pendidik yang terseleksi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- cognitive recognition &amp;amp; imparting (score maksimal 15);&lt;br /&gt;- magnitude of achievement (score 10);&lt;br /&gt;- skills &amp;amp; talent development (score 10);&lt;br /&gt;- conduct, attitude &amp;amp; personality (score 15);&lt;br /&gt;- facilitation &amp;amp; empowering of learning (score 10);&lt;br /&gt;- international exposure (score 10);&lt;br /&gt;- social service &amp;amp; contribution (score 15);&lt;br /&gt;- role model &amp;amp; integrity in society (score 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan total score seluruh kriteria adalah 100. Dari kedelapan criteria tersebut Prof. Edy mengumpulkan nilai 74 dan berada di posisi ke-15 dari 16 rektor dalam kategori tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ranking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perguruan Tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Sumantri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;88.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Djoko Santoso&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Institut Teknologi Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;88&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Soedjarwadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Gadjah Mada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;88&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Priyo Suprodo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;87.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Ganjar Kurnia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Padjadjaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;86.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Idrus A Paturusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Hasanuddin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;86.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Chairuddin Lubis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Sumatera Utara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;85.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Azyumardi Azra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;84.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Fasich, Apt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Airlangga Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;84.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Dami M. Daud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Syah Kuala Aceh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;82.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. I Made Bakta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Udayana Bali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;80&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Yogi Sugito&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Brawijaya Malang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;78.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Sunaryo Kartadanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Pendidikan Indonesia Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;77&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Badia Parizade&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Sriwijaya Palembang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Edy Suandi Hamid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Islam Indonesia Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;74&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;16&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prof. Dr. Susilo Wibowo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Universitas Diponegoro Semarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;73.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: CampusAsia November-December 2008, hal 140. (Untuk versi asli klik di sini )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam ulasannya, CampusAsia menjelaskan bahwa apresiasi yang diberikan kepada Prof Edy antara lain didasarkan pada komitmennya dalam membangun UII sebagai world class university. Hal ini antara lain dapat dilihat dari pengembangan kelas internasional di beberapa fakultas di UII yang terus dilakukan di masa kepemimpinannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kepemimpinan berorientasi global yang selama ini menjadi ciri khas Prof Edy, menurut CampusAsia juga merupakan modal penting bagi UII dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Kredit khusus juga diberikan atas prestasi Prof Edy dalam memimpin FRI yang menjadi media bagi pimpinan perguruan tinggi di Indonesia untuk menyuarakan masalah-masalah kebangsaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber : Humas UII&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3853362568966755665?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3853362568966755665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2001/12/rektor-uii-masuk-top-100-educators-of.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3853362568966755665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3853362568966755665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2001/12/rektor-uii-masuk-top-100-educators-of.html' title='Rektor UII Masuk Top 100 Educators of the Year versi Majalah Campus Asia'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-4555873248695574390</id><published>2008-10-23T18:08:00.000+07:00</published><updated>2009-03-07T21:10:05.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Hukum Islam'/><title type='text'>Surat Al-Fatihah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur Alhamdulillah dengan segala nikmat, karunia, rahmat dan hidayah-Nya yang senantiasa menghiasi hidup kita. Terlebih dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw. menjadi rahmatan lil ‘alamin dengan al-Qur’an al-Karim sebagai mu’jizat kekal hingga hari akhir kelak.&lt;br /&gt;Membahas al-Qur’an tentu tiada akan pernah habisnya. Al-Qur’an , sungguh ia adalah kitab, bacaan, hukum dan tuntunan yang sempurna bagi kehidupan. Luar biasa ketika kita bisa membaca, mempelajari, memahami, mengamalkan dan mengajarkannya. Kitab yang tidak akan kita temui keraguan padanya.&lt;br /&gt;Salah satu kemulyaan al-Qur’an adalah dengan adanya surat al-Fatihah yang disebut sebagai ummul kitab. Salah satu surat yang memiliki keutamaan diantara surat yang lain. Surat yang terkandung segala apa yang terkandung dari seluruh surat.&lt;br /&gt;Maka tidak salah jika pada bahasan secara ringkas berikut, saya mencoba untuk membahas dan mengkaji tafsir dari surat al-Fatihah. Mulai dari ayat per ayat, masalah basmalah, hukumnya dalam shalat hingga rahasia-rahasia lain yang terkandung dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Al-Fatihah surat pertama dalam sistematika penulisan dan penyusunan al-Qur’an. Salah satu surat yang memiliki keutamaan diantara surat yang lain. Satu-satunya surat yang termasuk rukun dalam shalat. Surat ini diturukan sebelum hijrah, di kota Makkah, termasuk surat Makkiyyah. Terdiri dari tujuh ayat, dua puluh sembilan kalimat dan seratus tiga puluh satu huruf. Dan ada pula pendapat yang menyatakan tujuh ayat, dua puluh lima kalimat dan seratus dua puluh lima huruf. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan untuk lebih jelas dan rinci tentang surat al-Fatihah ini berikut penjelasan beberapa permasalahan pada tafsirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;A. PENDAPAT PARA ULAMA’ TENTANG BASMALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak ada yang menyangsikan tentang surat al-Fatihah. Semua ulama’ sepakat tentang jumlah ayatnya yang berjumlah tujuh ayat. Masalah yang timbul adalah tentang bacaan basmalah, apakah termasuk bagian dari surat al-Fatihah atau bukan. Ulama’ berselisih tentang masalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada beberapa pendapat tentang masalah basmlah, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;A.1. Basmalah termasuk bagian surat al-Fatihah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada pendapat yang pertama Ulama’ berpendapat bahwa basmalah itu merupakan bagian dari surat al-Fatihah. Diantaranya adalah ulama’ Syafi’iyyah, berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a. ketika memberi contoh shalat Nabi Saw. membaca keras-keras bismillahirrahmanirrahim. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sahabat Nabi Saw. selalu memulai bacaan kitab Allah dengan bismillahirrahmanirrahim. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi Saw. bersabda, yang artinya : “Apabila kamu membaca alhamdu lillahi rabbil ‘alamin maka bacalah bismillahirrahmanirrahim, karena ia sesungguhnya adalah ummu al-Qur’an, ummu al-Kitab, dn tujuh ayat yang diulang-ulang, sedang bismillahirrahmanirrahim adalah salah satu ayatnya.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan dari Anas r.a., bahwa ia pernah ditanya tentang bacaan Nabi Saw., lalu ia menjawab : “ Bacaannya panjang…kemudian ia membaca bismillahirrahmanirrahim; alhamdu lillahi rabbil ‘alamin …” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;A.2. Basmalah termasuk bagian dari al-Qur’an &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendapat yang kedua menyatakan bahwa basmalah bukan merupakan bagian dari ayat surat al-Fatihah. Tetapi ia merupakan bagian dari al-Qur’an, yakni Surat an-Naml ayat 30. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendapat yang digunakan oleh ulama’ Maliki, salah satunya berdasarkan hadits dari ‘Aisyah  r.a. berkata, artinya, “ Biasanya Rasulullah Saw. memulai shalat dengan takbir dan bacaannya dengan alhamdulillahirabbil’alamin.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan juga atas riwayat Anas r.a. berkata, yang artinya, “ Saya shalat di belakang Nabi Saw., Abu Bakar,Umar, Utsman dan mereka semuanya memulai bacaannya dengan alhamdulillahirabbil’alamin.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;A.3. Basmalah termasuk ayat setiap Surat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ini merupakan ayat yang berdiri sendiri dalam al-Qur’an yang berfungsi sebagai pemisah antara surat-surat. Dan bukan bagian dari al-Fatihah. Hal ini dikemukakan oleh Imam Hanafi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenyataan bahwa penulisan basmalah dalam al-Qur’an menunjukkan bahwa ia adalah sebuah ayat dai al-Qur’an tetapi tidak semua surat.  Sebagaimana riwayat dari Ibnu ‘Abbas r.a. berkata bahwasannya Rasulullah Saw. tidak mengetahui batas surat sehingga diturunkan kepadanya Bismillahirrahmanirrahim.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;B. HUKUM MEMBACA BASMALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekarang bagaimanakah hukum dalam membaca surat al-Fatihah? Berikut ulasan ringkasnya. Ada beberapa perbedaan pendapat bagi para ulama’ Fiqh. Dan pendapat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;B.1. Hukum membaca Basmalah dalam Shalat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam hal Fuqahah’ berbeda pendapat. Timbulnya perbedaan pandangan ini disebabkan adanya perbedaan dalam menentukan status basmalah. Apakah termasuk bagian dari al-Fatihah dan setiap surat atau tidak. Masalah ini telah dijelaskan dari pembahasan diatas. Beberapa pendapat antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Imam Malik melarrang membacanya dalam shalat Fardhu, baik secara keras maupun perlahan. Demikian juga baik dipermulaan al-Fatihah maupun surat-surat lain. Tetapi beliau memperkenankan untuk membacanya ketika dalam shalat sunnah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari ‘Aisyah  r.a. berkata, artinya, “ Biasanya Rasulullah Saw. memulai shalat dengan takbir dan bacaannya dengan alhamdulillahirabbil’alamin.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa bagi orang yang sedang shalat, hendaknya membacanya secara perlahan (sirri) untuk setiap rakaatnya. Dan jika dibaca untuk setiap surat maka ini termasuk perbuatan yang baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Imam Syafi’i menyatakan wajib membacanya bagi orang yang shalat, baik ketika shalat jahriyah maupun sirriyah. Ketika shalat jahriyah hendaknya dibaca keras sedangkan ketika shalat sirriyah dibaca pelan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan dari Anas r.a., bahwa ia pernah ditanya tentang bacaan Nabi Saw., lalu ia menjawab : “ Bacaannya panjang…kemudian ia membaca bismillahirrahmanirrahim; alhamdu lillahi rabbil ‘alamin …”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d. Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat  bahwa basmalah harus dibaca perlahan dan tidak disunahkan keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B.2. Hukum membaca Basmalah di luar Shalat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Bagaimana hukum ketika kita membacanya diluar shalat? Dalam ucapan bismillahirrahmanirrahim terkandung makna dan faedah/fadhilah yang begitu besar. Maka dengan kebesaran fadhilahnya Rasulullah Saw. menganjurkan untuk selalu membacanya pada setiap perkataan dan perbuatan. Karenanya Nabi Saw. bersabda, yang artinya: “Setiap perbuatan yang tidak dimulai dengan (membaca) Bismillahirrahmanirrahim adalah terputus (dari barakah).” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;C. NAMA-NAMA SURAT AL-FATIHAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain bernama al-Fatihah, surat ini memiliki beberapa nama lain terkait kedudukannya yang memiliki keutamaan. Diantara  nama-nama surat al-Fatihah antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;C.1. Ummu al-Kitab (al-Qu’an)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam satu riwayat dari Abu Hurairah r.a. beliau berkata, bahwa Nabi Saw. bersabda, yang artinya : “Surat Alhamdu lillahi rabbil’alamin (al-Fatihah) ialah Ummu al-Qu’an, juga Ummu al-Kitab dan As-sab’u al-Matsani dan Al-Qur’an al-‘Adzhim.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Imam al-Bukhari berkata, dinamakan Ummu al-Qur’an karena ia adalah induk dari al-Qur’an sebab mengandung semua isi al-Qur’an. Induk dari semua Kitab Allah SWT. yang diturunkan kepada Nabi-nabi-Nya, maka seakan –akan isi dari semua apa yang telah diwahyukan Allah SWT kepada Nabi-nabi-Nya disimpulkan dalam al-Fatihah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;C.2. As-sab’u al-Matsani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;As-sab’u al-Matsani disini berarti tujuh ayat pujian yang selalu diulang-ulang oleh setiap muslim sekurang-kurangnya tujuh belas kali dalam sehari semalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti dalam potongan terjemahan hadits Nabi Saw. dari Abu Sa’id bin al-Mu’alla r.a. :”…Jawab Nabi Saw. :” Benar, Alhamdu lillahi rabil’alamin itulah As-sab’u al-Matsani dan al-Qur’an  yang terbesar yang telah diturunkan Allah kepadaku.”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;C.3. Ar-Ruqyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abu Sa’id al-Khudri r.a. berkata, yang artinya : Ketika kami dalam bepergian dan berkemah, tiba-tiba datang budak perempuan dan berkata, “Sesungguhnya pimpinan suku kami ini digigit binatang berbisa dan tidak ada orang, apakah diantara kalian ada yang dapat menjampi?” Maka berdirilah salah seorang diantara kami, kami tidak menyangka bahwa ia dapat menjampi. Langsung dijampinya, dan ia dapat sembuh. Kemudian ia diberi hadiah berupa tiga puluh ekor domba dan diberinya kami susu. Ketika ia kembali kami bertanya apakah ia pandai menjampi? Jawabnya, tidak, aku tidak menjampi kecuali dengan Ummu al-Kitab. Maka kami pun memberitahu agar domba-domba itu jangan diganggu sampai kami tiba di Madinah, lalu kami ceritakan kepada Rasulullah Saw. Maka Nabi Saw. bertanya : “Darimana ia tahu bahwa al-Fatihah itu sebagai jampi (untuk jampi)? Bagilah domba-domba itu dan berilah aku bagian.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disamping nama-nama diatas, al-Fatihah juga dinamakan surat alhamdu (pujian), ash-Shalah, asy-Syifa’ (penawar/obat), al-Waqiyah, al-Kafiyah dan ad-Du’a.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;D. SEBAB DINAMAKAN DENGAN ALFATIHAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bernama al-Fatihah karena menjadi pembuka bacaan sembahyang, juga sebagai pembuka dari surat-surat dalam al-Qur’an. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Al-Fatihah merupakan surat pertama yang diturunkan secara utuh. Maka Nabi Saw. memberitahukan bahwa surat ini dijadikan sebagai pembuka al-Qur’an. Hal ini telah disepakati oleh seluruh ulama’. Bagaimana dengan surat al-‘Alaq, bukankah ia adalah wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah SWT?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal ini benar adanya. Namun perlu kita ketahui bahwa Surat al-‘Alaq diturunkan secara utuh setelah kewajiban shalat. Sedangkan shalat mesti dilaksanakan dengan membaca al-Fatihah. Dalam surat al-‘Alaq terdapat ayat yang berarti “Apakah kamu memperhatikan orang-orang yang menghalang-halangi seorang hamba apabilaia melaksanakan shalat? “ . Selain itu surat al-Alaq menjadi rangkaian dalam surat-surat pendek di akhir al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka pantaslah bahwa surat ini disebut al-Fatihatu al-Kitab, yaitu pembuka a-Kitab, sebagai yang pertama dalam surat-surat al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;E. MASALAH DIDAHULUKANNYA “IYYAKA NA’BUDU” DARIPADA ”IYYAKA NAS TA’IN”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika terjemahannya maka artinya Hanya kepada-Mu (Allah) kami mengabdi (beribadah/menyembah) dan hanya kepada-Mu pula kami meminta pertolongan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maksudnya kami hanya mengkhususkan Engkau semata ya Allah dengan ibadah yang kami lakukan dan meminta serta memohon pertolongan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibadah berarti menurut dengan perasaan rendah diri, mengabdi merasa abdi, hamba yang patuh dan tunduk. Menurut istilah agama yaitu menghimpun rasa kecintaan, merendahkan diri dan takut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam ayat ini sengaja didahulukan maf’ulnya yaitu iyyaka dan diulang untukmendapatkan perhatian, yang berarti Kamni tidak mennyembah kecuali Engkau, tidak berserah diri kecuali kepada-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebenarnya kesimpulan pengertian beragama itu hanya dalam kedua kalimat ini, sehingga kesepakatan Ulama’ Tafsir mengatakan, “Rahasia al-Qur’an ada pada al-Fatihah dan rahasia al-Fatihah ada pada ayati ini (5), sebab yang pertama berarti bebas dari syirik dan yang kedua bebas dari daya kekuatan dan menyerah bulat kepada Allah Ta’ala.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adh-Dhahak dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Iyyaka na’budu berarti kepada-Mu kami menyembah, mengesakan dan takut serta berharap, wahai Rabb yang tiada selain-Mu. Dan Iyyaka nasta’in yang berarti kami meminta pertolongan kepada-Mu untuk menjalankan taat dan tunduk mencapai semua hajat kepentinganku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan al-Qatadah berkata, “ Dalam Iyyaka na’budu wa Iyyaka nasta’in, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk tulus ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, serta senantiasa benar-benar mengharap bantuan pertolongan Allah dalam segala urusan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka kita dituntut untuk memperkuat keimanan kita kepada Allah, taat dalam menjalankan segala bentuk ibadah. Ketaatan kita inilah yang akan mengantarkan kita kepada kehidupan terbaik. Setelah kita telah melaksanakan semua perintah ketaatan pada Allah, barulah segala permohonan dan permintaan pertolongan kita kepada-Nya dapat terlaksana dengan hati yang jernih, yakin dan ikhlas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;F. TAFSIR AYAT TERAKHIR DARI SURAT AL-FATIHAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada ayat ini kita dapat menemukan tiga hal yang utama, yaitu tiga golongan dari manusia yang sesuai dengan jalannya. Yaitu orang-orang yang diberi nikmat, orang-orang yang dimurkai serta orang-orang yang sesat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Inilah yang dimaksud dengan jalan yang lurus pada ayat sebelumnya. Yaitu jalan yang dahulu telah ditempuh oleh orang-orang yang mendapat ridha dan nikmat dari Allah. Mereka inilah yang dijelaskan dalam surat an-Nisa’ [4] ayat 69:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibnu Abbas r.a. berkata, :”Jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah kepada mereka sehingga dapat melaksanakan ibadah serta istiqamah seperti para Nabi, shiddiqin, syuhada dn shalihin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa Ulama’ ahli tafsir menafsirkan bahwa orang-orang yang telah diberi nikmat itu adalah orang-orang Muslim. Orang-orang yang mau mengkuti hidayah Ilahi, mengimani Allah dan segala ajarannya. Hingga kelak telah dijanjikan akan mendapatkan nikmat yang agung, yakni syurga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ady bin Hatim r.a. bertanya kepada Nabi Saw. “Siapakah yang dimurkai Allah itu?” Jawab Nabi Saw.”al-Yahud.”. Dan siapakah yang sesat itu?”. Jawab Nabi Saw.”An-Nashara.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bukan jalan orang-orang yang dimurkai atas mereka yang telah mengetahui kebenaran tetapi tidak mau mengikutinya. Mereka inilah orang-orang yahudi, dimana mereka telah mengetahui kitab Allah, serta semua ajaran yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Juga bukan jalan orang-orang yang sesat karena kebodohan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang yahudi disebut orang-orang yang dikutuk (dilaknat) oleh Allah dan dimurkai, diantaranya telah dijadikan sebagian dari mereka kera dan babi. Sedangkan orang Nashara adalah orang-orang yan g telah sesat sejak dahulu dan menyesatkan banyak orang. Mereka itulah orang yang telah tersesat dari jalan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah memberikan penafsiran secara bahasa, al-Baghawi mengatakan dalam kitabnya, Ma’alim al-Tanzil, bahwa al-Maghdub ’alaihim ditafsirkan sebagai orang Yahudi dan adh-Dhallin adalah orang Nasrani. Hal ini disebabkan Allah SWT. Menetapkan orang-orang Yahudi sebagai orang yang dimurkai, sebagaimana pada Firman-Nya, surat Al-Ma’idah[5] : 60, yang artinya, “yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah. Dan Allah menetapkan orang-orang Nasrani sebagai orang-orang yang sesat, sebagaimana Firman-Nya,”Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya.” (QS. Al-Ma’idah[5]:77) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari pembahasan tentang surat al-Fatihah tersebut dapat kita mengambil kesimpulan bahwa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Al-Fatihah surat pertama dalam sistematika penulisan dan penyusunan al-Qur’an. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Salah satu surat yang memiliki keutamaan diantara surat yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. al-Fatihah merupakan sebuah surat yang mengandung keseluruhan inti dari kandungan al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Terdapat perbedaan antara Ulama’ dari pembahasan basmalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahreisy, Salim dan Sa’id. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terjemahan Singkat Tafsir Ibnu Katsier&lt;/span&gt;. Surabaya. PT. Bina Ilmu. 1987.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ash-Shabuni, Muhammad ‘Ali. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tafsir Ayat Ahkam Ash-Shabuni I&lt;/span&gt;. Surabaya. PT. Bina Ilmu. 1985.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Thalib, Muhammad. Drs.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terjemahan Tafsir Al-Maraghi&lt;/span&gt;. Yogyakarta. Sumber Ilmu. 1985.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ridha, Muhammad Rasyid. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tafsir al-Fatihah wa Sittu Suwar min Khawatim al-Qur’an.&lt;/span&gt; Kairo. Al-Zahra li Al-I’lam Al-Arabi. 1426 H.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bin Nashir As-Sa’adi, Abdurrahman.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taisir al-Lathif al-Manan Fi Khulashah Tafsir al-Qur’an&lt;/span&gt;. Riyadh. Daar Thayyibah li an-Nashr wa Tauzi’. 1425 H.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Amir, Dja’far. Tafsir al-Munir. Surakarta. Mutiarasolo. 1986.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Al-Albani, M. Nashiruddin. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shifatu Shalati an-Nabi Saw&lt;/span&gt;.. Riyadh. Maktabah al-Ma’arif. 1417 H.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-4555873248695574390?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/4555873248695574390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/10/surat-al-fatihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4555873248695574390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4555873248695574390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/10/surat-al-fatihah.html' title='Surat Al-Fatihah'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-8675437244197776242</id><published>2008-10-11T18:59:00.000+07:00</published><updated>2008-10-11T19:00:13.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Hukum Islam'/><title type='text'>Mahasiswa Hukum Islam UII</title><content type='html'>Mahasiswa Hukum Islam UII&lt;br /&gt;Asssalam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah cukup lamakan kita tidak&lt;br /&gt;menunjukkan potensi kita&lt;br /&gt;Udah cukup Cukup Sudah Kita dianggap&lt;br /&gt;sebelah mata&lt;br /&gt;Udah sangat Cukup kita hidup dalam&lt;br /&gt;ketiadaan...&lt;br /&gt;Righ...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nih ada lagi yang cocok:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo...Ayo Bangun&lt;br /&gt;Sudah Lama Kita Tidur...&lt;br /&gt;Ayo,,,Ayo Bangun&lt;br /&gt;Kita Bangkit Segera...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah Lama kita&lt;br /&gt;Tidak Meraih Prestasi&lt;br /&gt;Sekarang...&lt;br /&gt;waktu Masih Belum berakhir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo rek bangkit segera...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dengan nada halo2 bandung yah,,,)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan orang lain yang mampu mengubah kita&lt;br /&gt;Tapi kitalah yang sanga-sangat mampu&lt;br /&gt;merubah kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merubah Indonesia negara kita tentu&lt;br /&gt;bukan perkara kecil dan mudah. Membangun&lt;br /&gt;kembali Fakultas kita juga bukan barang&lt;br /&gt;yang mudah. Membangkitkan HMJ Hukum&lt;br /&gt;Islam juga satu hal yang amat&lt;br /&gt;berat,,,Tapi Ingat Kawan, Kita Mampu&lt;br /&gt;Untuk Merubah diri kita menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Dari diri kita masing-masing mampu&lt;br /&gt;berubah, kita juga akan dengan mudah&lt;br /&gt;membangun HMJ HI menjadi Komunitas&lt;br /&gt;Unggulan, Penuh Aksi, Memancarkan pesona&lt;br /&gt;Kreativitas Generasi Muslim Sejati,&lt;br /&gt;Menjalankan Tuntunan Syariat dan ajaran&lt;br /&gt;Agama harum di muka bumi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang kita tunggu kawa...n&lt;br /&gt;Mulai dari Diri Kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi:&lt;br /&gt;"We Can't be Super Man, but We can be&lt;br /&gt;Super Team.."&lt;br /&gt;ALLAHu AKBAR!!!HMJ HI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-8675437244197776242?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/8675437244197776242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/10/mahasiswa-hukum-islam-uii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8675437244197776242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8675437244197776242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/10/mahasiswa-hukum-islam-uii.html' title='Mahasiswa Hukum Islam UII'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-7491723132397195397</id><published>2008-08-30T16:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-07T21:14:51.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hadis'/><title type='text'>RAMADHAN KEMBALI MENYAPA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadist sekitar Puasa Ramadhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nabi SAW&lt;/span&gt; bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa berpuasa Ramadlan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu&lt;/span&gt;”. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Baangsiapa bangun (shalat malam) pada bulan Ramadlan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari 2:251)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Puasa itu perisai, maka jangalah ia berkata-kata keji dan jangan berbuat kebodohan. Jika ia dimusuhi atau di caci maki oleh seseorang maka katakanlah, “Sesungguhnya saya ini sedang berpuasa”. (dua kali). Demi Dzat yang diriku di tangan-Nya sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi”. (Firman Allah), “Ia meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, sedang kebaikan itu (dibalas) dengan sepuluh kali lipat”. (HR. Bukhari 2 : 226)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman, “Setiap amal anak Adam itu untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Puasa itu perisai. Apabila salah seorang diantara kalian berpuasa pada suatu hari, maka janganlah berkata keji dan jangan berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci makinya atau menyerangnya maka hendaklah ia mengatakan, “Sesungguhnya saya sedang berpuasa”. Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh bau mulutnya orang yang berpuasa itu di sisi Allah lebih harum dari pada bau kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakannya, yaitu apabila ia berbuka, bergembira karena bukanya, dan apabila ia bertemu dengan Tuhannya, bergembira karena puasanya”. (HR Bukhari 2 : 228)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rsulullah SAW bersabda, “Apabila bulan Ramadlan datang maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaithan-syaithan dibelenggu”. (HR. Muslim juz 2, jal. 758)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasululah SAW bersabda, “Apabila bulan Ramadlan tiba dibualah pintu-pintu rahmat, ditutuplah pintu-pintu jahannam, dan syaithan-syaithan diranai”. (HR. Muslim juz 2, hal. 758)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Harairah RA, ia berkata: Ketika tiba bulan Ramadlan Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang pada kalian bulan Ramadlan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan kepada kalian berpuasa pada bulan itu, ketika itu pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka Jahim ditutup, dan syaithan-syaithan dibelenggu. Dalam bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari kebaikan-kebaikannya, maka sungguh dia telah terhalang (dari segala kebaikan)”. (HR. Ahmad juz 2, hal. 230, munqathi’)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Ramadlan adalah bulan dimana Allah ‘Azza wa Jalla mewajibkan puasa padanya, dan aku mensunnahkan shalat malam untuk kaum muslimin, maka barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadlan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka ia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana ketika ibunya melahirkannya”. (HR. Ahmad dari ‘Abdurrahman juz 1, hal. 195, dla’if karena dalam sanadnya ada An-Nadlr bin Syaiban) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta, maka tidak ada kebutuhan bagi Allah dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya”. (HR. Bukhari juz 2, hal.228)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata, “Adalah Nabi SAW orang yang paling dermawan diantara manusia pada kebaikan. Dan beliau paling pemurah pada bulan Ramadlan, ketika Jibril bertemu beliau, dan Jibril AS bertemu beliau pada tiap malam di bulan Ramadlan hingga selesai. Nabi SAW menyimakkan Al-Qur’an kepadanya. Maka apabila Jibril AS menemui beliau, beliau adalah sangat dermawan dalam kebaikan, lebih murah dari angina yang terlepas”. (HR. Bukhari juz 2, hal.228)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Sahl RA dari Nabi SAW beliau bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat pintu yang disebut Rayyan, yang mana besok pada hari qiyamat orang-orang yang berpuasa masuk dari pintu itu. Dan tidak ada seorangpun yang masuk dari pintu itu selain mereka. Dikatakan, “Dimanakah orang-orang yang berpuasa?”. Maka mereka berdiri, tidak ada seorangpun selain mereka yang masuk darinya. Apabila mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorangpun yang masuk darinya”. (HR. Bukhari 2 : 226)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abud Darda’ RA, ia berkata, “Kami keluar bersama Nabi SAW dalam sebagian perjalanan beliau di hari yang sangat panas sehingga seseorang meletakkan tangannya diatas kepalanya karena sangat panas. Diantara kami tidak ada yang berpuasa kecuali Nabi SAW dan Ibnu Rawahah”. (HR. Bukhari 2:238)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Bakar bin Abdur Rahman dari seorang laki-laki shahabat Nabi SAW, ia berkata, “Aku melihat Nabi SAW menuangkan air ke kepala beliau karena cuaca panas sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, “Kami bepergian bersama Nabi SAW. Dan orang yang berpuasa tidak mencela orang yang berbuka, dan orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa”. (HR. Bukhari 2:238)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Jabir bin Abdullah RA, ia berkata : Ketika dalam suatu perjalanan, Rasulullah SAW melihat kerumunan orang, dan seseorang telah dinaungi. Beliau SAW bertanya, “Ada apa ini?”. Mereka menjawab, “Orang yang berpuasa”. Maka beliau bersabda, “Tidak termasuk kebajikan berpuasa dalam bepergian”. (HR. Bukhari 2:238)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Ka’ab bin Malik ia berkata : Dahulu pada bulan Ramadlan orang-orang apabila berpuasa (ketika tiba saat berbuka) lalu tidur, maka dia tidak boleh makan minum dan mencampuri istrinya hingga berbuka hari berikutnya. Pada suatu malam ‘Umar bin Khaththab datang dari sisi Nabi SAW setelah berbincang-bincang dengan beliau. Ketika itu ia mendapati istrinya telah tidur padahal ia ingin mencampurinya, lalu ia membangunkannya. Istrinya berkata, “Sesungguhnya aku sudah tidur!”. ‘Umar berkata, “Tetapi aku belum tidur!”. Kemudian ‘Umar mencampurinya. Dan Ka’ab bin Malik pun berbuat seperti itu. Keesokan harinya ‘Umar bin Khaththab datang kepada Nabi SAW memberitahukan hal itu. Maka Allah menurunkan ayat ‘alimalloohu annakum kuntum takhtaanuuna anfusakum (Allah mengetahui bahwasanya kalian mengkhianati diri-dirimu (tidak dapat menahan nafsumu).(HR. Ahmad, Ibnu Jarir, Ibnu Mundzir, dan Ibnu Abi Hatim dengan sanad Hasan) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Al-Baraa’ RA, ia berkata, “Dahulu para shahabat Nabi Muhammad SAW, apabila seseorang berpuasa, dan datang waktu berbuka tetapi ia tidur belum berbuka, maka ia tidak makan di malam dan siang harinya sampai sore. Sesungguhnya Qais bin Shirmah Al-Anshari ia berpuasa. Ketika datang waktu berbuka, ia datang kepada istrinya, lalu berkata kepadanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?”. Istrinya menjawab, “Tidak, tetapi saya akan berangkat untuk mencarikan (makanan) untukmu”. Karena pada siang harinya ia bekerja, maka ia (lelah hingga) tertidur sampai istrnya datang. Ketika istrinya melihatnya (ia tertidur), lalu berkata, “Rugilah kamu!”. Kemudian ketika tengah hari ia pingsan, maka hal itu diceritakan kepada Nabi SAW, maka turunlah ayat ini Uhilla lakum lailatash shiyaamir rafatsu ilaa nisaa’kum (Dihalalkan bagimu pada malam hari berpuasa menggauli istrimu). Maka para shahabat sangat gembira karenanya, dan turunlah ayat Wa kuluu wasyrabuu hattaa yatabayyana lakumul khaithul abyadlu minal khaithil aswadi (Dan makan dan minumlah sehingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam). (HR. Bukhari 2:230)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari ‘Adiy bin Hatim RA, ia berkata : Ketika turun ayat Hattaa yatabayyana lakumul khaitul abyadlu minal khaithil aswadi minal fajri (Sehingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam dari fajar), ‘Adiy bin Hatim berkata kepada Rasulullah SAW, “ya, Rasulullah, sesungguhnya aku meletakkan dua simpul benang, yaitu benang putih dan benang hitam dibawah bantalku yang aku gunakan untuk mengetahui pergantian malam dengan siang. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Kalau begitu bantalmu lebar sekali?. Sesungguhnya (yang dimaksud ayat tersebut) adalah hitamnya malam dan putihnya siang”. (HR. Muslim 2:766)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Nabi SAW mencium dan bercumbu padahal beliau berpuasa, dan beliau adalah orang yang paling bisa menguasai nafsunya diantara kamu sekalian”. (HR. Bukhari 2:233)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah mencium diantara para istri beliau sedangkan beliau berpuasa. Kemudian istrinya tertawa”. (HR. Bukhari 2:233)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari ‘Aisyah dan Ummu Salamah istri Nabi SAW, keduanya berkata, “Sesungguhnya dahulu Rasulullah SAW pernah pada waktu shubuh di bulan Ramadlan masih dalam keadaan junub karena persetubuhan bukan karena mimpi, kemudian beliau tetap berpuasa”. (HR. Muslim 2:781)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Apabila seseorang sedang berpuasa, lalu lupa sehingga makan dan minum, maka hendaklah dia menyempurnakan puasanya. Hanyasanya Allah memberikan makan dan minum kepadanya”. (HR. Bukhari 2:234)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Adalah Rasululah SAW apabila memasuki malam-malam sepuluh (akhir Ramadlan) beliau menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh beribadah)”. (HR. Bukhari dan Muslim) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Ketika kami sedang duduk-duduk di sisi Nabi SAW, tiba-tiba seorang laki-laki datang kepada beliau lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya binasa”. Beliau bertanya, “Ada apa engkau?”. Ia berkata, “Saya menyetubuhi istriku diwaktu aku puasa (Ramadlan)”. Kemudian Rasululah SAW bersabda, “Apakah kamu mempunyai budak yang bisa kamu merdekakan?”. Ia menjawab, “Tidak”. Beliau bersabda, “Apakah kamu mampu untuk berpuasa dua bulan berturut-turut?”. Ia menjawab, “Tidak”. Beliau bersabda, “Apakah kamu dapat memberi makan enam puluh orang miskin?”. Ia berkata, “Tidak”. (Abu Hurairah) berkata: Lalu orang tersebut diam di sisi Nabi SAW. Ketika kami dalam keadaan demikian itu tiba-tiba dibawakan satu ‘araq kurma kepada Nabi SAW. Adapun ‘araq maksudnya adalah miktal (keranjang). Beliau bersabda, “Dimana orang yang bertanya tadi?”. Ia menjawab, “Saya”. Beliau bersabda, “Ambillah ini dan sedeqahkanlah”. Ia berkata kepada beliau, “Apakah kepada orang yang lebih faqir daripada saya, wahai Rasulullah? Demi Allah, diantara dua tepian kota Madinah (yang ia maksudkan dua tanah berbatu hitam), tidak ada keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku”. Maka Nabi SAW tertawa sehingga nampak gigi taring beliau. Kemudian beliau bersabda, “Berikan makan keluargamu dengan kurma itu”.  (HR. Bukhari 2:235)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Hurairah, ia merafa’kannya (ia mengatakan dari Nabi SAW), “Barangsiapa berbuka satu hari pada bulan Ramdlan tanpa halangan dan bukan karena sakit, maka tidak bisa diganti dengan puasa selamanya, jika dia akan melakukannya”. (HR. Bukhari 2:235) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Hurairah ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa berbuka sehari di bulan Ramadlan bukan karena keringanan (yang diberikan Allah padanya), maka tidak dapat diganti dengan puasa selamanya”. (HR. Ibnu Majah 1:535)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dikirim oleh ghazi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;http://www.duadunia.net/hadist-sekitar-puasa-ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-7491723132397195397?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/7491723132397195397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/08/ramadhan-kembali-menyapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7491723132397195397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7491723132397195397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/08/ramadhan-kembali-menyapa.html' title='RAMADHAN KEMBALI MENYAPA'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-8645332992673116328</id><published>2008-08-13T18:18:00.000+07:00</published><updated>2008-08-13T18:51:13.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta dan Cita'/><title type='text'>PROPOSAL PERNIKAHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SKLH0MaVBKI/AAAAAAAAABc/M88tFD4nBD0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SKLH0MaVBKI/AAAAAAAAABc/M88tFD4nBD0/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233965416456717474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita, Amin. Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga¡¨, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al Qur¡¦an dan Al Hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan Pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ¡§Man Jadda Wa Jadda¡¨ (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Termasuk tathhir (mensucikan diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Secara materi, Insya Allah siap. ¡§Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya¡¨ (Qs. At Thalaq (65) : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad) dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na’udzubillahi min dzalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki Niat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Ketika Memilih Pendamping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”. (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ¡§Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan (”Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama” - Qs. Al Ahzab (33),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraih Pernikahan Ruhani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs. Al Maidaah (5) : 87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================&lt;br /&gt;Dedicated to : My inspiration …. yang pernah singgah dan menghuni “hati” …Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. ” Saat Cinta dan Rindu tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah..”&lt;br /&gt;====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji / Referensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma’arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posting dari : asramfkguh02.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-8645332992673116328?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/8645332992673116328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/08/proposal-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8645332992673116328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/8645332992673116328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/08/proposal-pernikahan.html' title='PROPOSAL PERNIKAHAN'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SKLH0MaVBKI/AAAAAAAAABc/M88tFD4nBD0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-1944043690640212784</id><published>2008-07-20T21:12:00.000+07:00</published><updated>2008-07-20T21:15:12.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>PRIA LUBANG BUAYA</title><content type='html'>Kalau Anda selama ini sering mengikuti artikel yang ada di hitmansystem.com , Anda pasti pernah membaca Wanita dan Pasir Hisap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang saya akan menceritakan tentang Pria dan Lubang Buaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, apa itu lubang buaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubang buaya adalah julukan untuk sumur dimana para Jenderal Angkatan Darat dibuang oleh kelompok PKI (atau setidaknya begitu menurut sejarah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lubang buaya dalam sejarah adalah sumur dengan dasar, maka dalam Hitman System, lubang buaya adalah lubang tidak berdasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda terjatuh ke dalamnya, Anda akan terus melayang tanpa pernah berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubang desperate, lubang lonely, lubang sakit hati, ya itu nama lain dari Lubang Buaya yang saya maksud.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat bertahun-tahun lalu saat sedang mengejar seorang wanita, saya bertanya ke teman-teman apa yang harus dilakukan untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti yang pernah Anda alami juga, rata-rata mereka akan mengatakan hal yang sama: "Udah tunjukkin elo suka ama dia lom?" atau "Ajak nonton, bayarin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya tidak tahu apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja semua usulan itu terasa sangat benar. Saya melakukannya dengan setia dan persis anjuran mereka. Singkat cerita, saya berakhir tergelincir, jatuh, dan patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pelan-pelan merangkak naik, saya kembali bertemu wanita yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali bertanya ke teman-teman dengan saran mereka yang tidak berubah. Mentalitas saya yang masih lossy membuat saya melupakan pengalaman sebelumnya dan mengambil jalan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terjatuh kembali. Saya tidak belajar dari pengalaman. Saya kembali menempuh jalan yang sama yang menyebabkan saya dulu terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti pernah mendengar anekdot "Keledai aja gak akan jatuh di lubang yang sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seekor keledai terjungkir pada sebuah jalan, dia memiliki cukup intelijensi untuk mengenali bentuk lubang yang membuatnya terjatuh dan berusaha menghindarinya lain kali. Seekor keledai menggunakan kemampuan otaknya (yang serba terbatas) untuk tidak terjatuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pria, kita katanya dianugerahi kekuatan logika yang mengatasi intuisi hati. Tetapi pada kenyataannya dalam urusan romance, seringkali logika itu lalu dikalahkan oleh emosi-emosi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak menyadari ketika Anda berusaha merangkak naik setelah sebelumnya terjatuh dari wanita A yang menolak Anda, tiba-tiba datang wanita B yang menawan hati Anda sehingga Anda mengulang jalan berlubang yang sama dan Anda kembali tergelincir ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, Anda akan sibuk menyalahkan lubang sialan itu atau malah menyalahkan wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda jarang sekali menyadari bahwa mungkin jalan yang Anda lalui itu yang menyebabkan Anda terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seorang pria sedang mengejar wanita, ia akan terbiasa untuk menggunakan jalan yang sama, jalan yang diajarkan oleh paragdima, oleh lingkungan, oleh TV, film, atau novel. Jalan yang Anda pikir akan mengantarkan Anda ke hati wanita tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But sayangnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... yang ada di ujung jalan tersebut adalah lubang yang tidak berkesudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang harus saya lakukan untuk menghindari lubang tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sadarkan diri Anda dari paradigma yang salah. Buang saran-saran dari teman Anda yang dulu terbukti hanya membuat diri Anda terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mungkin bukan salah Anda kalau Anda hanya mengetahui hanya satu jalan untuk mendapatkan wanita. Semua orang di sekeliling Anda terbiasa mengejar wanita, jadi Anda otomatis melakukan hal yang sama. Saya tidak bisa memberikan Anda puluhan jalan lainnya berikut detil cara kerja karena itu hanya tersedia di HSEW, namun yang bisa saya bagikan adalah satu prinsip utamanya: JANGAN PERNAH MENGEJAR WANITA DENGAN NGAREP!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga adalah, tampar diri Anda ketika Anda sadar Anda tengah berjalan menurun menuju lubang tersebut, dan segeralah berbalik arah! Karena begitu Anda mencicipi jalan tersebut, Anda akan terus mencoba jalan tersebut berharap ujungnya bukanlah lubang. Dan begitu Anda terjatuh, Anda akan terus terjatuh sampai Anda mau berusaha menarik diri Anda dan mencari jalan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So guys, do us a favor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau keledai saja bisa sadar saat mengambil jalan yang salah, Anda juga bisa kan? Atau Anda lebih dungu dari keledai dan masih tetap melangkah di jalan yang berujung lubang buaya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Anda,&lt;br /&gt;Jet&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-1944043690640212784?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/1944043690640212784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/pria-lubang-buaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/1944043690640212784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/1944043690640212784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/pria-lubang-buaya.html' title='PRIA LUBANG BUAYA'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3161052425852899840</id><published>2008-07-20T20:49:00.000+07:00</published><updated>2008-07-20T20:54:23.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>25 CARA MENGOBATI LUKA CINTA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SINDY8PxILI/AAAAAAAAAAc/PBFeFgWXdi4/s1600-h/broken_heart.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SINDY8PxILI/AAAAAAAAAAc/PBFeFgWXdi4/s320/broken_heart.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225094088448090290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari indah bersama pasangan berakhir sudah.Lupakan saja kesedihan itu! masih banyak jalan untuk meraih cinta lagi hari ini dan akan datang!!!!!&lt;br /&gt;Meski kita berharap kalau ini hanya mimpi, tapi kisah cinta itu sudah berakhir. Rasanya kita sudah tidah ingin jatuh cinta lagi. HEY, jangan hanyut dalam duka! Bangkit dan katakan, "I WILL SURVIVE"! Asal tahu saja, Kita tidak sendirian di dunia ini.&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa tips yang dapat menambal hati yang luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasa yakin kalau mantan bukan satu-satunya orang yang bisa membahagiakan kita.&lt;br /&gt;Mnurut psikolog Aleta Korman, jangan terlalu banyak bermimpi punya kisah cinta yg&lt;br /&gt;heppy ending. jangan takut, masih ada orang lain yg mungkin lbh cocok untuk kita!&lt;br /&gt;2. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Tak usah peduli dengan penampilan hari ini.&lt;br /&gt;Mengunci diri di kamar, tak menyisir rambut,menangislah jika ingin menangis. tapi&lt;br /&gt;batasi 24 jam saja.&lt;br /&gt;3. Pukul dan tendang yang keras! Ini di lakukan aktris Patsy Kensit saat putus cinta&lt;br /&gt;dengan kekasihnya. "Waktu saya lihat kekasihku sedang jalan dengan pacar&lt;br /&gt;terbarunya, saya langsung tendang mobilnya keras-keras." kata Patsy.&lt;br /&gt;4. Dandan yang spesial, pakai baju yang paling OK, lalu ke kafe atau tempat dansa yg&lt;br /&gt;menarik. Musik dengan kecepatan 42 beat permnt terbukti dapat merangsang produksi&lt;br /&gt;endorfin dalam tubuh. badanpun terasa lebih nyaman.&lt;br /&gt;5. Patah hati? "Tak apa-apa. Semakin sakit perasaan kita saat putus cinta, akan mkn&lt;br /&gt;kuat cinta kita pada pacar berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ambil kursus bela diri, seperti karate atau yudo. Sangat cocok membebaskan kita&lt;br /&gt;dari rasa marah. Jika kita butuh pelampiasan, tinggal tinju saja bantal!&lt;br /&gt;7. Ubah pemanpilan diri.Pergi ke salon, ganti potongan rambut baru yang tak pernah&lt;br /&gt;kita bayangkan sebelumnya. Mengganti penampilan akan menimbulkan citra baru pada&lt;br /&gt;diri kita. Orang di sekitarpun tak akan memperlakukan kita sebagai si malang yang&lt;br /&gt;patah hati. Keadaan ini akan membantu kita melupakan mantan pacar dgn cepat.&lt;br /&gt;8. Lupakan diet. Beli sekotak cokelat, makan sepuasnya. Tak setiap saat kita punya&lt;br /&gt;kesempatan memuaskan makan coklat seperti ini. Perlu di ketahui, setiap potongan&lt;br /&gt;cokelat yang kita gigit akan memberikan PHENYLETHYLAMINE, semacam zat kimia yang&lt;br /&gt;keluar saat kita jatuh cinta.&lt;br /&gt;9. "Stone quartz adalah batu yang melambangkan rasa percaya diri dan self respect."&lt;br /&gt;Setiap kali kita memikirkan si dia, rabalah batu ini. Rasakan sakit di hati anda.&lt;br /&gt;setelah itu, kuburkan rasa sakit dalam.&lt;br /&gt;10.Makan spagheeti.Pasta mengandung karbohidrat yang akan meningkatkan perasaan bhgia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Setiap pagi setelah bangun tidur, katakan pada diri sendiri:'saya tak patah hati.&lt;br /&gt;Atau kalimat lain,"saya tak butuhorang seperti dia."&lt;br /&gt;12.Bermain musik. Ini adalah salah satu cara paling tepat untuk mengatasi kesedihan.&lt;br /&gt;Bukan minuman keras dan mabuk-mabukkan!Musik memberikan kita inspirasi untuk meng&lt;br /&gt;atasi masalah.&lt;br /&gt;13.Meski cinta kandas, kita mungkin masih selalu mengira kalau mamntan pacar sangat&lt;br /&gt;sempurna. Padahal, nobody's perfect. jadi pikirkan lagi mengapa kita selalu berpi&lt;br /&gt;kir dia sangat hebat. Cari alasan dia ta sesempurna yang ada dalam bayangan kita.&lt;br /&gt;14.Untuk menghalau kesedihan, baca kembali artikel-artikel tentang si dia, salah satu&lt;br /&gt;nya artikel tentang kesetiaan menurut bintangnya. Mungkin betul, si dia bukan tipe&lt;br /&gt;orang yang setia seperti yang kita idamkan.&lt;br /&gt;15.Sibukkanlah diri dengan hal-hal yang kita senangi, seperti: liburan bersama teman-&lt;br /&gt;teman, belanja ke mall, ikut aerobik atau kursus bahasa asing.&lt;br /&gt;16.Saat patah hati, peliharalah binatang piaraan kesayangan.&lt;br /&gt;17.Kenakan baju berwarna hijau atau segala sesuatu yang berwarna hijau."Menurut teori&lt;br /&gt;terapi warna, hijau selalu diasosiasikan dengan hati." Memakai pakaian warna hijau&lt;br /&gt;niscaya perasaan kita akan mendapat energi yang di perlukan.&lt;br /&gt;18.Periksa pojok Barat-Daya rumah. "Ini ada daerah yang berkaitan dengan hubungan per&lt;br /&gt;cintaan," kata Mery Lambert. Jika ternyata kita masih menemukan barang-barang&lt;br /&gt;miliknya atau fotonya tergantung di sini, segera pindahkan.&lt;br /&gt;19.Meski kekasih sudah pergi, Kita tak di larang untuk berfantasi. Tapi,takar lagi&lt;br /&gt;porsinya agar tak membuat tambah sedih.&lt;br /&gt;20.Kenapa tak mencoba mandi special sekali-sekali? Mandi dgn produk yang mengandung&lt;br /&gt;aromatik laut akan membangkitkan kadar endorfin dalam tubuh.&lt;br /&gt;Perlu diketahui, aromatik laut ini akan meningkatkan produksi B-endorphine,alias&lt;br /&gt;hormon 'bahagia'.Jadi meski pacar sudah tak ada di samping, tak ada alasan untuk&lt;br /&gt;terus bersedih.&lt;br /&gt;21.Lebih baik punya cinta yang kandas daripada tak punya cinta sama sekali.&lt;br /&gt;"Patah hati pembelajaran suatu hubungan, kita tidak akan tahu arti suatu hubungan&lt;br /&gt;kalau belum pernah mengalami sakitnya patah hati", Kata Tracy Shaw.&lt;br /&gt;22.Lupakan kesedihan dengan olahraga. salah satunya, coba lakukan gerakan senam untuk&lt;br /&gt;mengatasi trauma. Menurut physical trainer Amerika, "Gerakan ini akan merangsang&lt;br /&gt;hormon yang bisa membuat kita merasa lebih nyaman.&lt;br /&gt;23.Pacar yang pergi meningalkkan kita memang menyedihkan. Menangis dan meluapkan pera&lt;br /&gt;saan bisa membebaskan kita dari belenggu yang menyiksa. Jika kita ingin menangis,&lt;br /&gt;tengadahkan wajah tinggi-tinggi.Sikap ini akan membantu kita meningkatkan gairah&lt;br /&gt;hidup. Sealin itu, juga cukup untuk menghentikan air mata yang sudah muncul dan&lt;br /&gt;siap mengalir.&lt;br /&gt;24.Buat profil pacar baru idaman. Pengalaman berpacaran dengan mantan akan memberi&lt;br /&gt;pandangan lain terhadap calon pacar. Gunakan pengalaman pribadi ini sebagai petu&lt;br /&gt;njuk membuat profil hubungan yang idel. Gambarkan seluruh ciri fisik,emosi,spiri&lt;br /&gt;tual dan kemampuan profesional pasangan yang kita inginkan. Setelah selesai kaji&lt;br /&gt;ulang daftar tadi. tentukan langkah yang harus diambil agar kita bisa belajar me&lt;br /&gt;nyesuaikan dngan ciripasangan idaman.&lt;br /&gt;25.Percayalah pada takdir. Jika saat berpisah rasanya sakit, semuanya sudah tertulis.&lt;br /&gt;Sama halnya dengan masa-masa bahagia, semuanya sudah di gariskan. Jadi,tak perlu&lt;br /&gt;terlalu sedih. Hadapi semua kenyataan dengan lapang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa tips yang di bagikan para pakar bagi kita yang sedang mengalami luka hati karena patah hati. Semoga dapat menyembuhkan luka hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: COSMOPOLITAN, edisi Januari 2002.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3161052425852899840?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3161052425852899840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/25-cara-mengobati-luka-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3161052425852899840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3161052425852899840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/25-cara-mengobati-luka-cinta.html' title='25 CARA MENGOBATI LUKA CINTA'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SINDY8PxILI/AAAAAAAAAAc/PBFeFgWXdi4/s72-c/broken_heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3201084124154037750</id><published>2008-07-20T20:41:00.000+07:00</published><updated>2008-07-20T21:10:04.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>PATAH HATI</title><content type='html'>Part 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang selain pikiran,nafsu setiap makluk hidup juga diberikan perasaan. Dengan perasaan itu kita dapat merasakan banyak hal seperti senang, gembira ,sedih, dan salah satu yang patah hati ini. Perasaan yang satu ini memang sangat tidak mengenakan. bt…..&lt;br /&gt;kesel…&lt;br /&gt;hopeless…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat orang yang kita sayangi, cintai pergi begitu cepat. Disaat percikan baru saja muncul. tak heran banyak orang yang putus asa menghadapi masalah ini. saya sendiri pun begitu sedih, sedikit frustasi, serasa gak bergairah merasakan hal ini saat ini. Hidup terasa begitu sulit. Gak ngerti harus gimana menghadapinya, bingung banget mo gimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedih banget klo mengingat kenang yang dah pernah dibuat.&lt;br /&gt;sulit sekali menghapus kenangan itu.&lt;br /&gt;gak rela klo si dia pergi jauh&lt;br /&gt;sakit hati ini klo melihat dia dengan pria lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditambah lagi klo patah hati ini karena pihat ketiga, udah gitu temen deket sendiri lagi.&lt;br /&gt;belum lagi ini adalah hal yang pertama.&lt;br /&gt;wah komplit banget sih kesedihan ini.&lt;br /&gt;sakit banget rasa nya hati ini&lt;br /&gt;seperti ditusuk 2 buah pedang dari belakang&lt;br /&gt;serasa hilang harapan dan cita-cita selama ini.&lt;br /&gt;lelah sekali memikirkan semua nya ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkadang terpikir mengapa ada orang setega itu?&lt;br /&gt;apa masih adakah perasaan dihatinya?&lt;br /&gt;sampai kapan penderitaan ini akan berakhir…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa bisa jadi kayak gini?&lt;br /&gt;apa yang salah dari ku?&lt;br /&gt;aaarrrggggggggg&lt;br /&gt;kuingin teriaaaaakkk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebetulnya sih gak masalah klo pun kita putus.&lt;br /&gt;tapi harus kah dengan cara seperti ini, secepat ini, seperih ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah…..&lt;br /&gt;terkadang cinta memang kejam&lt;br /&gt;datang tanpa disangka sangka&lt;br /&gt;pergi begitu saja tanpa disangka sangka juga&lt;br /&gt;kenyataan sangat berbeda dengan harapan yang ada selama ini.selara terbalik 180 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akankah kutemukan jawaban ,obat penyembuh rasa sakit ku?&lt;br /&gt;sampai kapan badai ini berlalu&lt;br /&gt;sampai kapan kegalauan hati ini hilang&lt;br /&gt;ku hanya bisa menunggu , merasakan sakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huh…&lt;br /&gt;dari... Iwank's Blog&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3201084124154037750?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3201084124154037750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/patah-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3201084124154037750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3201084124154037750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/patah-hati.html' title='PATAH HATI'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-7022687891190632365</id><published>2008-07-20T19:49:00.000+07:00</published><updated>2008-07-20T20:10:09.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SIM1j7goTTI/AAAAAAAAAAM/tzK-5fgxJ_E/s1600-h/250px-Zidane_in_Poznan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SIM1j7goTTI/AAAAAAAAAAM/tzK-5fgxJ_E/s320/250px-Zidane_in_Poznan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225078884066151730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Zinedine Yazid Zidane (IPA: [ˌzineˈdin jaziːd ziˈdan]; bahasa Arab: زين الدين زيدان, Zainuddin Zidan lahir 23 Juni 1972) yang terkenal dan populer dengan nickname Zizou adalah seorang pesepak bola Perancis keturunan Aljazair. Posisinya adalah gelandang menyerang. Memulai karir sebagai pemain di klub AS Cannes, ia kemudian bermain di Bordeaux, Juventus dan terakhir Real Madrid. Ia pensiun dari sepak bola klub pada tahun 2006 dan pensiun dari tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penampilan yang sangat fantastis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, tidak sedikit publik sepak bola yang menganggapnya sebagai pemain terbaik di dunia. Kelebihan dan keahliannya melakukan dribbling dan penguasaan bola sering membuat pemain lawan merasa frustasi karena sulitnya merebut bola darinya. Pelatih-pelatihpun beranggapan bahwa memaksakan man-to-man marking terhadap Zidane adalah pekerjaan sia-sia. Bahkan produsen olahraga asal Jerman Adidas membuat "formasi baru" yakni 4-Zidane-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1993, Zidane menikah dengan Véronique Zidane (kelahiran Lentisco), seorang mantan pedansa Perancis dan model Spanyol [2] Keempat anaknya: Enzo (lahir 24 Maret 1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkap  Zinedine Yazid Zidane&lt;br /&gt;Tanggal lahir  23 Juni 1972&lt;br /&gt;Tempat lahir  Marseille, Perancis&lt;br /&gt;Tinggi  185 cm&lt;br /&gt;Pangg. akrab  Zizou&lt;br /&gt;Posisi  Gelandang menyerang&lt;br /&gt;Klub remaja&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Klub profesional*&lt;br /&gt;1988-1992&lt;br /&gt;1992-1996&lt;br /&gt;1996-2001&lt;br /&gt;2001-2006  AS Cannes&lt;br /&gt;Girondins Bordeaux&lt;br /&gt;Juventus F.C.&lt;br /&gt;Real Madrid  61 (6)&lt;br /&gt;135 (28)&lt;br /&gt;151 (24)&lt;br /&gt;`55 (37)&lt;br /&gt;Tim nasional&lt;br /&gt;1994-2006  Perancis  108 (31) [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jumlah penampilan dan (gol) klub profesional&lt;br /&gt;hanya dihitung berdasarkan liga domestik.&lt;br /&gt;Perjalanan karir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zizou dilahirkan di Marseille dan dibesarkan di La Castellane. Walaupun lahir di Marseille, Zizou belum pernah bermain untuk Olympique de Marseille. Karir Zizou dimulai pada usia 14 tahun, anak dari imigran Aljazair ini terlihat oleh seorang pencari bakat dan ditawari tempat di Akademi AS Cannes. Selama di liga Prancis, Zizou bermain untuk AS Cannes dan Bordeaux, sebelum dibeli oleh Juventus sebesar £3 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2001 Zizou ditransfer dari klub Italia, Juventus F.C. ke Real Madrid dengan kontrak selama 4 tahun. Biaya transfer sebesar €66 juta, membuat ia menjadi pemain sepak bola dengan transfer termahal di dunia. Ia mencetak gol kemenangan 2-1 melawan klub Jerman, Bayer Leverkusen pada 2001-2002 Final Champions League di Glasgow di Hampden Park. Tahun berikutnya di Piala Dunia 2002 ia hanya tampil sekali membela Perancis karena didera cedera. Dalam turnamen tersebut, Perancis tidak berhasil mencetak satu golpun dan terpuruk di dasar grup pada babak pertama sehingga gagal lolos ke babak berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004 setelah Piala Eropa 2004 berakhir, Zidane pensiun dari sepak bola internasional, namun saat Perancis mengalami kesulitan untuk meloloskan diri ke Piala Dunia 2006, Zidane mengumumkan pada Agustus 2005 bahwa ia akan kembali bermain di tim nasional. Perancis akhirnya lolos, tetapi Zidane yang baru melalui musim yang dipenuhi cedera di Madrid, memutuskan bahwa ia akan mundur setelah Piala Dunia tersebut berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 25 April 2006, Zizou secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mundur dari klub dan tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006.[3]&lt;br /&gt;Zidane pada tahun 2004.&lt;br /&gt;Zidane pada tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 7 Mei 2006 Zizou memainkan pertandingan terakhir sebagai tuan rumah untuk Real Madrid di Stadion Santiago Bernabéu. Pemain Real Madrid memakai baju kaos khusus yang bertanda "ZIDANE 2001 - 2006" tertulis di bawah logo klub. Seperti yang dapat diduga, pendukung Real Madrid memberikan dia sambutan yang hangat dan mendukung Zizou sepanjang pertandingan. Pertandingan ini melawan Villarreal CF dan, sayangnya untuk Zizou, hasil terbaik yang diperoleh Real Madrid adalah seri 3-3. Zizou mencetak gol kedua untuk Real Madrid tanpa perayaan besar-besaran. Zizou menukar baju kaosnya dengan Juan Roman Riquelme, pemain Villarreal CF dan gelandang Argentina. Pada akhir pertandingan, pendukung Real Madrid mengucapkan selamat jalan untuk Zizou dengan memberi ia tepuk tangan panjang, yang membuatnya menitikkan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Piala Dunia 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dua pertandingan awal Piala Dunia 2006, ia tampil buruk dan bahkan harus absen pada pertandingan ketiga akibat akumulasi kartu kuning. Zidane kemudian menunjukkan kembali permainan terbaiknya di babak-babak berikutnya, dimulai dari pertandingan melawan Spanyol digugurkan 3-1, lalu Brasil ditaklukkan 1-0, dan kemudian Portugal dikalahkan 1-0. Dengan bentuk permainannya saat itu, banyak yang berharap bahwa Zidane akan menggantung sepatu dengan indah dengan mengalahkan Italia di final, namun karirnya berakhir pahit saat ia dikartu merah wasit Horacio Elizondo pada pertandingan final akibat menanduk bek Italia, Marco Materazzi di bagian dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun karir sepakbolanya berakhir pahit Zidane terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2006 versi Fédération Internationale de Football Association dan para wartawan yang meliput ajang tersebut dengan mendapat 2012 poin, kapten Italia Fabio Cannavaro di posisi dua dengan 1977 poin dan pemain Italia lainnya, Andrea Pirlo di posisi tiga dengan 715 poin. Alasan ia dipilih menjadi pemain terbaik karena berhasil menampilkan penampilan yang menawan serta menunjukkan kepemimpinan yang baik dalam membawa Perancis yang terseok-seok di babak penyisihan grup sampai ke babak final. Pelatih Perancis Domenech dan sang "Kaisar" Beckenbauer membela keputusan FIFA untuk tetap memberikan gelar tersebut meskipun Zizou dianggap melakukan tindakan bodoh tersebut terhadap Materazzi. Materazzi mungkin dianggap mengatakan kata-kata yang sangat menyinggung pemain terbaik dunia 3 kali tersebut sehingga membuat ia menjadi emosi dan akhirnya melakukan tindakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan BBC, pemilihan Pemain Terbaik dilakukan pada masa istirahat setelah babak pertama. Koresponden BBC, Gordon Farquhar, berpendapat bahwa "jika kita menanyakan kepada para wartawan yang telah melakukan pemilihan tersebut setelah pertandingan berakhir - apakah mereka akan mengubah suaranya - mungkin mereka akan melakukannya."[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu berjudul Headbutt yang terinspirasi dari serudukan kepala Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006 menjadi lagu yang paling terkenal di Perancis. Dalam dua setengah pekan awal, ada 80.000 pengunduh lagu tersebut di situs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-7022687891190632365?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/7022687891190632365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/zinedine-yazid-zidane-ipa-zinedin-jazid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7022687891190632365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7022687891190632365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/zinedine-yazid-zidane-ipa-zinedin-jazid.html' title=''/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SIM1j7goTTI/AAAAAAAAAAM/tzK-5fgxJ_E/s72-c/250px-Zidane_in_Poznan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-1266217375981467262</id><published>2008-07-07T18:28:00.001+07:00</published><updated>2008-10-11T18:32:04.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Hukum Islam'/><title type='text'>MODERNITAS VS KONSERVATISME</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODERNITAS VS KONSERVATISME&lt;br /&gt;DAN&lt;br /&gt;PAHAM ATAU ALIRAN  MENYIMPANG DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt; Konservatif dan Modernitas&lt;br /&gt;Globalisasi merujuk pada hilangnya batas-batas geografis yang sebelumnya menjadi matra pengikat solidaritas bagi masyarakat di satu negara, benua, ataupun satuan wilayah lainnya. Ia bertautan dengan fenomena menyatunya ikatan-ikatan solidaritas di bawah kepentingan untuk menjaga tegaknya tatanan dunia baru demi terwujudnya perdamaian.&lt;br /&gt;Konservatif berasal dari bahasa latin com servare yang artinya melindungi dari kerusakan. Menurut istilah berarti menjaga dari adanya perubahan serta menjaga kemurnian dan keaslian dari ajaran agama. &lt;br /&gt;Sedangkan modernitas berasal dari kata modern yang artinya adalah melakukan perubahan. Menurut istilah modernitas yaitu adanya perubahan dengan memperhatikan adanya perubahan zaman, social, ekonomi dan budaya..&lt;br /&gt;Paham dan Aliran&lt;br /&gt;Paham dan aliran adalah dua kata yang sering dimaksudkan untuk satu kata, seakan tiada beda. Karena memang keduanya mengandung arti adanya suatu pemikiran yang dianut dan dipercayai oleh sebagian orang dalam sebuah komunitas atau kelompok tertentu. Namun demikian ada sisi perbedaan dari kedua kata tersebut.&lt;br /&gt;Kata paham, lebih menunjuk kepada suatu alur pemikiran yang menganut prinsip tertentu, tidak terorganisirdan tidak memiliki pemimpin pusat, meskipun memiliki tokoh sentral yang menjadi figur panutan paham tersebut. Pada dasarnya pengikut dari suatu paham adalah orang-orang yang kritis, senang berpikir, terbuka dan menyambut baik adanya dialog-dialog, meskipun terkadang tidak demikian.&lt;br /&gt;Sedangkan aliran, lebih berkonotasi terhadap suatu pemahaman yang terorganisir, ada ketua, pengurus beserta anggotanya, mempunyai aturan-aturan tertentu dan mayoritas pengikutnya hanya bisa taqlid buta dan selalu mengiyakan serta mengikuti perkataan pemimpinnya. Pengikut suatu aliran tertentu kebnyakan adalah orang-orang yang telah terdoktrin pikirannya, tidak suka dialog, serba dogmatis, anti kritik dan cenderung merasa paling benar.(Hartono Ahmad Jaiz. 2002).&lt;br /&gt;Di Indonesia khususnya, terdapat bermacam-macam model paham dan aliran yang membawa aroma keagamaan maupun yang berkulit pemikiran. Banyak juga yang berkedok agama dan pemikiran sekaligus. Semua terangkum dalam khasanah keanekaragaman tanah air kita.&lt;br /&gt;Yang menjadi pokok permasalan bagi kita, umat Islam adalah ketika suatu paham dan aliran tersebut membawa nama Islam. Sedangkan yang dibawa adalah ajaran yang menyimpang dan bertabrakan dengan akidah Islam yang benar. Aliran sesat yang berkembang dengan begitu subur di Indonesia tersebut tidak akan dapat ditolerir karena telah mengobrak-abrik pondasi pokok ajaran Islam. &lt;br /&gt;Diperlukan sikap yang kritis dan obyektif dalam memandang suatu aliran atau paham tertentu, terutama yang telah dengan nyata telah sesat dan melenceng, apalagi yang menyesatkan. Karena bukan tidak mungkin ada sebab-sebab  atau tujuan-tujuan tertentu dibalik muncul dan eksistensinya suatu paham atau aliran tersebut. Entah itu karena motivasi duniawi yaitu untuk mengejar harta, ambisi kekuasaan, membuat sensasi atau popularitas, kebodohan sang pemimpin atau memang adanya niatan atau propaganda untuk memecah belah Islam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Islam Modernitas dan Konservatisme&lt;br /&gt;A. Modenitas dan Konservatisme; Dua Pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menyikapi dunia modern yang semakin kompleks dan sekuler, itulah yang menjadi tantangan Islam saat ini. Apalagi di Eropa, di mana Islam adalah minoritas yang dianut oleh para pendatang asal budaya non barat yang belum memasuki era sekuler. Di Belanda diskusi antara modernitas dan konservatisme ini dibayangi oleh pembunuhan sineas dan intelektual Theo van Gogh oleh seorang penganut Islam konservatif, gara-gara peandapatnya yang kritis terhadap Islam. Seorang pendukung dan teman dekat Theo van Gogh adalah Ayaan Hirsi Ali, mantan anggota parlemen Belanda dan bersama Theo van Gogh meluncurkan film "Submission" yang mengritik habis-habisan sikap Islam terhadap perempuan. Ayaan Hirsi Ali sendiri kini menyebut dirinya atheis dan terpaksa harus  hidup dengan pengawalan ketat karena diancam hidupnya.&lt;br /&gt;Harian Belanda Trouw menurunkan laporan ihwal diskusi Ayaan Hirsi Ali dengan tiga pemuda muslim Belanda asal minoritas pendatang: Faysal, Sam, dan Mehmet. Mereka penganut Islam modern, dan diajak Ayaan untuk berdikusi. Dalam diskusi ini kentara sekali bagaimana sulitnya bagi mereka yang mencoba menginterpretasikan Islam secara moderen untuk tidak terasing dari keluarga dan teman-teman muslim mereka. Pemisahan total antara negara dan agama berarti pemutusan tali ikat dengan tradisi Islam mereka, dan justru menyebabkan mereka akan terkatung-katung dan mudah dipengaruhi ide-ide Islam radikal yang berakar pada memuja muji masa silam. Suatu kontradiksi, namun Ayaan Hirsi Ali menyatakan toh ada jalan ketiga bagi Islam, berdasarkan debat terbuka yang disebut ijtihad, diskusi ihwal interpretasi ajaran Islam yang pada awal sejarah Islam adalah lumrah namun sejak berabad-abad  tidak dilakukan lagi.&lt;br /&gt;Trouw menulis, bagi mereka yang menganut modernisme, susah sekali untuk menyampaikan pesan secara umum karena media barat hanya tertarik pada Islam konservatif yang radikal dengan aksi-aksi sensasionalnya dan bukan pada mereka yang mengguting tali hubungan mereka dengan tradisi Islam demi perubahan masa kini. Memang pesan radikalisme konservatif dicampur impian masa silam yang indah-indah sering masuk pers, seakan-akan merekalah yang mewakili dunia Islam. Demikian juga halnya dengan Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.&lt;br /&gt;The Jakarta Post menurunkan artikel dengan opini seorang modernis yang aktif dalam gerakan HAM Aguswandi, yang kami kira adalah golongan orang-orang liberal. Judulnya: tolak konservatisme Islam. Penulis membagi dunia Islam dalam kategori "mereka" yang mendukung syariat penindas perempuan, anti demokratis, dan menentang multikulturalisme dan katergori "kami" yang Islam moderen, sekuler, demokratis dan kosmopolitan. Keunikan Islam Indonesia yang moderat inilah yang perlu dipertahankan. Penulis berpendapat "mereka" yang konservatif sudah menang di Aceh dan bisa kita saksikan dampak penerapan syariat ini: konservatisme dan fanatisme yang menghambat kemajuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dibalik Modernitas&lt;br /&gt;Memasuki era globalisasi yang tak mungkin dapat di hindari oleh umat manusia, terlebih oleh umat muslim, membawa dampak yang teramat besar. Berbagai macam bentuk krisis satu per satu terus datang menghantam. Tak pelak lagi datangnya rangkaian krisis itu menyebabkan kegoncangan dan krisis yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;Umat dihadapkan pada krisis pada pemahaman Islam yang semakin memudar. Kerusakan Tauhid menjurus kepada kerusakan moral mengancam kehancuran.Munculah beberapa gerakan yang berjuang melalui cara yang berbeda. &lt;br /&gt;Ada sebagian saudara kita ynag menyuarakan adanya pembaruan dalam Islam, menyesuaikan dengan kebutuhan pada zaman tetapi tetap harus sesuai dengan landasan nilai-nilai dasar ajaran Islam yang benar. Diantarannya yaitu Nahdlatul Ulama’ dan Muhammadiyyah di Indonesia.&lt;br /&gt;Sikap moderat ini memilik fleksibelitas dan sangat adabtable dengan perkembangan zaman. Beberapa ciri dari modernitas dari modernitas yang sebenarnya telah diajarkan dalam Islam, diantaranya anjuran selalu menggunakan akal sehat (logika), mengedepankan etika, mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang ada.&lt;br /&gt;Contoh paling nyata adalah kesuksesan dan kejayaan Islam di Cordova disaat Barat masih terbelakang dan terbelenggu dengan doktrin-doktrin gereja. Melahirkan peradaban tinggi dengan dasar iman dan ilmu pengetahuan beserta Ulama’-Ulama’ besar macam Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, Islam bisa berjalan beriringan dengan modernitas kalau umat Islam mampu menjembatani keduanya. Dalam konteks ini, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pemahaman tentang keislaman secara benar menjadi penting.&lt;br /&gt;Tetapi perlu diperhatikan, perubahan yang terlampau berlebihan menimbulkan ancaman yang menyeramkan. Dibalik Modernitas terselip monster berbahaya: Liberalism!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Melihat Sisi Konservatisme&lt;br /&gt;Sejalan dengan hancurnya moral umat islam karena pengaruh duniawi, terutama barat, memunculkan gerakan pertahanan dan perlawanan dengan upaya kembali pada ajaran Islam yang benar. Kebanyakan mereka memahami ajaran Islam secara tekstual dan apa adanya. Ada beberapa gerakan di Indonesia diantaranya Jamaah Tabligh dan Salafi.&lt;br /&gt;Dengan asumsi bahwa Islam yang benar adalah Islam yang tetap berpegang teguh pada ajaran murni dari Rasulullah SAW, tanpa adanya perubahan sekecil apapun. Hal ini memungkinkan lahirnya dua aliran yakni Radikalisme dan Fundamentalisme.&lt;br /&gt;Dan hal itulah yang memang gencar diincar oleh barat. Terkadang karena terlalu kaku dalam memehami ajaran Islam dengan tanpa memperhatikan perubahan sosio-cultural, mengakibatkan Islam seringkali diidentikkan dengan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran Sempalan dalam Islam&lt;br /&gt;A. Bagaimanakah yang Disebut Sesat itu?&lt;br /&gt;Banyak wacana yang mengemuka di masyarakat tentang siapa yang dapat dikatakan sesat dan bagaimana kesesatannya. Bukankah yang berhak menyesatkan dan membenarkan itu hanya Allah semata? Bukankah kita tidak berhak menuding dan memutuskan seseorang ?&lt;br /&gt;Pendapat yang demikian itu tidak salah, hanya perlu diketahui dan dipahami secara lebih mendalam bahwa bukankah kebenaran (yang haq) dan yang salah (bathil) telah jelas. Kebenaran yang telah nyata itulah tidak akan pernah tertutupi oleh kesesatan. Tidak ada dasar menyatakan seseorang atau paham suatu golongan itu sesat kecuali mereka telah menyimpang dari ajaran ajaran Islam yang benar.&lt;br /&gt;Dalam masalah sesat atau tidaknya suatu paham dapat kita ketahui dari beberapa kriteria sesat yang telah disepakati oleh para ulama’. Melalui Majelis Ulama’ Indonesia telah mengeluarkan fatwa dan kriteria kesesatan suatu pham atau aliran. Diantara  kreteria yang dikeluarkan MUI, diantaranya adalah; &lt;br /&gt;1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.&lt;br /&gt;2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Al-Quran dan sunnah.&lt;br /&gt;3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran.&lt;br /&gt;4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Quran.&lt;br /&gt;5. Melakukan penafsiran Al-Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.&lt;br /&gt;6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.&lt;br /&gt;7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.&lt;br /&gt;8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.&lt;br /&gt;9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.&lt;br /&gt;10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.&lt;br /&gt;Atas sepuluh kriteria tersebut kita dapat mengetahui apakah suatu golongan itu menyimpang, sesat dan menyesatkan. &lt;br /&gt;B. Dibalik Munculnya Aliran-Aliran Sesat Dalam Islam&lt;br /&gt;Merujuk pada makin maraknya bermunculan aliran-aliran yang menyimpang dan menyimpang dalam islam akhir-akhir ini, perlu kita ketahui akar permasalahannya. Dimulai dari latar belakang, tujuan, faktor-faktor hingga akibat yang ditimbulkannya. &lt;br /&gt;Barang kali ini adalah salah satu fenomena lemahnya dakwah islamiyah di kalangan ummat islam itu sendiri. Ketika Rasulullah Saw wafat, maka dakwah islamiyah sempat terhenti dalam beberapa hari karena kesibukan para shahabat dalam menangani wafatnya Rasullullah saw. Dan apa yang kemudian terjadi….? bermunculanlah sejumlah nabi-nabi baru. Dan Abu Bakar R.a diberikan kefahaman oleh Allah swt bagaimana caranya mengatasi fitnah-fitnah tersebut, yaitu hidupkan kembali dakwah islamiyah. Maka dengan hidupnya kembali dakwah islamiyah akhirnya Allah swt selesaikan fitnah-fitnah tersebut.&lt;br /&gt;Di zaman ini juga berlaku hal yang sama, muncullah berbagai penyimpangan pemahaman terhadap Islam, tidak lepas dari lemahnya dakwah islamiyah. Ummat islam hanya disibukkan dengan ibadah, sementara yang berdakwahpun banyak yang tidak sesuai dengan dakwahnya Nabi dan para shahabat. Tidak ada cara untuk mengembalikan kembali kejayaan ummat ini kecuali dengan cara yang sama sebagaimana ummat ini dibangun pada masa awalnya.&lt;br /&gt;C. Menangkal dan Memberantas Kesesatan &lt;br /&gt;Di Indonesia berkembangnya aliran sesat dapt dengan mudah ditemukan. Mungkin karena faktor historis karena terlalu lama dijajah Belanda mengakibatkan kita dilanda kebodohan. Yang jelas hal tersebut membuat kita banyak tidak mau menggunakan akal sehatnya, dan dalam menghadapi berbagai masalah lebih menyukai jalan pintas.&lt;br /&gt;Ketika ada orang yang membawa ajaran baru yang belum dapat dipastikan kebenarannya tetapi menyuguhkan berbagai kemudahan dalam menjalankan ibadah, mereka mau menelannya mentah-mentah.&lt;br /&gt;Tetapi munculnya aliran dan paham sesat tersebut dapat kita tangkal agar tidak muncul aliran baru dan dapat kita berantas agar mereka mau kembali ke jalan yang benar, mau bertaubat dan mengakui semua kesesatan yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;Diantara beberapa cara dalam menangkal lahirnya aliran sesat tersebut adalah:&lt;br /&gt;Mempelajari Ilmu agama sebagai dasar dan pedoman kehidupan dengan ajaran yang benar.&lt;br /&gt;Membekali akal dengan Ilmu yang benar-benar jelas sumbernya.&lt;br /&gt;Berijtihad denagn dalil yang kuat&lt;br /&gt;Peran semua elemen umat islam dalam menjaga ajaran yang shahihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Beberapa Aliran Sesat dalam Islam&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya kesesatan dan penyimpangan dalam ajaran Islam telah begitu merisaukan. Karena mereka muncul membawa ajaran baru yang menyalahi dan bertentangan dengan Islam. Dengan begitu mudahnya mengkalim bahwa ia adalah seorang nabi, al-Masih, al-Mahdi dan sebagainya. &lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa kemunculan mereka telah mencoreng dan telah mengobrak abrik tatanan ajaran Islam yang Shahihah. Entah dalam bentuk apa saja dan dalam model bagaimanapun, kesesatan adalah kesesatan. Berikut adalah uraian tentang  beberapa aliran nyeleneh, menyimpang, sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;Lia Aminuddin; agama Salamullah&lt;br /&gt;Lia Aminuddin atau yang populer disebut Lia Edden seorang wanita yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang nabi dan rasul serta Imam Mahdi sekaligus penjelmaan dari malaikat jibril di dunia. Wanita tanpa dasar pengetahuan agama yang kuat menyatakan bahwa ia telah mendapat wahyu dan mendapatkan mu’jizat.&lt;br /&gt;Ajarannya adalah dengan mendirikan agama baru yang dinamakan Salamullah yaitu agama parenialisme yang menghimpun seluruh agama di dunia. Abdul Rahman yaitu orang kepercayaannya dianggap sebagai Imam besar Salamullah serta Ahmad Mukti, puteranya adalah Nabi Isa.&lt;br /&gt;Yang lebih ekstrim lagi, jika seseorang yang telah beriman kepadanya mencukur seluruh rambut yang ada di badan, lalu membakarnya, maka itu adalah suatu bentuk ibadah yang diperintahkan oleh ”Jibril” melalui Lia Eden. Dan barang siapa yang telah melakukannya sama seperti  bayi yang baru lahir, bersih dan suci dari dosa.&lt;br /&gt;Ajaran-ajaran yang dibawa oleh Lia Eden tentu saja sangat aneh dan jelas telah sangat menyimpang dari ajaran Islam. Ajarannya tersebut telah menimbulkan keresahan pada masyarakat, khususnya umat Islam. &lt;br /&gt;Tetapi walaupun telah jelas kesesatannya, namun ternyata masih banyak umat islam yang lebih bodoh dainya. Mereka beriman dan mempercayai semua yang diajarkan dalam agama Salamullah ini. Pengajian-pengajian yang sering dilaksanakan di rumah Lia Eden diikuti oleh banyak orang. Semakin hari semakin banyak.&lt;br /&gt;Sehingga pada hari selasa, 4 November 1997, Lia Eden dimintai keterangan oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI. Dalam penjelasannya, Lia mengakui bahwa dalam dirinya bersemayam Ruh al-Kudus, malaikat Jibril. Lia mengakui bahwa ajarannya adalah haq (benar) dan semuanya datang dari malaikat Jibril. &lt;br /&gt;Pada sidang MUI tanggal 11 November dan 3 Desember 1997 membahas masalah ”kemungkinan manusia pada saat ini (setelah wafatnya Rasulullah SAW) didampingi dan dapat berkomunikasi serta mendapatkan ajaran dari Malaikat Jibril.”&lt;br /&gt;Tidak memerlukan waktu yang lama hasilnya pada tanggal 22 Desember 1997, MUI menyatakan dengan tegas bahwa ajaran Lia Eden dengan Salamullahnya adalah ajaran sesat dan menyimpang dari akidah.&lt;br /&gt;Al-Qiyadah Al-Islamiyyah&lt;br /&gt;Satu lagi geger tentang pemahaman Islam yang baru adalah seputar aliran Al Qiyadah Al Islamiyah. Pendiri aliran itu, Ahmad Moshaddeq, seorang pensiunan PNS PemProv.DKI di bidang Olahraga, sejak 23 Juli 2006 setelah bertapa selama 40 hari 40 malam di gunung bunder, Bogor, mengaku dirinya mendapat wahyu dari Allah mengaku sebagai Rasul menggantikan posisi Nabi Muhammad SAW serta Al-Masih Al-Maw’ud.&lt;br /&gt;Islam sudah sempurna, dan yang menyatakan sempurnyanya islam adalah Allah Swt sendiri. Dan Rasulullah Saw. telah mencontohkan dengan lengkap bagaimana memahami dan mengamalkan sempurnanya Islam. Maka kalau sekarang ada yang berusaha untuk menyatakan menyempurnakan ajarannya Rasulullah SAW., ini njelas suatu kesesatan Apalagi wangsit yang didapat untuk menyempurnakan ajarannya Rasulullah saw ini didapat dengan cara bertapa di sebuah Villa.&lt;br /&gt;Al-Qiyadah Al-Islamiyyah sebagai sebuah gerakan dengan pemahaman keagamaan yang sesat, telah menerbitkan sebuah tulisan dengan judul “Tafsir wa Ta’wil”. Tulisan setebal 97 hal + vi disertai dengan satu halaman berisi ikrar yang menjadi pegangan jama’ah Al-Qiyadah Al-Islamiyyah.&lt;br /&gt;Sebagai gerakan keagamaan yang menganut keyakinan datangnya seorang Rasul Allah yang bernama Al-Masih Al-Maw’ud pada masa sekarang ini, mereka melakukan berbagai bentuk penafsiran terhadap Al-Qur’an dengan tanpa kaidah-kaidah penafsiran yang dibenarkan berdasarkan syari’at, ayat-ayat Al-Qur’an dipelintir sedemikian rupa agar bisa digunakan sebagai dalil bagi pemahaman-pemahamannya yang sesat. Seperti tafsir ayat berikut ini:&lt;br /&gt;!$oYøym÷rr'sù Ïmøs9Î) Èbr&amp; ÆìoYô¹$# y7ù=àÿø9$# $oYÏ^ãôãr'Î/ $oYÍômur ÇËÐÈ &lt;br /&gt;Lalu kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami....” (al-Mu’minun [23] : 27)&lt;br /&gt;Mereka mengatakan bahwa yang dimaksud bahtera itu adalah amsal dari al-qiyadah yaitu sarana organisasi dakwah yang dikendalikan oleh Nabi Nuh sebagai nahkoda.Ahli Nuh adalah orang yang beriman, binatang ternak adalah umat manusia, serta lautan adalah bangsa Nabi Nuh yang musyrik. (lihat Tafsir wa Takwil hal. 43) &lt;br /&gt;Demikianlah upaya mereka mempermainkan Al-Qur’an guna kepentingan gerakan sesatnya. Sungguh, seandainya Al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah -shallallahu ‘alihi wasallam- boleh ditafsirkan secara bebas oleh setiap orang, tanpa mengindahkan kaidah-kaida penafsiran sebagaiman dipahami slaful ummah, maka akan jadi apa islam yang mulia itu ditengah pemeluknya ? Al-Qiyadah Al-Islamiyyah hanya sebuah sample dari sekian banyak aliran/paham yang melecehkan Al-Qur’an dengan cara melakukan interpretasi atau tafsir yang tidak menggunakan ketentuan yang selaras dengan pemahaman yang benar.&lt;br /&gt;Buku Tafsir wa Ta’wil ini berusaha menyeret pembaca kepada pola pikir sesat melalui penafsiran ayat-ayat mutasyabihat menurut versi Al-Qiyadah Al-Islamiyyah sebagaimana diungkapkan pada hal. iii poin 4 : “Kegagalan orang-orang memahami Al-Qur’an adalah mengabaikan gaya bahasa Al-Qur’an yang menggunakan gaya bahasa alegoris. Bahasa simbol untuk menjelaskan suatu fenomena yang abstrak.”&lt;br /&gt;Al Qiyadah Al Islamiyah dianggap menyimpang karena menganggap Nabi Muhammad SAW bukan sebagai nabi terakhir. Aliran ini juga tak mewajibkan umatnya menjalankan salat lima waktu, berpuasa, maupun ibadah haji lantaran dianggap belum turun perintah Allah untuk menjalankan itu. Mereka juga beranggapan saat ini baru memasuki periode Mekah dengan ajaran pokok menegakan aqidah Islamiyah.&lt;br /&gt;Dan pada tanggal 4 Oktober 2007, MUI mengeluarkan Fatwa sesat dan menyesatkan bagi al-Qiyadah al-Islamiyyah.&lt;br /&gt;Ahmadiyyah &lt;br /&gt;Ahmadiyyah  didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadian(dulu India), satu kota di Pakistan. Mirza lahir 15 Februari 1835 dan meninggal 26 Mei 1906 di India.&lt;br /&gt;Ahmadiyyah masuk ke Indonesia tahun 1935, dan kini telah memiliki lebih dari 200 cabang di seluruh Indonesia. Berpusat di Parung, Bogor, di sebuah gedung mewah, diatas tanah seluas 15 Ha.&lt;br /&gt;Ahmadiyyah telah di larang dan dinyatakan sesat secara lokal dan Internasional, namun anehnya belum dalam lingkup nasional. LPPI dan MUI serta ormas-ormas Islam tingkat pusat telah berulang kali mengirim surat kepada pemerintah pusat dan Kejaksaan Agung, tapi belum membuahkan hasil. Namun pada akhirnya pengesaah tentang status sesat Ahmadiyyah akan segera dikeluarkan.&lt;br /&gt;Ajaran-ajaran pokok Ahmadiyyah antara lain Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Nabi dan Rasul utusan Tuhan, meyakini bahwa kitab Tadzkirah sama sucinya dengan Al-Qur’an bahkan lebih besar, wahyu akan tetap turun hingga hari kiamat begitu juga nabi dan Rasul, Kota suci bukan Makkah dan Madinah, melainkan Qadian dan Rabwah, mereka memiliki Syurga di qadian dan rabwah yang sertifikat kaplingnya dijual kepada jamaah denngan harga yang sangat mahal, wanuta ahmadiyyah haram nikah dengan laki-laki selain ahmadiyyah tetapi laki-laki ahmadiyyah boleh kawin dengan selain ahmadiyyah, tidak boleh bermakmum dengan selain imam ahmadiyyah, serta mereka memiliki kalender sendiri dengan nama bulan; 1. Suluh, 2. Tabligh, 3. Aman, 4. Syahadah,. 5. Hirah, 6. Ihsan, 7. Wafa, 8. Zuhur, 9. Tabuk, 10. Ikha, 11. Nubuwah, 12. Fatah. Sedangkan nama tahunnya adalah Hijri Syamsi (HS)&lt;br /&gt;Walaupun di Pakistan sendiri Ahmadiyyah telah dinyatakan bukan dari Islam, diperkuat dengan Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam) di Makkah, tapi tetap saja keberadaannya dilindungi undang-undang yang berlaku di Indonesia tentang kebebasaan memeluki agama dan kepercayaan. Apalagi bagi orang-orang yang mengagungkan HAM, melarang ataupun membubarkan ahmadiyyah adalah pelanggaran. Ini sungguh memilukan.&lt;br /&gt;Masih banyak aliran ataupun paham yang berkembang  mengatas namakan Islam atau pembaruan yang ada di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya. Yang jelas, kesesatan adalah kesesatan. Ijtihad boleh dan dianjurkan oleh agama, tapi jika pemikiran yang telah merubah pokok-pokok dasar agama, maka hal ini tidak dapat dibiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari uraian singkat di atas dapat kita simpulkan bahwa :&lt;br /&gt;Konservatisme maupun modernitas dalam Islam dapat dibenarkan dengan catatan tetap berada pada ajaran Islam yang benar.&lt;br /&gt;Aliran yang sesat adalah aliran yang telah merubah pokok-pokok dasar ajaran Islam&lt;br /&gt;Munculnya ajaran yang sesat karena kedangkalan Ilmu dari seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madjid, Nur Cholis. Islam Doktrin dan Peradaban. Paramadina. Jakarta. 2005&lt;br /&gt;Jaiz, Ahmad Hartono. Aliran dan Paham Sesat di Indonesia. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2002&lt;br /&gt;Calil, Munawwar. KH. Kembali kepada AL-Qur’an dan As-Sunnah. Bulan Bintang. Jakarta. 1989&lt;br /&gt;Turner, Bryan S..Runtuhnya Universalitas Sosiologi Barat, Bongkar Wacana atas Islam vis a vis Barat, Orientalisme, Postmodernisme, dan Globalisme. Ar-Ruzz Press. Yogyakarta.2002&lt;br /&gt;Piper, Michel Colin, The High Priests of War . American Free Press, Woshington DC.2004 &lt;br /&gt;Husaini, Adian Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal. Gema Insani, Jakarta. 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-1266217375981467262?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/1266217375981467262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/modernitas-vs-konservatisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/1266217375981467262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/1266217375981467262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/modernitas-vs-konservatisme.html' title='MODERNITAS VS KONSERVATISME'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-2834708013995167758</id><published>2008-07-03T16:29:00.000+07:00</published><updated>2009-03-07T20:30:23.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Getaran Nurani'/><title type='text'>CINTA BAGIKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta Sejati (bagi DIA dan bagiku) Bagi DIA, Cinta Sejati.... Adalah ketika kita menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya...Adalah ketika dia tidak memperdulikan dan kita MASIH menunggunya dengan setia...Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kita MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu’...&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi bagiku, Cinta Sejati.....Adalah ketika dia menitikkan air mata dan kita AKAN selalu berada disampingnya, untuk menghapus air matanya, atau bahkan menangis bersama...Adalah ketika tidak ada seorang pun yang memperdulikan dirinya, kita AKAN menemaninya dengan setia dan berkata "kaulah yang terbaik"...Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kita AKAN tersenyum sembari berkata “can we still be friends?”...Cinta Sejati, apapun itu maknanya, adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta Cinta. Oleh karenanya kawan, bila kau telah menemukan Cinta Sejati itu, genggamlah seerat mungkin, jangan kau lepaskan walau hanya sehela nafas. Karna bukan tak mungkin, jika Cinta Sejati itu hanya datang dan singgah di hidupmu sekali saja...So guys, have you found yours? if you haven't and still looking for one,.....so am I...*giggling*Ps. To DIA: Maaf, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada karya anda, saya telah memenggal sebagian puisi anda, dan sepenggal puisi itu lalu saya gubah dengan versi saya :) semoga berkenan. Please do leave comments then...(in case you read this posting) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-2834708013995167758?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/2834708013995167758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/cinta-bagiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/2834708013995167758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/2834708013995167758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/cinta-bagiku.html' title='CINTA BAGIKU'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-1033898696703664591</id><published>2008-07-03T16:03:00.000+07:00</published><updated>2008-07-06T21:23:26.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Getaran Nurani'/><title type='text'>RINDU BAGIKU</title><content type='html'>Rindu ini semakin menggebu&lt;br /&gt;Merampas derita semu&lt;br /&gt;Hancurkan hati beku&lt;br /&gt;Tuliskan lewat lagu syahdu&lt;br /&gt;Aku pun mulai menyatu&lt;br /&gt;Pada malam yang hitam membiru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rembulan tak pernah mau&lt;br /&gt;Menghancurkan malam &lt;br /&gt;Ia hanya bertasbih &lt;br /&gt;Membelah gulita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyerukan panggilan suci&lt;br /&gt;Menerangi Hati&lt;br /&gt;Menggemakan Takbir&lt;br /&gt;Kalam Ilahi....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-1033898696703664591?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/1033898696703664591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/rindu-ini-semakin-menggebu-merampas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/1033898696703664591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/1033898696703664591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/rindu-ini-semakin-menggebu-merampas.html' title='RINDU BAGIKU'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-3863360966850564272</id><published>2008-07-02T22:58:00.000+07:00</published><updated>2008-07-08T18:22:10.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Getaran Nurani'/><title type='text'>ALHAMDULILLAH</title><content type='html'>Satu yang selalu ada&lt;br /&gt;Menempati sendi-sendi jiwa&lt;br /&gt;Dalam limpahan karunia-NYA&lt;br /&gt;Dzat Maha Sempurna...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah... Ya...Rabbi...&lt;br /&gt;Syukurku mengiringi diri&lt;br /&gt;Menambah iman di hati&lt;br /&gt;Untuk selalu berserah diri&lt;br /&gt;Menjadi hamba yang suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuni hamba...&lt;br /&gt;Aku terpaku malu&lt;br /&gt;Yang terus mengeluh peluh&lt;br /&gt;Atas setitik ujian-Mu&lt;br /&gt;Atas kehendak-Mu padaku&lt;br /&gt;Atas semua ketetapan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah...&lt;br /&gt;Syukur...&lt;br /&gt;Bukan kufur...&lt;br /&gt;Sabar...&lt;br /&gt;Bukan ingkar...&lt;br /&gt;Bukan gerutu dan murka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamadulillah...&lt;br /&gt;Aku...&lt;br /&gt;Berserah diri pada-Mu...&lt;br /&gt;Alhamdulillah....Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah...&lt;br /&gt;Biarkan Jiwa Ini bersyukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-3863360966850564272?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/3863360966850564272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/alhamdulillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3863360966850564272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/3863360966850564272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/alhamdulillah.html' title='ALHAMDULILLAH'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-5353752645251086581</id><published>2008-07-01T20:46:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T16:40:22.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d&apos; Inspirations'/><title type='text'>JANGAN HENTIKAN LANGKAHMU SAUDARAKU...</title><content type='html'>Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah [94]: 5-6)  Tidak ada perjalanan yang lurus dan mulus. Semua jalanan memiliki hambatan, rintangan, dan tantangan yang berbeda. Di samudera yang luas membentang ombak dan badai siap menghempaskan dan menenggelamkan. Di daratan kerikil-kerikil tajam, jalanan berlumpur dan berlubang, hingga tebing dan jurang yang curam tersedia untuk menghambat perjalanan. Hingga nan jauh tinggi di udara, awan hitam nan tebal, kabut, hujan dan petir juga dapat menghentikan perjalanan panjang kita. Namun demikian perjalanan ini tak boleh berhenti dan harus terus dilanjutkan, karena ini bukanlah akhir dari perjalanan. Beginilah kehidupan, kita terus berpacu melawan dan mengalahkan setiap rintangan yang datang menghadang. Tak ada kata untuk berhenti, sebab berhenti sama maknanya dengan menunggu dan menjemput kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kisah Syekh Az-Zamakhsyari dan Semut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ulama’ ahli dari banyak cabang ilmu pengetahuan agama dalam sejarah Islam. Namun beliau lebih terkenal sebagai ulama’ ahli gramatika bahasa arab (nahwu). Menjadi seorang ulama’ yang menguasai ilmu bahasa merupakan prestasi dan keberhasilan yang luar biasa dalam menghadapi rintangan. Betapa tidak, sejak usia dini telah mempelajari ilmu nahwu, tetapi hingga dewasa beliau tak kunjung paham dengan ilmu yang dipelajarinya. Bayangkan selama bertahun-tahun belajar, untuk membedakan antara subyek (fa’il) dan obyek (maf’ulbih) saja tidak bisa. Sementara teman-temannya telah mapu mengajar untuk adik-adik kelasnya. Kenyataan ini nyaris membuat Az-Zamakhsyari putus asa. Ia merasa amat malu denagn usianya yang semakin tua tetapi tidak tahu apa-apa, apalagi dia harus duduk dan belajar dengan anak-anak yang jauh dibawah usianya. Dan akhirnya beliau memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat belajarnya. Ia telah berjalan cukup jauh, ia singgah di sebuah gubuk kosong. Ketika sedang beristirahat, ia melihat seekor semut merah kecil, yang menggigit dan menarik sisa buah kurma yang ukurannya sepuluh kali lipat lebih besar dari tubuhnya untuk dimasukkan ke sebuah lubang di tanah. Berkali-kali ia melakukannya, namun selalu gagal, sisa kurma itu selalu jatuh ke tanah. Az-Zamakhsyari merasa terpaku dengan kelakuan semut yang memiliki keuletan yang luar biasa mengagumkan. Setelah berkali-kali gagal, akhirnya semut itu berhasil juga membawa sisa kurma tersebut masuk kedalam lubang. Saat itulah terbetik pemikiran dalam bnak Az-Zamakhsyari, ” Seandainya aku melakukan seperti yang semut itu lakukan, niscaya aku akan berhasil.” Setelah mengucapkannya, lalu ia memutuskan kembali belajar dan membatalkan niatnya untuk berhenti. Hasilnya Az-Zamakhsyari benar-benar berhasil meraih impian dan cita-citanya. Mimpi dan cita-cita, yang di dalamnya terukir tekad, semangat dan etos kerja, memang seringkali membuat orang tak mau menyerah. Behkan seekor semutpun menghayati semangat ini, apalagi kita manusia.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hamparan Bumi Masih Terlalu Luas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terkadang terpaan dan guncangan hidup membuat dunia seakan teramat sangat sempit. Langkah kaki begitu terbatas. Dalam pandangan kita hanya ada satu pintu, di dalam ruang pengap tanpa cahaya. Dalam masa seperti inilah hanya dengan keimanan kita dapat mencari pintu-pintu lain untuk keluar dari kegelapan. Karena sejatinya dalam setiap masalah tentu terdapat banyak pintu untuk keluar. Karena kesulitan dan kemudahan selalu berjalan berdampingan. Berhenti dalam sebuah kesusahan adalah jalan menanti kehancuran. Kita ddiciptakan bukan untuk menjadi manusia yang gagal. Karena itu kita harus terus melagkahkan kaki, menapaki setiap celah yang ada. Seperti air yang terus mengalir, mencari celah yang dapat dilewati, lalu diam menggenangi serta mengumpulkan kekuatan untuk merobohkan beton yang menghadang. Bumi ini masih terlalu luasuntuk menampung gerak kita, bumi masih terlalu luas untuk menampung beragam upaya dan cita-cita kita. Bagaimanapun, masih terlampau banyak yang masih kita miliki. Dan teramat sedikit yang telah hilang dari diri kita. Di bumi ini kita terjatuh, tetapi masih ada sisi bumi kita yang lain yang menyuguhkan banyak harapan. Lalu kenapa harus merasa sempit atas semua keluasan ini?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melihat Ujian Dengan Iman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apalah arti sebuah kehidupan tanpa adanya sebuah ujian. Ujian merupakan sebuah jalan menuju hidup yang lebih baik. Dengan adanya ujian seseorang akan ditempa menjadi sesosok makhluk yang kuat. Tiada seorangpun yang tiada pernah merasakan ujian. Seorang mahasiswa dalam menjalani masa studi,dihadapkan dengan berbagai macam ujian sampai ia memperoleh gelar yang ingin dicapainya. Petani diuji dengan adanya berbagai macam hama, kekurangan pasokan air, hingga harga hasil panen yang jauh dibawah standar. Demikian pula jika seseorang telah menyatakan beriman, maka untuk membuktikan keimanannya ujian akan terus menyertainya. Seperti dalam Firman Allah, yang artinya&lt;i&gt;;”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?” (Q.S.Al-Ankabut[29]:2).&lt;/i&gt; Jika kita memandang sebuah masalah adalah sebuah ujian dari Allah, maka yakinlah bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Kita akan merasakan manisnya ketika kita mampu mencapai level yang lebih baik. Semakin tinggi pohon, maka semakin besar pula angin yang akan menerpanya. Dan bagaimana jadinya ketika Rsaulullah dan para sahabat terdahulu memilih berhenti ketika segala makian, siksaan, embargo ekonomi, pengusiran, hinaan hingga pembunuhan dari orang kafir? Mungkin  kita tidak akan pernah mengenal Islam. Tapi dengan Iman yang kokoh, beliau dan segenap sahabat tetap bertahan dan yakin bahwa ujian itu adalah awal dari kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Bersyukur (Sabar, Ikhtiar dan Tawakkal)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, guncangan dan ketenangan, kesusahan dan kemudahan, kegagalan dan kesuksesan, semua adalah nikmat yang patut kita syukuri. Karena disanalah sebenarnya tersimpan banyak hikmah Lewat dua keadaan yang berlawanan tersebut memberikan keseimbangan dalam hidup kita. Dan juga sudah barang tentu lewat keadaan tersebut memberikan kesempatan kepada kita untuk lebih mengingat dan mendekatkan diri pada Allah, asalkan kita tidak memutuskan untuk berhenti. Itulah makna sabda Rasulullah SAW, ”Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusan adalah kebaikan baginya, dan hal ini tidak diberikan kepada seorangpun kecuali orang mukmin.jika. Mendapat kesenangan ia bersyukurdan itu adalah baik baginya, dan jika ditimpa bencana maka ia selalu bersabar dan itu adalah baik baginya.” (Shahih Muslim”:5318) Kesenangan, kebahagiaan dan kenikmatan mengajak kita untuk bersyukur dan semakin giat dalam beramal dan berbagi sehingga Allah pun menambahkan nikmat-Nya lebih banyak lagi. Sedangkan ujian, cobaan dan kesusahan akan menciptakan kehati-hatian dan memberikan peringatan dini agar tidak larut dalam kemaksiatan. Saat kita sadar bahwa kita masih memiliki iman di dada kita, tentu kita akan senantiasa ingat kepada Allah Yang Maha Kuasa. Semua yang kita alami merupakan atas idzin dari-Nya. Dialah yang senantiasa memberikan semua yang terbaik bagi hambanya. Tak peduli apakah engkau kufur terlebih jika kita senantiasa bersyukur.   Allah lah yang memberikan ujian, tentu Allah jualah yang akan memberikan jalan keluar. Tak ada kesulitan yang tiada jalan keluar. Selagi Iman masih melekat pada jiwa suci kita, tentu kita akan tetap berlaku benar, menghadapi masalah dengan benar, dan senantiasa berjalan pada serta menuju kebenaran....&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jadi... kenapa harus berhenti melangkah&lt;br /&gt;mengapa harus berhenti berusaha&lt;br /&gt;mengapa harus kehilangan asa&lt;br /&gt;mengapa jadi tak berdaya&lt;br /&gt;mengapa tak berdo'a&lt;br /&gt;Karena Allah Maha Bijaksana...&lt;br /&gt;Maju terus...Wahai Saudaraku&lt;br /&gt;ALLAHU AKBAR....!!!&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-5353752645251086581?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/5353752645251086581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/jangan-hentikan-langkahmu-saudaraku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/5353752645251086581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/5353752645251086581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/07/jangan-hentikan-langkahmu-saudaraku.html' title='JANGAN HENTIKAN LANGKAHMU SAUDARAKU...'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-4714732789033820658</id><published>2008-06-30T09:54:00.001+07:00</published><updated>2008-08-04T20:45:08.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulil Albab'/><title type='text'>HISTORY of KUBAH KUNING</title><content type='html'>SELAYANG PANDANG MASJID ULIL ALBAB&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SJcHB5xI8dI/AAAAAAAAABQ/y-jPViHt6pg/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SJcHB5xI8dI/AAAAAAAAABQ/y-jPViHt6pg/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230657221482312146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, membayar zakat dan tidak takut ( kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-oarang yang diharapkan termasuk golonagan orang-orang yang mendapat  petunjuk “&lt;br /&gt;( QS. At- Taubah (9) : 108 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masjid Ulil Albab, itulah sebuah nama yang diperuntukkan bagi masjid kampus terpadu Universitas Islam Indonesia yang terletak di Jalan Kaliurang Km. 14,4 Sleman, Jogjakarta. Masjid kampus ini secara formal diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2001 bertepatan dengan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Inilah sebuah keinginan yang didambakan bagi seorang penggagas berdirinya Masjid Ulil Albab yang bercirikan orang yang selalu bertafakur atas segala penciptaan Allah SWT serta berdzikir, (mengingat Allah di manapun ia berada, menuju sosok pribadi muslim yang memiliki IMTAK dan IPTEK serta rahmatan lil’alamin). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik Masjid Ulil Albab memiliki bangunan yang begitu artistik, megah dan modern, dan secara langsung maupun tidak langsung Masjid Ulil Albab merupakan simbol sekaligus kebanggaan bagi civitas akademika  Universitas Islam Indonesia yang telah begitu lama mendambakan sebuah masjid yang dapat dijadikan sebagai pusat kajian atau belajar agama maupun pengetahuan bagi civitas akademika sesuai harapan dari penggagas nama Masjid Ulil Albab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai masjid yang memiliki multi fungsi serta peranan yang cukup besar dalam menghadapi realita kehidupan kedepan, oleh karena itu dalam rangka memakmurkan syiar-syiar islam melalui masjid maka dibentuklah Takmir Masjid Ulil Albab yang perdana dengan tiga orang  personil yang terdiri dari saudara Faturrahmi  (MIPA 97 ), Rozi Gusman (Psikologi 96), dan Harum Murah Marpaung  (Ekonomi 97) yang menjalankan fungsi ketakmiran sejak tanggal 1 Juni 2001. Ketiga personel  inilah menjalankan fungsinya sebagai takmir selama kurang lebih 8 bulan, kemudian  terhitung sejak 1 Februari 2002 takmir baru terbentuk. Secara struktural Takmir Masjid Ulil Albab di bawah Rektor Universitas Islam Indonesia selaku Penanggung jawab dan Badan Wakaf selaku Pelindung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-4714732789033820658?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/4714732789033820658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/blog-post_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4714732789033820658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4714732789033820658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/blog-post_29.html' title='HISTORY of KUBAH KUNING'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SJcHB5xI8dI/AAAAAAAAABQ/y-jPViHt6pg/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-5187870317372293428</id><published>2008-06-30T09:50:00.000+07:00</published><updated>2008-07-20T20:16:36.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>NABI MUHAMMAD SAW</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A. biografi singkat Muhammad s.aw&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdullah bin abdul manaf dilahirkan dikota makkah.abdullah ayah beliau meninggal dunia sewaktu beliau dalam kandungan,ibu beliau juga meninggal dunia sewaktu beliau berumur enam tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya beliau dibesarkan oleh kakeknya yang bernama abdul muthalib,sampai ia berumur delapan tahun,setelah kakeknya meninggal dunia ia tinggal dengan pamannya abu thalib,selama dia tinggal dengan pamannya ,prilaku dia mendapat perhatian penduduk sekitarnya,ia berbeda dengan anak anak yang seumur dengan beliau,dimana ia menata rapi rambutnya dan membersihkan wajah layaknya seperti orang dewasa,ia tidak rakus dalam masalah makanan dan tidak saling berebutan,sebagai mana anak anak sebaya dengan dia,dia hanya mencukupi sedikit makanan dan minumaan dan menjaga dari sipat tamak.dalam hal situasi dan kondisi beliau selalu menunjukan sikap dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bangun dari tidur kadang kadang ia pergi kesumur zamzam dan minum beberapa teguk,ketika matahari beranjak tinggi dia dipanggil untuk sarapan ,dia hanya berkata"aku tidak merasa lapar"ia tidak pernah mengucapkan lapar dan haus baik dari kecil atau dah dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamannya abu thalib selalu menidurkan ia disampingnya aku tidak pernah mendengar kata kata bohong dari mulutnya dan tidak ada prilaku yang tidak senonoh yang dia perbuat.tidak suka alat alat mainan ,menyendiri dan merendahkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia delapan tahun dia menemani pamannya pergi berdagang kesyam(Syria)dalam perjalanan inilah sifat dan amanah dia teruji&lt;br /&gt;Pada usia dua puluh lima tahun ia menikah dengan khadijah binti khuwailid&lt;br /&gt;Dikalangan masyarakat makkah dia kerkenal dengan gelar al amin, ia turut andil dalam perdamaian perperangan dua kabilah dimakkah,dia telah membuktikan ikut sertanya dalam perjanjian hilful fudhu,ia telah membuktikan kecintaan sesama manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesucian dan kejujuran dan menjuahkan diri dari segala bentuk syirik dan menyembah berhala.tidak pedulu dengan gemerlapan dunia dan selalu memikirkan pencipta ini dia yang membedakan rasullulah dengan yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia empat puluh tahun ia diangkat menjadi nabi selama tiga tahun ia berdakwah secara diam diam dikota makkah setelah masa tiga tahun turunlah ayat yang berbunyi"berilah peringatan kepada keluarga dekat mu"dan dia mulai melakukan dakwah secara terang tarangan dan dia mulai dari keluarga dekat dia sendiri setelah itu ia mendakwahkan untuk bertauhid dan meninggalkan syirik danmenyembah berhala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak dakwah rasul terang terangan kaum quraisy menyatakan peperangan dengan beliau dan menentang dakwah beliau,dan menganggu segala aktivitas beliau&lt;br /&gt;Selama tiga belas tahun rasulullah s.a.w,menghadapi segala gangguan dan ejekan dari pembesar pembesar quraisy dengan tegar ia tidak mundur walaupun selangkah&lt;br /&gt;Dari missi nya&lt;br /&gt;Setelah tiga tahun berdakwah dimakkah dia terpaksa harus hijrah kemadinah pasca hijrah dimadinah lahan untuk dakwah islam tersedia dengan baik miskipun pada priodese sepuluh tahun ini musyirikin munafikin dan kabilah kabilah yahudi selalu menganggu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;B AKHLAK RASULLULLAH S.A.W&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullulah s.a.w adalah manusia yang paling sempurna dan penghulu diantara nabi nabi terdahulu untuk membuktikan keagungannya kita cukup mengetahu bahwa allah swt memanggiilnya dalam al quran dengan sebutan wahai rasul atau wahai nabi ,dan menjadikan contoh teladan untuk alam semesta allah berfirman"sesungguhnya beliau memiliki akhlak yang mulia dan sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman"engkau ya Muhammad berada diatas puncak budi perkerti yang agung seandainya engkau berperangai kasar dank eras hati niscaya mereka berpaling dari mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu islam berkembang dengan pesat karma akhalak rasullulah s.a.w yang terpuji is tidak pernah menyia –siakan waktu kesempatan yang dimikiki,ketika berdoa ia selalu merintih "ya allah aku berlindung kepadamu dari segala bentuk penganguran dan rasa malas.ia berprinsip untuk selalu menegakan keadilan ,dalam masalah dagang ia tidak pernah berbohong dan melaksanakan praktek penipuan serta mempersulit pembeli, ia tidak pernah berdebat dengan siapapundan tidak pernah melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memiliki pendirian bahwa kejujuran dan menjaga amanah pondasi utama kehidupan,ia pernah bersabda"dua hal (jujur dan amanah)sangat ditekankan para nabi yang terdahulu&lt;br /&gt;Sabda rasul"bantulah saudaramu baik itu yang zalim dan mazlum kemudian para sahabat keheranan kita telah mengetahui bagaimana Bantu saudara yang dimazlumi tapi bagaimana membantu saudara yang zalim? Ia menjawab :cegahlah ia jangan sampai berbuat zalim kepada orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullah menghadapi orang orang yang selalu menyakiti dia dia selalu memaafkan dan memperlakukan mereka dengan baik sehingga mereka malu sendiri&lt;br /&gt;Pasa suatu hari ketika beliau melalui sebuah lorong dimadinah seorang yahudi menuangkan air diatas kepalanya dari atap rumah,akan tetapi ia berlalu begitu saja tampa ada rasa marah sedikitpun setelah membersihkan diri dan bajunya ,dihari yang lain terulang lagi tapi rasul tatap saja sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari berikutnya ketika dia lewat dilorong itu orang yahudi tidak lagi menuangkan air keatas kepalanya dengan heran dan senyum ia bertanya mengapa hari ini ia tidak menyiram air lagi? Penduduk yang mukim disana berkata ia sakit ,lalu rasul bilang kita harus menyeguknya,ketiga melihat keakraban dan kecintaan luhurnya diwajah rasul orang yahudi merasa bahwa dirinya adalah sahabat lama.dihadapkan kepada pandangan mata Muhammad saw penuh cinta kasih ia merasa jiwanya tercuci bersih dan keinginan untuk menyakiti hilang musnah.&lt;br /&gt;Dan ia sangan rendah hati sehingga bang arab yang congkak dan panatik tunduk kepadanya segala tindak lakunya mencerminkan kecintaan kekuatan kerelaan ketegaran cara berpikir beliau juga tinggi dari keindahan jiwanya setiap tampil sebagai sosok yang agung.[/color]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.KARAKTER DAN KEUTAMAAN RASULLULLAH SAW&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karekter rasulullah saw yang paling menonjol adalah kemenangan tidak menjaga kan dia bangga hal ini bisa kita lihat diperang badar dan pembebasan kita makkah(fathu makkah) dan kekalahan tidak membuat dia putus asa dapat kita lihat pristiwa perang uhud bahkan dengan cekatan is mempersiapkan pasukan baru untuk menghadapi hamru"ul asad dan pengingkari perjanjian yang dilakukan kaum yahudi bani quraizah ,dan kewaspadaan beliau,selalu mengedek kekuatan musuh dengan teliti dan mempersiapkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memperlakukan kaum dan pengikutnya dengan tujuan mempererat silaturrahmi dan selalu menamamkan rasa percaya diri dalam mereka is selalu mengasihi anak anak kecil dan mengayomi mereka.berbuat baik dengan fakir miskin dan terhadap hewan dia selalu menanamkan rasa kasih sayang dan melarang untuk menyakiti binatang&lt;br /&gt;Salah satu contoh rasa prikemanusian rasul saw adalah ketika mengutus pasukan untuk berperang dengan musuh dia selalu berpesan tidak boleh menyerang kaum sipil,dia lebih memilih damai terhadap musuh dari pada berperang ketika berperang dia berpesan tidak boleh membunuh lanjut usia anak kecil perempuan dan mengniaya musuh yang sudah tidak berdaya&lt;br /&gt;Ketika kaum quraisi minta suaka politik kepadanya ia tidak memberlakukan baikot ekonomi bahkan ia menyepakati import gandum dari yaman&lt;br /&gt;Ia juga menyerukan realisasikan sebuah perdamaian dunia dan melarang peperanga kecuali hal yang darurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. USAHA RASUL SAW DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT &amp;amp;BERPRIKEMANUSIAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan rasul adalah sebuah rahmat bagi manusia semuanya is tidak pernah membedakan seseorang pun baik itu kulit putih atau kulit hitam dan dari suku bangsa mana,karma semua manusia itu makan dari rizki allah yang diberikan allah&lt;br /&gt;Rasul saw mengajak manusia untuk&lt;br /&gt;1:meningkatkan harkat martabat manusia ia bersabda semua manusia berasil dari adam dan ia berasal dari tanah&lt;br /&gt;2: mengajak damai sebelom perang&lt;br /&gt;3: memaafkan sebelom membalas&lt;br /&gt;4: mempermudah seseorang sebelom membalas perbuatan&lt;br /&gt;dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa peperangan yang dilaksanakan bertujuan untuk merealisasikan tujuan tujuan insani yang agung dan menuju kepada tatanan masyarakat yang berprikemanusian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia telah membuktikan bahwa dirinya adalah sebuah rahmat bagi manusia dan alam semesta peristiwa itu bisa dilihat dari pembebasan kota makkah dangan segala kemenangan yang telah digapai saat itu ia tetap berbuat baik dengan musuh dan enggan untuk membalas dendam padahal ia dapat melaksanakan ia pernah memaafkan mereka dengan sabda"pergilah kalian karma kalian sekarang sudah bebas pada waktu perang dzatur riqa dia berasil menangkap pemimpin gauts bin al harits yang berusaha beberapa kali membunuh beliau akan tetapi tetap dimaafkan&lt;br /&gt;rasul memperlakukan tawanan perang dengan baik ,ia telah membebaskan seorang tawanan perang dengan tangan dia sendiri disaat ia mendengar keluhan rasa sakit tangannya diikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E. RASUL SEBAGAI PANGLIMA PERANG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa lihat keberasilan beliau dalam memenangkan peperangan dan menciptakan perdamaian dan mengujudkan manusia yang berakhlak dan memimpin pasukan dengan gagah berani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;F.TATA KRAMA BERGAUL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak pernah sombong dalam pergaulan selalu tersenyum berbuat baik sesame manusia selalu menyenguk orang sakit tidak pernah memotong pembicaraan lawan tidak pernah mengangap dirinya mulia dari teman yang diajak bicara&lt;br /&gt;Masih banyak lagi sipat2 rasul yang kita bisa dapat teladani.. mudah2an kita bisa dapat meniru akhlak rasulullah amin.... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-5187870317372293428?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/5187870317372293428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/5187870317372293428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/5187870317372293428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/blog-post.html' title='NABI MUHAMMAD SAW'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-767604354705430510</id><published>2008-06-30T08:41:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T16:33:28.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta dan Cita'/><title type='text'>KUHARAP ENGKAU DATANG, ISTERI SHALIHAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SaZhlQmpULI/AAAAAAAAADc/XqgfhvCJwTg/s1600-h/1hijab1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SaZhlQmpULI/AAAAAAAAADc/XqgfhvCJwTg/s320/1hijab1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307036503642820786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Istri yang shalihah adalah istri yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tentram bila ada bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita shalihah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalihah lebih baik dari dunia beserta isinya. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;i&gt;"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalihah". (HR. Muslim, Ibnu Majah)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ciri istri shalihah adalah; pertama, &lt;strong&gt;melegakan hati suami bila dilihat&lt;/strong&gt;. &lt;i&gt;Ra sulullah SAW bersabda, &lt;/i&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;i&gt;"Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah taqwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah, yaitu; taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi. " (HR. 1bnu Majah)&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,&lt;strong&gt; amanah&lt;/strong&gt;. Rasulullah SAW bersabda, " Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, istri yang shalihah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu., kedua, Kuda yang penurut dan cepat larinya sehingga dapat membawa kamu menyusul teman-temanmu. Tiga, rumah besar yang banyak didatangi tamu. (HR. Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,&lt;strong&gt; istri shalihah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir bagi suaminya.&lt;/strong&gt; Allah SWT berfirman, "Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya dan Dia menjadikan rasa cinta dan kasih sayang antara kamu. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) bagi kaum yang berpikir. "( QS.  Ar Rum [30] : 21)   Beruntunglah bagi siapa saja yang memiliki istri shalihah, sebab (istri shalihah) bisa membantu memelihara aqidah dan ibadah suaminya. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa diberi oleh Allah istri yang shalihah, maka sesungguhnya ia telah diberi pertolongan oleh Allah (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah di dalam memelihara separuh lainnya." (HR. Thabrani dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami yang seharian bergelut dengan pekerjaannya, badannya merasa letih, kadang jiwanya pun tertekan dengan banyaknya beban pekerjaan akan sirna ketika dia mendapat sambutan hangat dari istrinya yang shalihah. Istri shalihah memang bukan sekedar pendamping bagi seorang suami, tapi juga sebagai pelipur lara yang sangat diharapkan bagi suami dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bagaimana caranya untuk mencari istri yang shalihah? Mencari istri yang shalihah tidaklah semudah yang dibayangkan. Sebab, semua itu tergantung kepada Allah yang Maha Perkasa untuk mengabulkan sesuatu.Sebenarnya, kita semua mengetahui bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan berpasang-pasangan. Tapi apakah pasangan yang akan kita dapatkan itu shalih atau shalihah, semuanya tetap kembali bagaimana kita berdo'a, berusaha dan bertawakal pada Allah. Kunci untuk mendapakan istri shalihah atau suami shalih adalah kembali kepada peribadi masing-masing. Jangan pernah berharap ingin mendapatkan seorang istri seperti Fatimah Az Zahra sementara peribadi belum lagi seperti Ali bin Abi Thalib. Tetapi yakinlah, bahwa Allah tidak akan pernah mengingkari janjinNya. Dia mengatakan bahwa lelaki yang baik (shalih) itu pasti akan mendapatkan pasangan yang wanita shalihah. Wanita shalihah pasti akan dijodohkan dengan lelaki shalih. Sebaliknya, wanita yang berakhlak buruk, pasti akan mendapat jodoh lelaki yang berakhlak buruk pula. Dan lelaki yang berakhlak buruk akan berpasangan dengan wanita yang berakhlak buruk pula. Untuk lebih jelas bisa dibaca dalam Al Qur'an surat An Nur [24] ayat :6. Kepada siapa saja yang ingin mendapatkan wanita shalihah atau lelaki shalih (bagi wanita), maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan, di antaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Sejak dini harus sudah bisa mendidik dan membina diri untuk istiqomah dan mujahadah dalam melaksanakan perintah-perintah Allah dan RasulNya. Juga istiqomah dan mujahadah dalam meninggalkan segala apa yang dilarang agama. Intinya jadikan diri shalih/shalihah terlebih dulu, baru bermimpi mendapatkan wanita/pria shalihah/shalih.&lt;br /&gt;Jangan pernah putus asa untuk terus berpetualang mencari sang idaman. Mencari idaman hati (istri/suami) harus diawali dengan hal-hal yang tidak melanggar syari'at. Bila kita membangun rumah tangga dengan jalan yang baik, benar dan sesuai dengan aturan Allah dan RasulNya, maka insya Allah kedua pasangan itu akan mendapatkan keberkahan yang banyak. Sehingga kehidupan rumah tangganya akan terasa begitu tentram walau dalam keadaan serba kekurangan.&lt;br /&gt;Cari relasi yang baik sebagai mediator. Mediator bisa melalui ustadz/ustadzah, melalui saudara dan teman atau orang lain yang bisa dipercaya kebenarannya (tidak memihak salah satu pihak).&lt;br /&gt;Tawakal kepadaNya. Setelah berdoa, berusaha maksimal, maka tak ada sesuatu yang lebih baik bagi seorang muslim kecuali bertawakal kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa ketika seorang muslim sudah mengucapkan kalimat, "laa haulaa wa laa kuu wataillabillah", maka semua urusannya akan menjadi urusan Allah SWT.&lt;br /&gt;Harus selalu berbaik sangka (khuznuzdan) kepada Allah SWT. Sebab Allah akan mengikuti persangkaan hamba-hambaNya. Jika hambaNya menyangka Allah tidak adil misalnya, maka Allah akan benar-benar berbuat tidak adil. Sebaliknya, jika seseorang selalu berbaik sangka kepada Allah, maka yakinlah cepat atau lambat Allah pasti akan mengabulkan permohonan setiap hamba yang memohon.&lt;br /&gt;Allah SWT lebih mengetahui segala kebutuhan kita daripada diri kita sendiri. Karena itu sabar dalam menanti sang pujaan hati adalah jalan terbaik setelah berdo'a, berusaha, dan bertawakal.&lt;br /&gt;Untuk semua ukhti, teruslah benahi diri agar kelak bisa menjadi wanita shalihah dambaan lelaki shalih. Jangan berhenti berdoa, berusaha dan bertawakal serta bersabar. Perbanyak berzikir, bersedekah dan aktif dalam kajian-kajian muslimat, sebab kajian-kajian itu akan menjadi bekal handal bagi ukhti semua dalam mewujudkan baiti jannati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-767604354705430510?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/767604354705430510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/kuharap-engkau-datang-isteri-shalihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/767604354705430510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/767604354705430510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/kuharap-engkau-datang-isteri-shalihah.html' title='KUHARAP ENGKAU DATANG, ISTERI SHALIHAH'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d5LDFlfTi6I/SaZhlQmpULI/AAAAAAAAADc/XqgfhvCJwTg/s72-c/1hijab1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-7188314069975944427</id><published>2008-06-30T08:19:00.001+07:00</published><updated>2008-06-30T09:24:24.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hadis'/><title type='text'>MENUNTUT ILMU</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;Perawi Hadith : Riwayat At-Tarmizi dan Ad-Darimi&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fisabilillah hingga ia kembali ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huraian :&lt;br /&gt;Pengajaran Hadith:&lt;br /&gt;Ilmu ialah mengetahui tentang sesuatu perkara di mana perkara yang boleh diketahui itu bergantung pada kemampuan dan usaha yang dilakukan oleh seseorang itu.&lt;br /&gt;Menuntut ilmu merupakan suatu jihad yang dituntut oleh Islam ke atas setiap penganutnya. Ia menjadikan seseorang itu menduduki martabat yang tinggi berbanding dengan orang yang tidak berilmu.&lt;br /&gt;Oleh itu selaku umat Islam kita hendaklah berusaha untuk menambahkan ilmu masing-masing dari semasa ke semasa termasuklah ilmu yang berkaitan dengan Islam kerana darjatnya lebih tinggi di sisi Allah. Malah salah satu  daripada petanda ilmu yang berkat itu adalah apabila seseorang itu dengan bertambah ilmunya semakin mulia akhlaknya dan semakin bertakwa ia kepada Allah S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-7188314069975944427?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/7188314069975944427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/menuntut-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7188314069975944427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/7188314069975944427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/menuntut-ilmu.html' title='MENUNTUT ILMU'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-9137069766227214432</id><published>2008-06-29T23:18:00.000+07:00</published><updated>2008-08-13T18:53:39.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta dan Cita'/><title type='text'>TIGA PERKARA UNTUK PECINTA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;Banyak orang ber&lt;/span&gt;bicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syari. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya ¬pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal in adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya.&lt;br /&gt;Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. Cinta (AI-Hubb)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, menganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta, seperti telah kami jelaskan dalam bab Kedua.&lt;br /&gt;Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa’i dari Mughirah bin Su’bah Radhiyallahu ‘anhu berkata ;”Aku telah meminang seorang wanita”, lalu Rasulullah&lt;br /&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku :’Apakah kamu telah melihatnya ?” Aku berkata :”Belum”, maka beliau bersabda : ‘Maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhimya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut membicarakan masalah “cinta”, bahkan umumnya mereka mengira pembahasan cinta adalah perkara-perkara yang haram, karena itu mereka merasa menghadapi cinta itu dengan keyakinan dosa dan mereka mengira diri mereka bermaksiat, bahkan salah seorang diantara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang berarti dia telah berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang “cinta” dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan. Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa ‘cinta’ tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat¬-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta, Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya) :&lt;br /&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,… “,&lt;br /&gt;(Q.S Ali¬-Imran : 14)&lt;br /&gt;Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah Ta’ala tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari’atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas radiyallahu anhuma berkata : telah bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;“Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pemikahan .�?&lt;br /&gt;Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena pandangan’ itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada Fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;Allah lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;“Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian ; wanita dan wangi¬-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat�?&lt;br /&gt;( HR Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi)&lt;br /&gt;Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab yang menyampaikan pada ‘cinta’, seperti telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai tanggungjawab dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.&lt;br /&gt;Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan oleh sebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab ‘Rindu’. Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta, dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun sangat sedikit mereka yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. Rindu (Al-’Isyq)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rindu itu ialah cinta yang berlebihan, dan ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kerendahan. Maka rindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Tetapi bisa jadi orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian, dan kadang-kadang ada rindu itu disertai kerendahan dan kehinaan.&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram. Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi’ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta.&lt;br /&gt;Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati karena kerinduan tersebut maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat.&lt;br /&gt;Hal ini tidak aneh jika fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yang mengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini di bawah kekuasaannya. Adapun hatinya dia tidak bisa menguasai maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapa pahala.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;3. Cemburu (Al-Ghairah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cemburu ialah kebencian seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu ternasuk sifat yang baik dan bagian yang mulia, baik pada laki-laki atau wanita.&lt;br /&gt;Ketika seorang wanita cemburu maka dia akan sangat marah ketik~asuaminya berniat kawin dan ini fitrah padanya. Sebab perempuan tidak akan menerima madunya karena kecemburuannya pada suami, dia senang bila diutamakan, sebab dia mencintai suaminya. Jika dia tidak mencintai suaminya, dia tidak akan peduli (lihat pada bab 1). Kita tekankan lagi disini bahwa seorang wanita akan menolak madunya, tetapi tidak boleh menolak hukum syar’i tentang bolehnya poligami. Penolakan wanita terhadap madunya karena gejolak kecemburuan, adapun penolakan dan pengingkaran terhadap hukum syar’i tidak akan terjadi kecuali karena kelalaian dan kesesatan.&lt;br /&gt;Adapun wanita yang shalihah, dia akan menerima hukum-hukum syariat dengan tanpa ragu¬-ragu, dan dia yakin bahwa padanya ada semua kebaikan dan hikmah. Dia tetap memiliki kecemburuan terhadap suaminya serta ketidaksenangan terhadap madunya.&lt;br /&gt;Kami katakan kepada wanita-wanita muslimah khususnya, bahwa ada bidadari yang jelita matanya yang Allah Ta’ala jadikan mereka untuk orang mukmin di sorga. Maka wanita muslimat tidak boleh mengingkari adanya ‘bidadari’ ini untuk orang mukmin atau mengingkari hai-hal tersebut, karena dorongan cemburu.&lt;br /&gt;Maka kami katakan padanya :&lt;br /&gt;1. Dia tidak tahu apakah dia akan berada bersama suaminya di surga kelak atau tidak.&lt;br /&gt;2. Bahwa cemburu tidak ada di surga, seperti yang ada di dunia.&lt;br /&gt;3. Bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengkhususkan juga bagi wanita dengan kenikmatan-kenikmatan yang mereka ridlai, meski klta tidak mengetahui secara rinci.&lt;br /&gt;4. Surqa merupakan tempat yang kenikmatannya belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati manusia, seperti firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaltu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata scbagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan�?&lt;br /&gt;(Q.S As-Sajdah : 17)&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tak seorang pun mengetahui apa yang tcrsembunyi bagi mereka dari bidadari-bidadari penyejuk mata sebagai balasan pada apa-apa yang mereka lakukan. Dan di sorga diperoleh kenikmatan-kenikmatan bagi mukmin dan mukminat dari apa-apa yang mereka inginkan, dan juga didapatkan hidangan-hidangan, dan akan menjadi saling ridho di antara keduanya sepenuhnya. Maka wajib bagi keduanya (suami-isteri) di dunia ini untuk beramal sholeh agar memperoleh kebahagiaan di sorga dengan penuh kenikmatan dan rahmat Allah Ta’ala yang sangat mulia lagi pemberi rahmat.&lt;br /&gt;Adapun kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut ‘dituntut dan wajib’ baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya. Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau meraka telanjang dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.&lt;br /&gt;Anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain. Akan tetapi akan hilang keheranan itu ketika kita sebutkan bahwa manusia di jaman kita sekarang ini telah hidup dengan adat barat yang jelek. Dan maklum bahwa masyarakat barat umumnya tidak mengenal makna aib, kehormatan dan tidak kenal kemuliaan, karena serba boleh (permisivisme), mengumbar hawa nafsu kebebasan saja. Maka orang¬orang yang mengagumi pada akhlaq-akhlaq barat ini tidak mau memperhatikan pada akhlaq Islam yang dibangun atas dasar penjagaan kehormatan, kemuliaan clan keutamaan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-¬sifat yang jelek, yaitu Dayyuuts: Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir ; serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dan Abdullah bin Amr , dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khomr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(Dikutip dari kitab Ushulul Mu’asyarotil Zaujiyah, Penulis: Al-Qodhi Asy-Syaikh Muhammad Ahmad Kan’an, Edisi Indonesia “Tata Pergaulan Suami Istri Jilid I�? Penerbit Maktabah Al-Jihad, Jogjakarta)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-9137069766227214432?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/9137069766227214432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/tiga-perkara-untuk-pecinta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/9137069766227214432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/9137069766227214432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/06/tiga-perkara-untuk-pecinta.html' title='TIGA PERKARA UNTUK PECINTA'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-79599536726924592.post-4682059301338194755</id><published>2008-05-13T19:12:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T19:15:36.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Hukum Islam'/><title type='text'>PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin generasi sahabat setelah wafatnya Rasulullah Saw. memegang peranan penting dalam keberhasilan mengajarkan dan menyebarkan ajaran-ajaran Islam. Dengan perjuangan yang begitu luar biasa, Islam mampu menguasai dan menyinari seluruh penjuru dunia tidak hanya pada kawasan panas semenanjung Arabia.&lt;br /&gt;Keberhasilan ini tidak terlepas peranan Khulafaur Rasyidin. Dimulai oleh Abu Bakar as-Siddiq r.a., dilanjutkan masa Umar bin Khattab r.a., berkelanjutan masa Utsman bin ’Affan r.a. dan berakhir pada masa Ali bin Abi Thalib r.a. yang telah melandasi perkembangan pemikiran dan peradaban Islam masa khulafaur rasyidin.&lt;br /&gt;Setelah dua periode kekhalifahan awal, khususnya kematian Umar bin Khattab r.a. yang dapat dikatakan tragis, mengawali masa-masa penuh fitnah yang menyergap dan menggoncang kesatuan dan keutuhan umat Islam.&lt;br /&gt;Walaupun demikian, pemerintahan pada masa Utsman bin ’Affan dan Ali bin Abi Thalib mampu membawa prestasi dalam hal pemikiran maupun peradaban Islam yang masih dapat kita rasakan sampai saat ini. Dari kodifikasi al-Qur’an hingga pembebasan wilayah jajahan Persia dan Romawi dengan cahaya Islam. Mengantarkan sosok masyarakat menjadi masyarakat berdasakan Iman dan Ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Bagaimanakah sebenarnya sosok kedua sahabat yang begitu dekat dan dicintai oleh Rasulullah Saw. sebagai menantu, sahabat dan khalifah. Berikut saya jelaskan secara singkan namun sebisa mungkin saya usahakan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM&lt;br /&gt;MASA UTSMAN BIN AFFAN 23-35 H (644-656 M) DAN &lt;br /&gt;ALI BIN ABI THALIB 35-40 H (656-661 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Khalifah Ke-3 Utsman bin ’Affan ra. 23-35 H (644-656 M) &lt;br /&gt;1.  Siapa Utsman bin ’Affan ?&lt;br /&gt;Utsman dilahirkan pada tahun 573 M pada sebuah keluarga suku Quraisy tepatnya klan Bani Umayyah, pada waktu itu Rasulullah Saw. berusia lima tahun. Moyangnya bertemu dengan nasab Nabi SAW pada generasi kelima. Sebelum masuk Islam biasa dipanggil dengan ”Abu Amar”. Ayahnya bernama ’Affan sedangkan ibunya bernama Arwa. Berkerabat dekat dengan Abu Sufyan. Maka nama lengkapnya Utsman bin ’Affan bin ’Abil Ash bin Umayyah.&lt;br /&gt;Utsman terkenal sebagai seorang yang cerdas, pandai membaca dan menulis, jujur, lemah lembut dan piawai dalam berdagang sehingga mampu menjadi seorang yang kaya serta dihormati. &lt;br /&gt;2.  Utsman masuk Islam&lt;br /&gt;Sewaktu pertama kalinya Nabi Muhammad SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi, usia Utsman 34 tahun. Pada suatu malam beliau bermimpi mendengar seseorang memanggil-manggil dirinya, ” Bangunlah! Engkau tiduran saja, sedang Ahmad sibuk berdakwah di Makkah.” Maka setelah bangun, jiwa dan pikirannya dipenuhi cahaya hidayah dan ilham ketuhanan. Maka dia menyatakan masuk Islam melalui Abu Bakar ra. &lt;br /&gt;Beliau termasuk dalam Assabiqunal awwalun, yaitu orang-orang yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan saudagar. Masuknya Utsman menambah kokoh dakwah Islam pada masa-masa awal.&lt;br /&gt;3.  Peran dalam Islam&lt;br /&gt;Tatkala dakwah Islam dilakukan secara terang-terangan, saat itulah segala bentuk kebencian dan penolakan gencar dilakukan oleh kaum kafir Quraisy. Karena kekejaman dan penyiksaan kafir Quraisy telah melampaui batas, maka Nabi SAW menyarankan kaum muslimin untuk hijrah ke Abbessinia (Ethiopia), Utsman beserta isteri turut menyertai para emigran muslim.Beliau termasuk sahabat yang selalu ikut dalam hijrah kaum muslimin. Hingga saat Nabi Saw hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;Di waktu Rasulullah Saw mengerahkan ”Jaisy al-’Usrah” yaitu bala tentara yang dikerahkan ketika pasukan dalam kesulitan, yakni pada peperangan Tabuk, Utsman mendermakan 950 ekor unta, 59 ekor kuda dan 1000 dinar untuk keperluan pasukan muslimin. Pada peristiwa sebelumnya pun beliau banyak sekali berderma untuk kemenangan Islam. Beliau berada diurutan kedua setelah Abu Bakar dalam urusan mendermakan hartanya.&lt;br /&gt;Utsman bin ’Affan adalah salah seorang yang telah diberi kabar gembira oleh Rasulullah Saw akan masuk surga. Ada suatu riwayat bahwasannya Rasulullah Saw pernah bersabda, yang artinya: ”Tiap-tiap Nabi mempunyai sahabat, dan sahabatku di surga adalah Utsman.”&lt;br /&gt;Oleh karena hubungan beliau sangat akrab dengan Nabi Saw, maka Rasulullah mengawinkannya dengan puterinya, Ruqayyah. Sewaktu Ruqayyah meninggal saat terjadi perang Badr, maka nabi mengawinkannya dengan puterinya yang ke dua, Ummu Kultsum. Oleh karena itulah beliau mendapat gelar ”Dzu an-Nuraini” (yang memiliki dua cahaya). Ummu Kultum meninggal pada tahun 9 H, setelah itu Rasulullah berkata kepada Utsman: ”Andaikataada puteri kamai yang ke tiga, tentu akan kami nikahkan juga dengan engkau.”&lt;br /&gt;Utsman juga pernah menjadi utusan Rasul kepada kafir Quraisy pada peristiwa perjanjian Hudaibiyyah. &lt;br /&gt;4. Utsman bin ’Affan menjadi Khalifah&lt;br /&gt;Saat Amirul mukminin Umar bin Kattab sakit keras akibat tikaman Firuz atau yang terkenal dengan Abu Lu’lu’ah, diminta oelh beberapa Sahabat untuk segera menentukan Khalifah pengganti beliau. Namun beliau tampak ragu dalam menentukan siapa tokoh yang paling tepat dalam memimpin umat saat beliau meninggal.&lt;br /&gt; Sebenarnya beliau memiliki satu tokoh yang telah lama menjadi kandidat terkuat untuk menjadi pengganti beliau yaitu ’Ubaidah ibnu Jarrah. Namun sayang beliau telah lebih dahulu berpulang kehadirat Allah SWT.&lt;br /&gt;5. Proses Pemilihan&lt;br /&gt;  Selang beberapa waktu sebelum sang Khalifah meninggal, Umar bin Khattab menetapkan enam tokoh sahabat besar yang mendampingi beliau sebagai dewan penasihat (Arbab-al-Syura). Keenam tokoh ini adalah golongan sahabat yang telah sering disebut oleh Rasulullah Saw. sebagai calon penghuni syurga. Keenam orang sahabat itu adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auff, dan Thulhah bin Ubaidillah. &lt;br /&gt;Umar bin Khattab pun berpesan: ” Silahkan Suhaib al-Rumi menjabat sebagai al-Imam dalam setiap shalat selama tiga hari. Pada hari keempat sepeninggalku, hendaknya telah terpilih dan ditunjuk salah seorang diantara enam tokoh tersebut.&lt;br /&gt;Setelah Umar bin Khattab meninggal, perundingan pun dilakukan di dalam rumah Musawwar bin Mukhrimat. Ketika perundingan baru dimulai, Abdurrahman bin Auff menyatakan mengundurkan diri. Tidak disangka keputusan darinya itu diikuti oleh ketiga sahabat yang lain, sehingga menyisakan Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;Dalam proses pemilihan semua sepakat bahwa Abdurrahman bin Auff ditunjuk sebagai ketua dewan syura. Proses pemilihan sendiri berjalan cukup alot karena kedua kandidat sama-sama memiliki keutamaan yang berimbang, yaitu sama-sama termasuk Assabiqunal awwalun, sama-sama termasuk golongan yang dijanjikan syurga, dan sama-sama menantu Nabi Saw.&lt;br /&gt;Terjadi perdebatan yang keras antara kubu pendukung Utsman dan pendukung Ali. Hal ini memaksa Abdurrahman bin Auff melakukan kontak pribadi yang lebih luas dengan tokoh-tokoh Islam dan penduduk Madinah. Akhirnya pada akhir bulan Zulhijjah tahun 23 H/644 M pilihan jatuh kepada Utsman bin Affan dan diresmikan pada awal Muharram 24 H/644 M.&lt;br /&gt;Dasar pemilihannya adalah:&lt;br /&gt;1. Utsman bin Affan lebih senior&lt;br /&gt;2. Kaum Mulimin menghendaki pemimpin yang lunak, tidak seperti Umar bin Khattab, sedangkan ’Ali lebih berkarakter mirip Umar.&lt;br /&gt;6. Ekspansi&lt;br /&gt;Sejak awal mula, penguasa Persia dan Bizantium Romawi senantiasa berusaha menghancurkan kekuatan muslim yang sedang tumbuh. Setelah kalifah Umar bin Khattab wafat, mereka mencoba lagi untuk melancarkan serangan ke wilayah perbatasan Islam. Pada tahun 26 H / 646 M militer di pelabuhan Alexandria, Mesir dan berhasil menduduki pelabuhan tersebut. Gubernur Mesir Amru bin Ashberjuang keras mengusir pasukan Romawi. Pada saat itu terjadi perselisihan antara Amr dan saudara sepupu Utsman yakni Sa’ad tentang kebijakan pemerintahan Mesir. &lt;br /&gt;Akhirnya khalifah Utsman memutuskan untukmelepas jabatan Amr bin Ash dan menunjuk Sa’ad sebagai penggantinya. Pada tahun 31 H / 651 M. kaisar Romawi mengerahkan konvoi militer terdiri dari 500 buah kapal perang menyerbu Mesir. Pertahanan pasukan dipimpin oleh Panglima Abdullah dalam peperangan yang sangat dahsyat. Dan inilah yang menjadi prestasi awal pasukan Islam meraih kemenangan gemilang dalam peperangan laut. &lt;br /&gt;Kemenangan itu hanya salah satu dari beberapa kemenangan pasukan Islam dalam pertempuran pembebasan wilayah yang dijajah oleh bangsa Persia dan Romawi yang kejam.&lt;br /&gt;Perluasan wilayah Islam di wilayah Persia antara lain Hisraf, Kabul Gazna, Balkah dan Turkistan. Beberapa wilayah Khurasan seperti kota Nishapur dan Thus berhasil ditaklukkan. Sedangkan wilayah Romawi yang berhasil dibebaskan diantaranya Asia Kecil dan Cyprus.&lt;br /&gt;8. Kodifikasi Al-Qur’an&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Utsman bin 'Affan terjadi perluasan wilayah islam di luar Jazirah arab sehingga menyebabkan umat islam bukan hanya terdiri dari bangsa Arab saja ('Ajamy). Kondisi ini tentunya memiliki dampak positif dan negatif.&lt;br /&gt;Salah satu dampaknya adalah ketika mereka membaca Al-Qur’an, karena bahasa asli mereka bukan bahasa arab. Fenomena ini di tangkap dan ditanggapi secara cerdas oleh salah seorang sahabat yang juga sebagai panglima perang pasukan muslim yang bernama Hudzaifah bin al-yaman.&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa suatu saat Hudzaifah yang pada waktu itu memimpin pasukan muslim untuk wilayah Syam (sekarang Syiria) mendapat misi untuk menaklukkan Armenia, Azerbaijan (dulu termasuk Soviet) dan Iraq menghadap Usman dan menyampaikan kepadanya atas realitas yang terjadi dimana terdapat perbedaan bacaan Al-Qur’an yang mengarah kepada perselisihan.&lt;br /&gt;Ia berkata : "Wahai Utsman, cobalah lihat rakyatmu, mereka berselisih gara-gara bacaan Al-Qur’an, jangan sampai mereka terus menerus berselisih sehingga menyerupai kaum yahudi dan nasrani ".&lt;br /&gt;Lalu Utsman meminta Hafsah meminjamkan Mushaf yang di pegangnya untuk disalin oleh panitia yang telah dibentuk oleh Usman yang anggotanya terdiri dari para sahabat diantaranya Zaid bin Tsabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin al'Ash, Abdurrahman bin al-Haris dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kodifikasi dan penyalinan kembali Mushaf Al-Qur’an ini terjadi pada tahun 25 H, Usman berpesan apabila terjadi perbedaan dalam pelafalan agar mengacu pada Logat bahasa suku Quraisy karena Al-Qur’an diturunkan dengan gaya bahasa mereka.&lt;br /&gt;Setelah panitia selesai menyalin mushaf, mushaf Abu Bakar dikembalikan lagi kepada Hafsah. Selanjutnya Usman memerintahkan untuk membakar setiap naskah-naskah dan manuskrip Al-Qur’an selain Mushaf hasil salinannya yang berjumlah 6 Mushaf.&lt;br /&gt;Mushaf hasil salinan tersebut dikirimkan ke kota-kota besar yaitu Kufah, Basrah, Mesir, Syam dan Yaman. Usman menyimpan satu mushaf untuk ia simpan di Madinah yang belakangan dikenal sebagai Mushaf al-Imam.&lt;br /&gt;Tindakan Usman untuk menyalin dan menyatukan Mushaf berhasil meredam perselisihan dikalangan umat islam sehingga ia manual pujian dari umat islam baik dari dulu sampai sekarang sebagaimana khalifah pendahulunya Abu bakar yang telah berjasa mengumpulkan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Adapun Tulisan yang dipakai oleh panitia yang dibentuk Usman untuk menyalin Mushaf adalah berpegang pada Rasm alAnbath tanpa harakat atau Syakl (tanda baca) dan Nuqath (titik sebagai pembeda huruf).&lt;br /&gt;9. Awal Fitnah dan Pembunuhan Utsman&lt;br /&gt;Pada tahun 33 H, Abdullah bin Mas’ud bin Abi Sarh menyerbu Habasyah. Seperti diketahui Utsman banyak mengangkat kerabatnya dari bani Umayyah untuk menduduki berbagai jabatan. Hal ini menimbulkan ketidak-senangan orang banyak terhadap Utsman. &lt;br /&gt;Hal inilah yang dimanfaatkan pihak Yahudi, yaitu Abdullah bin Saba` dan teman-temannya untuk membangkitkan fitnah. Orang-orang menggugat Utsman atas kebijakan-kebijakannya mengangkat para kerabatnya. Utsman mengumpulkan para gubernur dan bermusyawarah. Akhirnya Utsman memerintahkan agar menjinakkan hati para pemberontak dan pembangkang tersebut dengan memberi harta dan mengirim mereka ke medan peperangan lain dan pos-pos perbatasan.&lt;br /&gt;Abdullah bin Saba` berhasil menyebarkan pemikiran menyimpang di Mesir, menghasut masyarakat untuk menentang Utsman, dan juga pengkultusan terhadap Ali. Maka bergeraklah sekitar 600 orang ke Madinah dengan kedok akan berumrah. Padahal mereka ingin menyebarkan fitnah dalam masyarakat Madinah. Tatkala mereka hampir memasuki Madinah, Utsman mengutus Ali untuk menemui mereka. Sayyidina Ali menemui mereka dan membantah segala pemikiran mereka yang menyimpang, termasuk tentang pengkultusan atas dirinya. Mereka menyesali diri seraya berkata, “Orang inikah yang kalian jadikan alasan untuk memerangi dan memprotes Khalifah?” Kemudian mereka kembali dengan membawa kegagalan.&lt;br /&gt;Atas usulan Ali, maka Utsman berpidato di hadapan orang banyak pada hari Jum’at untuk meminta maaf  kepada masyarakat atas kebijakannya selama ini. Kemudian Utsman menegaskan kembali bahwa ia akan memecat Marwan dan kerabatnya.&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu, Marwan bin Hakam menemui Utsman. Dia menghamburkan kecaman dan protes. Kemudian Marwan memberitahukan kepadanya bahwa di balik pintu ada segerombolan orang. Utsman menunjuk Marwan untuk berbicara kepada mereka sesukanya. Marwan berbicara kepada mereka dengan suatu pembicaraan yang buruk sehingga merusak apa yang selama ini diperbaiki oleh Utsman.&lt;br /&gt;Ali segera menemui Utsman dan berkata, “Kenapa engkau meridhai Marwan sementara dia tidak menghendaki kecuali memalingkan engkau dari agama dan pikiranmu? Demi Allah, Marwan adalah orang yang tidak layak dimintai pendapat tentang agama atau dirinya sekalipun. Demi Allah, aku melihat bahwa dia akan menghadirkan kamu kemudian tidak akan mengembalikan kamu lagi. Saya tidak akan kembali setelah ini karena teguranku kepadamu.” &lt;br /&gt;Setelah Ali keluar, masuklah Na`ilah dan memberikan pendapatnya, dia berkata, “Bertaqwalah kepada Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Ikutilah sunnah kedua shahabatmu yang terdahulu, sebab jika engkau mentaati Marwan, niscaya dia akan membunuhmu. Marwan adalah orang yang tidak memiliki harga di sisi Allah, apalagi rasa takut dan cinta. Utuslah seseorang menemui Ali guna meminta ishlahnya, karena dia memiliki kekerabatan denganmu dan dia tidak layak ditentang.” &lt;br /&gt;Kemudian Utsman mengirim seseorang untuk menemui Ali, akan tetapi Ali menolak datang. Sikap ini merupakan permulaan krisis yang menyulut api fitnah dan memberikan peluang kepada tukang fitnah untuk memperbanyak kayu bakarnya dan mencapai tujuan-tujuan busuk yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;Penduduk Mesir datang mengadukan Ibnu Abu Sarh. Utsman mengirimkan surat berisi nasehat dan peringatan, tetapi Ibnu Abu Sarh tidak mau menerima nasihat dan peringatan tersebut dan bahkan bertindak keras terhadap orang yang mengadukannya. Maka atas usul para tokoh shahabat, digantilah Ibnu Abu Sarh dengan Muhammad bin Abu Bakar. &lt;br /&gt;Surat keputusan ini kemudian dibawa oleh sejumlah shahabat ke Mesir. Tetapi baru 3 hari perjalanan dari Madinah, tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang pemuda hitam yang mencurigakan, maka para shahabat itu menghentikan pemuda tadi. Ketika diperiksa terkadang dia mengaku sebagai pembantu Amirul Mu`minin yang diutus untuk menemui gubernur Mesir terkadang dia mengaku sebagai pembantu Marwan. Kemudian mereka mengeluarkan sebuah surat dari barang bawaannya. Surat itu berbunyi, “Jika Muhammad beserta fulan dan fulan datang kepadamu, maka bunuhlah mereka dan batalkanlah surat keputusan yang mereka bawa. Dan tetaplah engkau melakukan tugasmu sampai engkau menerima keputusanku. Aku akan menahan orang yang akan datang kepadaku mengadukan dirimu.”&lt;br /&gt;Akhirnya para shahabat tersebut kembali ke Madinah dengan membawa surat tersebut dan memberitahukan hal ini kepada para tokoh shahabat. Persitiwa ini membuat Madinah gempar dan membenci Utsman. Ali segera mengumpulkan Thalhah, Zubair, Sa’ad, dan Ammar. Bersama mereka, Ali menemui Utsman dengan membawa surat, pembantu dan onta tersebut. Utsman mengakui bahwa stempel yang digunakan adalah stempel miliknya, dan onta itu adalah miliknya, dan pembantu itu adalah pembantunya. &lt;br /&gt;Akan tetapi surat itu bukan ia yang menulis, bukan ia yang memerintahkan untuk menulis, dia sama sekali tidak mengetahui tentang surat tersebut. Kemudian setelah diperiksa ternyata surat itu adalah tulisan Marwan. Lalu mereka meminta Utsman agar menyerahkan Marwan kepada mereka. Tetapi Utsman tidak bersedia melakukannya, padahal Marwan ada di dalam rumahnya. &lt;br /&gt;Atas tuntutan dan ancaman terhadap dirinya tersebut, khalifah Utsman menjawabnya, “Aku sama sekali tidak takut mati, dan bagiku kematian adalah ssuatu yang paling ringan, tetapi ketahuilah bahwa sesungguhnya aku tidak hendak bermusuhan dengan kalian semua. Kalau saja aku menghendakinya, niscaya hal itu mudah bagiku karena ribuan pasukanku tentu akan segera membelaku, namun sungguh aku tidak sampai hati menyaksikan aliran tumpahan darah sesame saudara muslim”&lt;br /&gt;Akhirnya orang-orang di Madinah marah dan mengepung rumah Utsman dan tidak memberikan air kepadanya. Setelah Utsman dan keluarganya merasa kepayahan, ia menemui mereka seraya berkata, “Adakah seseorang yang sudi memberitahu Ali agar memberi air kepada kami?” Setelah mengetahui hal ini, Ali segera mengirim tiga qirbah air. Kemudian Ali mendengar desas-desus tentang adanya orang yang ingin membunuh Utsman, lalu Ali berkata, “Yang kita inginkan darinya adalah Marwan, bukan kematian Utsman.” &lt;br /&gt;Kemudian Ali menyuruh Hasan dan Husain untuk menjaga pintu rumah Utsman. Sejumlah shahabat juga melakukan hal yang sama untuk menjaga Utsman. Ketika para pengacau menyerbu pintu rumah Utsman untuk membunuhnya, Hasan dan Husain serta para shahabat berusaha menghentikan mereka. Maka para pengacau itu akhirnya melakukan aksi kembali dengan lebih hebat dan berhasil masuk secara sembunyi-sembunyi melalui atap rumah. Mereka berhasil membunuh Khalifah Utsman bin Affan ra. Ketika mendengar ini Ali datang dengan wajah marah dan memarahi kedua anaknya.&lt;br /&gt;Pada tanggal 17 Juni tahun 656 M Khalifah Utsman bin Affan ditikam dan dibunuh tepat ditengah-tengah keluarganya tatkala beliau sedang membaca al-Qur’an. Kepergian beliau menghadap Allah SWT merupakan awal dari datangnya fitnah yang lebih besar diantara kaum muslimin. Wallahu a’lam bis Showab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;A. Khalifah Ke-4 ’Ali Bin Abi Thalib ra. 36-41 H (656-661M) &lt;br /&gt;1.  Siapa Ali Bin Abi Thalib?&lt;br /&gt;Ali berasal dari suku Quraisy pada Bani Hasyimiyah. Kemenakan dari Nabi Saw, Abu Thalib, paman yang mengasuh Beliau setelah sang kakek meninggal. Ali bin Abi Thalib bin Abdul Munthalib bin Hasyim. &lt;br /&gt;Beliau lahir sepuluh tahun sebelum kerasulan Muhammad Saw. Semenjak kecil berada dalam asuhan dan bimbingan Nabi sehingga Nabi mencintai Ali seperti anak sendiri.&lt;br /&gt;Dan karena sejak kecil dalam bimbingan Nabi, maka ia banyak mengetahui perihal kehidupan Nabi Saw.  Tidak salah jika Ali terkenal sebagai seorang yang cerdas, pandai, jujur, tidak pernah menyembah berhala dan piawai dalam berperang sehingga mampu menjadi seorang pemuda yang dihormati dan disegani. &lt;br /&gt;Ketika Nabi Saw. menyerukan dakwah Islam Ali dengan yakin mempercayai dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Beliau termasuk dalam Assabiqunal awwalun, yaitu orang-orang yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan pemuda. &lt;br /&gt;2.  Pembai’atan Ali dan Mencari Pembunuh Utsman &lt;br /&gt;Ali keluar dari rumah Utsman dengan penuh kemarahan. Sementara itu orang-orang berlarian mendatangi Ali seraya berkata, “Ulurkan tanganmu untuk kami bai’at.” Ali menjawab, “Urusan ini bukan hak kalian, tetapi hak para pejuang Badr. Siapa yang disetujui oleh Ahli Badr, maka dialah yang berhak menjadi khalifah.” Maka semua Ahli Badr keluar dan mendatangi Ali seraya berkata, “Kami tidak melihat adanya seorang yang lebih berhak menjabat sebagai khalifah selain dirimu. Ulurkanlah tanganmu untuk kami bai’at.” Lalu mereka membai’at Ali ra. Hal ini terjadi pada pertengahan bulan Dzul Hijjah 33 H.&lt;br /&gt;Setelah dibai’at Ali langsung berpidato, “Wahai manusia, kalian telah membai’atku sebagaimana pada khalifah terdahulu. Saya hanya boleh menolak sebelum jatuh pilihan…Imam harus teguh dan rakyat harus patuh. Barang siapa ingkar padanya, maka terpsahlah ia dari Islam.” &lt;br /&gt;Setelah diselidiki ternyata pembunuhnya adalah dua orang yang masuk bersama Muhammad bin Abu Bakar. Akan tetapi Muhammad bin Abu Bakar tidak jadi membunuh Utsman ra disebabkan teringat akan bapaknya, dan ia pun bertaubat. Ibnu Asakir meriwayatkan dari Kinanah, mantan budak Shafiah, dan juga dari lainnya, mereka berkata, “Utsman dibunuh oleh seorang lelaki dari Mesir.”&lt;br /&gt;3. Menuntut Pembelaan untuk Utsman dan Perang Onta&lt;br /&gt;Ali berusaha untuk melakukan qishash terhadap para pembunuh Utsman. Thalhah dan Zubair bersama sejumlah Shahabat berpendapat agar Ali segera menangkap para pembunuh dan melaksanakan qishash. Guna menjamin terlaksananya qishash dan menghindarkan fitnah, mereka menawarkan kepada Ali agar mendatangkan pasukan dari Bashrah dan Kufah untuk mendukungnya. Tetapi Ali meminta mereka agar menunggu sampai ia menyusun program yang baik untuk melaksanakan qishash.&lt;br /&gt;Berkumpullah orang-orang yang berpendapat agar segera melaksanakan qishash di Bashrah agar dapat menjadi peringatan bagi penduduk Bashrah akan perlunya kerjasama dalam mengepung para pembunuh Utsman dan menuntut darah dari mereka. Diantara yang berpendapat demikian adalah Aisyah, Thalhah, Zubair dan sebagian besar shahabat.&lt;br /&gt;Saat itu pasukan Ali berangkat ke sana guna melakukan ishlah dan menyatukan kalimat. Al-Qa’qa bin Amr sebagai utusan dari pihak Ali ra menemui Aisyah seraya berkata, “Wahai ibunda, apakah yang mendorong kedatangan ibunda ke negeri ini?” Aisyah menjawab, “Ishlah diantara manusia.” Kemudian Al-Qa’qa menemui Thalhah dan Zubair dan menanyakan hal yang sama. Keduanya menjawab, “Kami juga demikian.” Kemudian semua pihak berbicara dan berunding yang akhirnya sepakat untuk menyerahkan urusan ini kepada Ali. Ali pun bersyukur atas tercapainya kesepakatan tersebut.&lt;br /&gt;Tetapi Abdullah bin Saba dan kawan-kawannya merencanakan untuk mengadu kedua belah pihak. Orang-orang yang melakukan konspirasi jahat ini bergerak sebelum fajar. Jumlah mereka hampir 2000 orang. Mereka melakukan serangan mendadak. Akhirnya orang-orang bangun dari tidurnya dan membawa pedang seraya berkata, “Para penduduk Kufah menyerang kita pada malam hari dan berkhianat kepada kita.“ Mereka mengira bahwa tindakan tersebut adalah rencana busuk dari Ali. Setelah mendengar berita ini Ali berkata, “Apa yang terjadi pada masyarakat?” Orang-orang yang berada di sekitarnya berteriak, “Orang-orang Bashrah menyerang kami di malam hari dan berkhianat terhadap kita.” Kemudian masing-masing pihak mengambil pedang dan baju perangnya tanpa mengetahui hakikat yang sebenarnya. Terjadilah peperangan di antara mereka. Pasukan Ali sekitar 20.000 orang, adapun pasukan Aisyah berjumlah sekitar 30.000 orang. Aisyah ikut maju dengan mengendarai onta.&lt;br /&gt;Pasukan Abdullah bin Saba` tidak henti-hentinya melakukan pembunuhan dan tidak peduli terhadap penyeru dari pihak Ali yang menyerukan kepada mereka semua untuk berhenti. &lt;br /&gt;Ketika kedua pihak telah menyadari dengan siapa sebenarnya mereka berhadapan, maka mereka saling menahan diri dan menghentikan peperangan. Ketika pasukan Ali mendekati pasukan Thalhah dan Zubair, maka keluarlah Ali dengan menunggang baghal Rasulullah Saw, kemudian memanggil Zubair dan berkata, “Wahai Zubair, demi Allah, apakah engkau ingat ketika Rasulullah bertanya kepadamu: ‘Wahai Zubair apakah kamu mencintai Ali?’ Lalu kamu menjawab: ‘Mengapa aku tidak mencintai anak bibiku dan anak pamanku bahkan seagama denganku?’ Kemudian Nabi Saw bersabda: ‘Wahai Zubair, demi Allah, satu saat engkau pasti akan memeranginya dan mendzhaliminya.’”&lt;br /&gt;Zubair menjawab, “Demi Allah, aku telah lupa akan hal itu. Tetapi sekarang aku telah teringat lagi. Demi Allah, aku tidak akan memerangimu untuk selama-lamanya.” Kemudian Zubair kembali dengan menunggang kendaraannya membelah barisan. Kemudian kedua belah pihak kembali berdamai.&lt;br /&gt;4.  Masalah Mu’awiyah dan perang Shiffin&lt;br /&gt;Ali kembali ke Kufah yang telah dijadikan sebagai pusat khilafah. Sesampainya di Kufah, Ali segera mengirim Jurair bin Abdullah Al-Bajli kepada Mu’awiyah di Syam guna mengajak bergabung untuk membai’at Ali. Akan tetapi Mu’awiyah menolak kecuali jika pembunuh Utsman telah diqishash. Ali menganggap hal ini sebagai pemberontakan. Maka Ali mengirim pasukannya ke Syam pada 12 Rajab 36H. Mu’awiyah pun segera memberangkatkan pasukannya hingga kedua pasukan itu bertemu di Shiffin, di tepi sungai Eufrat. Selama dua bulan lebih kedua belah pihak saling mengirimkan utusan-utusan. Ali mengajak Mu’awiyah untuk membai’at. Dan Mu’awiyah menyerukan kepada Ali agar segera mengqishash pembunuh Utsman sebelum melakukan urusan lain. Selama perundingan itu mungkin telah terjadi beberapa pertempuran kecil.&lt;br /&gt;Keadaan ini terus berlanjut hingga bulan Muharram 37 H. Lalu kedua pihak melakukan gencatan senjata selama sebulan dengan harapan dapat dicapai ishlah. Tetapi gencatan senjata berakhir tanpa hasil yang diharapkan. Lalu Ali memerintahkan seorang petugas untuk mengumumkan demikian: “Wahai penduduk Syam, Amirul Mu`minin menyatakan kepada kalian bahwa aku telah memberi waktu yang cukup kepada kalian untuk kembali kepada kebenaran, tetapi kalian tetap tidak mau berhenti dari pembangkangan dan tidak mau kembali kepada kebenaran. Karena itu, kini aku kembalikan perjanjian ini kepada kalian dengan penuh kejujuran. Sesungguhnya Allah tidak mencintai para pengkhianat.”&lt;br /&gt;Pada saat itulah kedua belah pihak memobilisasi pasukannya masing-masing. Terjadilah pertempuran selama 7 hari. Akhirnya Mu’awiyah dan pasukannya terdesak. Saat itulah Mu’awiyah dan Amr bin Ash berunding. Amr mengusulkan agar Mu’awiyah mengajak penduduk Iraq untuk berhukum kepada Kitab Allah. Lalu Mu’awiyah memerintahkan seorang petugas supaya mengangkat Mushhaf di ujung tombak dan menyerukan, “Ini adalah Kitab Allah diantara kami dan kalian.” Ketika pasukan Ali melihat hal ini terjadilah perselisihan diantara mereka, ada yang setuju untuk berhukum kepada Allah dan melaksanakan qishash dengan segera dan ada yang meninginkan peperangan terus berlanjut sebab menduga bahwa hal itu hanyalah tipu daya.&lt;br /&gt;Maka Ali mengutus Al-Asy’ats bin Qais kepada Mu’awiyah untuk menanyakan apa sebenarnya yang dikehendakinya. Mu’awiyah menjelaskan, “Mari kita kembali kepada Kitab Allah. Kami pilih seorang wakil yang kami setujui dan kalian pilih pula seorang wakil yang kalian setujui. Kemudian kita semua menyumpah kedua wakil tersebut untuk memutuskan sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah. Apa pun keputusan kedua wakil tersebut wajib kita ikuti.”&lt;br /&gt;Penduduk Syam memilih Amr bin Ash, sedangkan penduduk Iraq memilih Abu Musa Al-‘Asy’ari. Maka diperoleh kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata hingga ada keputusan dari kedua hakim yang akan melakukan pertemuan di Daumatul Jandal pada bulan Ramadhan 37H. Ali kembali ke Kufah. Sementara pasukan Ali terpecah. Mereka yang menganggap bahwa tahkim tersebut adalah suatu kesesatan tidak lagi menganggap Ali sebagai khalifah. Mereka berjumlah 12.000 orang dan berhimpun di Harura`. Mereka inilah yang disebut Khawarij.&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan 37 H, dua hakim melakukan pertemuan di Daumatul Jandal. Lalu kedua hakim itu, yaitu Amr bin Ash dan Abu Musa Al-Asy’ari, memutuskan untuk mencopot Ali dan Mu’awiyah kemudian menyerahkan urusan ini kepada syura kaum Muslimin untuk menentukan pilihan mereka sendiri.&lt;br /&gt;Mereka berdua menemui khalayak dan Amr bin Ash mempersilahkan Abu Musa untuk berbicara terlebih dahulu. Maka Abu Musa berkata, “Wahai manusia, setelah membahas urusan ummat ini, kami berkesimpulan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih baik dan lebih dapat mewujudkan persatuan selain dari apa yang telah aku dan Amr sepakati. Yaitu kami mencopot Ali dan Mu’awiyah.”&lt;br /&gt;Setelah menyampaikan kalimatnya, Abu Musa mundur, kemudian giliran Amr untuk berbicara. Maka Amr bin Ash berbicara, “Sesungguhnya Abu Musa telah menyatakan apa yang kalian dengar. Ia telah mencopot kawannya dan aku pun telah mencopotnya sebagaimana dia. Tetapi aku mengukuhkan kawanku Mu’awiyah.” Setelah peristiwa ini orang-orang pun bubar dengan rasa kecewa dan tertipu.&lt;br /&gt;5.  Masalah Khawarij dan Terbunuhnya Ali&lt;br /&gt;Setelah menolak keputusan tersebut yang merupakan rekayasa dari pihak Mu’awiyah, Ali berangkat memimpin pasukan besar ke Syam untuk memerangi mu’awiyah. Akan tetapi kaum khawarij telah melakukan kerusakan sedemikian rupa, maka Ali memerangi mereka terlebih dahulu. Akhirnya kaum khawarij dapat dikalahkan. &lt;br /&gt;Berbagai situasi buruk terus menimpa Ali. Sebagian penduduk Iraq melakukan pembangkangan kepada Ali. Sementara masalah di Syam semakin meningkat.Abdurrahman bin Muljim seorang tokoh khawarij ingin menikah dengan Qitham. Karena ayah dan saudara Qitham terbunuh oleh pasukan Ali, &lt;br /&gt;maka ia mensyaratkan kepada ibnu Muljim agar membunuh Ali terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Pada malam Jum’at tanggal 17 Ramadhan tahun 40 H, Abdurrahman bin Muljim mengincar Ali di depan pintu yang biasa dilewatinya. Seperti biasa Ali keluar membangunkan orang untuk shalat shubuh, tetapi ia dikejutkan oleh Ibnu Muljim yang menebas kepalanya dengan pedang sehingga darahnya mengalir di jenggotnya. &lt;br /&gt;Ketika sakaratul maut, Ali tidak mengucapkan kalimat apa pun selain La ilaha illallah. Beliau wafat pada usia 60 tahun. Khilafahnya berlangsung selama 5 tahun kurang 3 bulan. Sedangkan Ibnu Muljim, pelaksanaan qishashnya dilakukan oleh Hasan ra, kemudian jasadnya dibakar dengan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan penulis diatas, dapat kita ambil beberapa kesimpulan diantaranya;&lt;br /&gt;1. Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga sedangkan Ali bin Abi Thalib adalah khalifah terkahir dalam masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin.&lt;br /&gt;2. Pada masa pemerintahan Utsman al-Qur’an berhasil dikodifikasi sebagai wujud usaha demi tetap utuhnya kesatuan umat Islam.&lt;br /&gt;3. Dalam pemerintahan Ali terjadi perselisihan karena besarnya fitnah yang  bergejolak hingga terjadi beberapa pertempuran. Umat Islam terpecah menjadi tiga kubu, kelompok pembela Ali (Syi’ah), pendukung Mu’awiyah dan pendukung Ali yang kecewa yang akhirnya hendak membunuh Ali dan Mu’awiyah (Khawarij) karena dianggap sebagai faktor perpecahan ummat.&lt;br /&gt;4. Benih-benih fitnah pada akhir-akhir pemerintahan Utsman dan pada pemerintahan Ali telah dimanfaatkan Abdullah bin Saba`. Abdullah bin Saba` adalah seorang agen Yahudi yang menyebarkan khurafat mengenai Ali ra. Dari sini kita mengetahui bahwa perpecahan ummat Islam menjadi dua kubu, yaitu Sunni dan Syi’i adalah merupakan buah tangan Abdullah bin Saba`.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K. Ali, Prof. Sejarah Islam dari Awal Hingga Runtuhnya Dinasti Usmani (Tarikh Pramodern). Jakarta. Raja Grafindo Persada. 1997&lt;br /&gt;Syalabi, Ahmad. Prof. DR. Sejarah dan Kebudayaan Islam I. Jakarta. Pustaka Al Husna.1987&lt;br /&gt;Sou’yb, Joesoef. Sejarah Daulah Khulafaur Rasyidin. Jakarta. Bulan Bintang. 1979 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/79599536726924592-4682059301338194755?l=vantovich.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vantovich.blogspot.com/feeds/4682059301338194755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/05/pemikiran-dan-peradaban-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4682059301338194755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/79599536726924592/posts/default/4682059301338194755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vantovich.blogspot.com/2008/05/pemikiran-dan-peradaban-islam.html' title='PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM'/><author><name>van Tovich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08673327957203199147</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-vYhnRau2kSI/TYBRcIzmvII/AAAAAAAAAFM/9GgARVAV2-M/s220/again.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
